Selasa, 02 April 2013

Because Alloh

Cintailah aku kerana Allah..

Bismillahirrahmanirrahim,,

Kerana dengan itu, jika Allah mentakdirkan kita bersama hingga hari tua, engkau akan tetap setia mencintaiku dan bersamaku dalam keadaan senang ataupun susah...

Janganlah mencintaiku hanya kerana apa yang tampak pada diriku, kerana aku hanya manusia biasa yang penuh kekurangan. Jika engkau hanya mencintaiku dari apa yang tampak yang engkau suka, suatu ketika engkau m
enemukan diriku tidak sempurna, engkau akan berpaling...

Secantik dan seindah apapun bidadari yang digambarkan dalam Al-Qur'an dan Hadist untuk pria shalih, engkau tak kan mendapatkannya di bumi ini...

Akulah wanita dunia yang telah Allah anugerahkan untukmu, yang Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wassalam kabarkan bahwa wanita dunia lebih utama dari bidadari bermata jeli, dan bahwa sebaik-baik perhiasan adalah istri shalihah...

Maka dari itu, berikanlah aku hadiah perhiasan yang lebih indah dari intan berlian, yaitu sebuah cinta yang tulus kerana Allah Ta'ala...

Kerana dengan itu, jika sampai pada hari tua, selama bersama dan hingga ajal menjemput engkau akan tetap bersyukur kepada Rabb Semesta Alam, kerana Dia telah memberikanku kepadamu...

Kerana ' Cinta kerana Allah' akan tetap bersemi Indah walaupun di musim dingin

Minggu, 31 Maret 2013

BAJA

Hai hati... baikkah kabar mu? aku selalu berharap diri mu baik-baik saja.

Hai hati... ada getaran apa yang membuat mata indah itu mengalir air kedukaan?

Tapi seketika ku lihat dua tangan itu menghapusnya... dan ku dengar suara bijak keluar dari bibir yang bergetar itu.

Hai hati... seberat apapun beban mu... kau tetap menguatkan akal... menguatkan aura dan kharisma mu.

Hai hati... ketika ku dengar ceritamu... begitu memilukan. tetapi kau mampu membuat bibir itu tersenyum, kau mampu  menyehatkan akal.

Hati... aku bangga memlihatmu kuat, sekuat baja... sekuat harapan mu kepada Sang Kholik, sebesar mimpi mu karena NYA.

Hai hati... aku mendengar doa mu yang membuat aku iba... kau katakan "Ya Rabb... aku ikhlas dengan ujian MU... "

22:19 __ 31 Maret 2013

Kamis, 07 Maret 2013

Memahami Skenario Illahi Oleh : Agustiar Nur Akbar


Hidup ini tak ubahnya seperti sebuah drama atau sandiwara. Setiap orang mempunyai perannya masing-masing. Setiap dari peran itu mempunyai konskuensi tersendiri. Namun terkadang dalam waktu tertentu seolah kita berada di bangku penonton menyaksikan drama tersebut. Sehingga kita bisa menilai, memprotes, dan mengkiritik  atas perbuatan dari lakon tertentu dan alur ceritanya.

Sementara ketika kita menjadi dari lakon itu sendiri. Kita hanya menjalankan peran yang ada, tanpa bisa menilai, mengkritik dan memprotes. Allah SWT mempunyai kuasa penuh atas adegan-adegan hamba-Nya dalam setiap episode kehidupan ini. Setiap lakon mendapat perannya masing-masing. Kesemuanya menjadi satu pertunjukan yang sempurna. Bagai sebuah mata rantai kehidupan.

Dalam drama manusia lakon tidak mempunyai pilihan. Ia sudah terkunci oleh plot cerita. Terpaku pada skript naskah.   Sedangkan dalam drama Illahi lakon [baca manusia] mempunyai kebebasan. Lakon diberi kewenangan dalam menentukan perannya. Bahkan tuk menjadikan dirinya pemeran utama pun, diperbolehkan. Allah SWT hanya memberikan garis besar alur cerita dan konskuensi setiap peran yang dipilih dan dimainkannya.

Seringkali kita merasa tidak puas dengan suatu keadaan, atau suatu adegan dalam episode hidup ini. Kita mempertanyakan keadilan Sang Illahi. Bahkan kita sering menuduh bahwasanya Allah SWT, Dzat Yang Maha Sempurna dan Adil, berlaku tidak adil kepada kita. Allah SWT telah mencelakakan atau menyia-nyiakan kita. Sesungguhnya hal itu tidaklah mungkin terjadi. Bahkan Allah SWT berlaku sangat baik dan royal kepada kita.

“Sesungguhnya Allah tidak menganiaya seseorang walaupun sebesar zarrah, dan jika ada kebajikan sebesar zarrah, niscaya Allah akan melipat gandakannya dan memberikan dari sisi-Nya pahala yang besar”. ( Q.S An Nisa [4] : 40 ).

Sesungguhnya kitalah yang menganiaya diri kita sendiri. Lihat Ali Imran : 182,  Al Anfal : 51, At Taubah : 70, Hud : 101.

Kita juga sering terburu-buru untuk menghakimi Allah SWT. Ketika Allah SWT memberikan sesuatu yang menurut kita buruk. Sesuatu yang dengan pikiran sesaat kita tidak menyukainya. Namun ketahuilah! Dengan bersabar sejenak, kita akan sangat berterimkasih kepada Allah SWT.

“Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui”. (Q.S Al Baqarah [2] : 216). Tak jarang kita bersedih karena suatu hal dan dalam sekejap kita tertawa karena hal lainnya. Allah selalu mempunyai rencana sempurna untuk membuat hambanya tersenyum bahagia pada akhirnya. Ada isyarat-isyarat yang dapat ditangkap dalam memahami kesempurnaan skenario Allah SWT. Setiap kejadian yang kita alami disekitar kita. Berhubungan dengan apa yang akan terjadi selanjutnya kepada kita.

Gambaran sederhananya, Allah SWT akan memberikan rambu-rambu pada hidup kita. Jika tujuan kita itu baik untuk kita, maka Allah SWT akan membimbing melalui jalan terbaik. Jika tujuan itu tidak baik untuk kita, Allah akan memberikan rambu-rambu agar kita tidak melanjutkannya.

Cermatilah! Setiap isyarat yang diberikan Allah. Bersabarlah sejenak! Kemudian cerna dengan hati nurani yang bersih dan pikiran yang jernih. Maka kita akan mendapatkan kesempurnaan takdir-Nya. Kita akan merasakan cinta dan kasih sayang-Nya. Wallahu a’lam bish-shawab.

*******""""""""********""""""""

Penulis adalah mahasiswa Indonesia yang kini tengah menimba ilmu di Kairo, Mesir.    

Senin, 04 Maret 2013

SABAR ITU TIDAK MENGELUH

Assalamu'alaikum

~::~ Belajar sabar yuukk...!! ~::~

Sabar itu tidak mengeluh.
Sabar tidak mengatakan bahwa diri ini sudah sabar.
Sabar itu ikhlas.
Sabar itu karena Alloh.
Sabar itu istiqomah.
Sabar itu tawadhu.
Sabar itu pandai bersyukur.

Sabar itutidak mudah marah "tempramen".
Sabar itu tanpa pamrih.
Sabar itu sulit "bagi jiwa yang tidak mau belajar".
Sabar itu konsisten menjadi orang baik.
Sabar itu tidak membucarakan aib sendiri apalagi orang lain.

Sabar itu melahirkann tanggung jawab, kesetiaan, kejujuran dan kedisiplinan.

Sabar itu harus belajar setiap detik, setiap jam, setiap hari, setiap minggu, setiap bulan, setiap tahun, setiap waktu sepanjang hayat.

Sabar itu tidak menyalahkan orang lain.
Sabar itu tidak mendendam.
Sabar itu bukan terhina.
Sabar itu adalah kebijaksanaan.
Sabar itu karena tau ilmunya.

Sabar itu lapang dada.
Sabar itu indah.
Sabar itu manis rasanya.
Sabar itu tidak selingkuh  :D
Sabar itu karena berpedoman pada kitab dan sunnah NYA.
Sabar itu menuju surga.

Diriwayatkan daripada Abu Hurairah r.a, sesungguhnya Rasulullah s.a.w bersabda di dalam Hadis Qudsi: Allah s.w.t berfirman:

"Tidak ada balasan kecuali syurga bagi hambaku yang beriman yang telah Aku ambil kembali kekasihnya (Aku mematikan seseorang yang disayanginya seperti anak, adik-beradik dan sesiapa sahaja yang di sayangi oleh seseorang) dari kalangan penghuni dunia dan dia hanya mengharapkan pahala daripadaKu (dengan bersabar). " (Hadis riwayat Imam Bukhari). 

#Salam santun persahabatan karena Alloh... :)

~«»~Mariah Ulfah~«»~

Sabtu, 09 Februari 2013

Belajar Ikhlas Yuukk... :)

Assalammu'alaikum

Belajar Ikhlas Yuukk.. !

Ikhlas itu istiqomah
ikhlas itu tidak mudah kecewa
ikhlas itu sibuk dengan kekurangan dirinya
ikhlas itu karena Allah

istiqomah itu konsisten dalam berbuat baik, ada orang berbuat baik tidak ada orang berbuat baik. Ada uang sedekah tidak ada uang sedekah (senyum, beri salam, membantu dengan tenaga/pikiran, dll).

Tidak mudah kecewa itu "karena Allah" bukan "karena manusia". Berharap hanya pada Allah, bukan pada makhluk. Mereka sadar sesadar sadarnya bahwa Allah tidak mungkin salah hitung. Allah tidak mungkin tidak menepati janji NYA. Dipuji berbuat baik, tidak dipuji berbuat baik.

Dibalas Alhamdulillah... tidak dibalas pun tetap tersenyum ^_^. Urusan mereka cuma niat dan berbuat.

Sibuk dengan kekurangan dirinya itu tidak sempat membicarakan kesalahan orang lain. Lebih baik memperbaiki diri sebelum bicara tentang orang lain. Hal seperti ini berat bangat memang... , yang jelas tidak ada waktu buat ngurusin kekurangan orang lain.

Sahabatku... saya tidak tahu dengan kalian, kalian tidak tahu dengan saya, namun... kita merasa bahwa kita harus banyak berbenah diri, tentunya "karena Allah" sehingga selalu mendapat Rahmat dan Ridha NYA... Aamiin


#Salam santun persahabatan karena Allah... :)

~::~Mariah~::~