Senin, 06 Mei 2013
SIMPLE
Minggu, 05 Mei 2013
Perkara Yang Dibutuhkan Dalam Rumah Tangga
PERKARA YANG DIBUTUHKAN DALAM RUMAH TANGGA
Robbis rohli sodri, wayas sirli amri, wahlul 'uqdatam mil lisani yafqohu qouli
Hadist Pernikahan :
وَقَالَ عَلَيْهِ الصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ: {مَنْ تَزَوَّجَ فَقَدْ
أُعْطِيَ نِصْفَ الْعِبَادَةِ
Man tazawwaja faqod 'a'tiya nisfal 'ibaadah
"Siapa yang menikah maka sungguh ia telah diberi setengahnya ibadah." (HR. Abu Ya'la)
Adapun Modal dan Pondasi yang harus dimiliki oleh seseorang dalam berumah tangga :
1. Takut Kepada Alloh
Dengan rasa takut akan muncul perangai-perangai yang baik, akan berusaha mendidik istrinya, istrinya akan berbakti kepada suaminya, karena itu kewajiban kepada suaminya. Takut kepada Alloh adalah modal. Rasa takut kepada Alloh mencegah kemaksiatan.
2. Cinta Karena Alloh, dan Membenci Karena Alloh
Cintailah Alloh melebihi cinta terhadap pasangan. Cinta kepada dunia adalah cinta yang tidak akan pernah kekal, orang yang mencintai karena dunia, pada hari kiamat maka akan bermusuhan. (Kecantikan, harta, keturunan, agama) dari awal kita menikah itu karena Alloh, kalau sekarang belum karena Alloh, maka marilah semua karena Alloh. Apabila keyakinan cinta karena Alloh dan Rosul telah mengakar, maka keselamatan agama Ia cintai daripada gemerlapnya dunia. Alloh akan memberikan keberkahan. Kesemuaannya berasal dari aqidah.
3. Al-Qona'ah (Merasa Cukup Dengan Pemberian Alloh)
Bersyukurlah dengan penghasilan hidup dunia. Sebaik-baiknya keadaan istri dan suami dalam keadaan ma'ruf.
Bagaimanakah kiatnya?
*Ditumbuhkan Rasa Zuhud
Zuhudlah di dunia maka Alloh cinta kepada mu. Seperti apa zuhud itu?
~Bukan berarti meninggalkan kemewahan
~Bukan tidak mau memakai baju bagus
~Bukan berarti tidak memakan daging
~Menyimpan harta di tangan, bukan di hati
~Engkau lebih percaya kepada Alloh, dan lebih percaya apa yang ada di sisi Alloh, daripada apa yang ada di sisi manusia.
ZUHUD ADALAH QONAAHNYA seseorang. Merasa bersyukurnya seseorang, merasa cukupnya seseorang.
4. Sabar (Dalam Segala Sesuatu)
Tanpa sabar kita tidak bisa hidup dari dunia. (Sabar tidak akan pernah kita dapatkan kalau kita tidak punya aqidah.Ujian berumah tangga pada umumnya adalah ekonomi yang morat marit, Sikap suami/istri.OLeh karena itu kembali lagi kepada Aqidah, karena aqidah adalah sumber kebaikkan seorang hamba.
5. Ikhlas (Pondasi Kebahagiaan Rumah Tangga)
Al Zumar : 2 (Keikhlasan)
اِنَّاۤ اَنۡزَلۡنَاۤ اِلَيۡكَ الۡكِتٰبَ بِالۡحَقِّ فَاعۡبُدِ اللّٰهَ مُخۡلِصًا لَّهُ الدِّيۡنَ ؕ ٢
Innaa angzalnaa ilaykalkitaaba bilhaqqi, fa'budillaaha mukhlisollahuddiyyn
Sesungguhnya Kami menurunkan Kitab (Al-Qur`an) kepadamu (Muhammad) dengan (membawa) kebenaran. Maka sembahlah Allah dengan tulus ikhlas beragama kepada-Nya.
Itulah 5 perkara yang kesemuaannya membutuhkan pada aqidah yang kokoh. Begitu pula untuk mendidik anak-anak kita yang harus ditanamkan adalah aqidah. Penanaman aqidahlah yang pertama kali.
Cara Menanamkan Aqidah Kepada Anak :
A. Seorang suami atau istri harus berilmu.
B. Amal = dengan cara mempraktikkan ilmu, tanpa ini sulit, InsyaAlloh dengan mempraktikkan, maka seorang istri dan anak akan tergugah juga. Praktik dampaknya ebih kuat. :)
#Keep Istiqomah,,,, SEMANGKA (Semangat Karena Alloh)
Salam : Mariah Yufa/Mariah Ulfah/Yufa Mariah
***
Sabtu, 04 Mei 2013
Hijab Itu Adalah Ketaatan Kepada Alloh Dan Rasul
Alloh Subhanahu wa Ta’ala telah mewajibkan ketaatan kepada Alloh dan Rasul-Nya berdasarkan firman Alloh Subhanahu wa Ta’ala (yang artinya): “Dan tidaklah patut bagi laki-laki yang mu’min dan tidak pula bagi perempuan yang mu’minah, apabila Alloh dan Rasul-Nya telah menetapkan suatu ketetapan, akan ada bagi mereka pilihan (yang lain) tentang urusan mereka. Dan barangsiapa mendurhakai Alloh dan Rasul-Nya maka sesungguhnya dia telah sesat, dengan kesesatan yang nyata.” (Q.S. Al-Ahzab: 36)
Alloh Subhanahu wa Ta’ala juga memerintahkan kaum wanita untuk menggunakan hijab sebagaimana firman Alloh Subhanahu wa Ta’ala (yang artinya): “Dan katakanlah kepada wanita yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluan-nya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya.” (Q.S An-Nur: 31)
Alloh Subhanahu wa Ta’ala berfirman (yang artinya): “Dan hendaklah kamu tetap di rumahmu dan janganlah kamu berhias dan bertingkah laku seperti orang-orang jahiliyah.” (Q.S. Al-Ahzab: 33)
Alloh Subhanahu wa Ta’ala berfirman (yanga artinya): “Apabila kamu meminta suatu (keperluan) kepada mereka (istri-istri Nabi), maka mintalah dari belakang tabir. Cara yang demikian itu lebih suci bagi hatimu dan hati mereka.” (Q.S. Al-Ahzab: 53)
Alloh Subhanahu wa Ta’ala berfirman (yang artinya): “Hai Nabi! Katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu dan istri-istri orang mu’min: “Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka.” (Q.S. Al-Ahzab: 59)
Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wassalam bersabda: “Wanita itu aurat” maksudnya adalah bahwa ia harus menutupi tubuhnya. Hijab Itu ‘Iffah (Kemuliaan) Alloh Subhanahu wa Ta’ala menjadikan kewajiban menggunakan hijab sebagai tanda ‘Iffah (menahan diri dari maksiat). Alloh Subhanahu wa Ta’ala berfirman (yang artinya): “Hai Nabi! Katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu dan istri-istri orang mu’min: “Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka. Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak diganggu.” (Q.S. Al-Ahzab: 59)
Itu karena mereka menutupi tubuh mereka untuk menghindari dan menahan diri dari perbuatan jelek (dosa), “karena itu mereka tidak diganggu”. Maka orang-orang fasik tidak akan mengganggu mereka. Dan pada firman Alloh “karena itu mereka tidak diganggu” sebagai isyarat bahwa mengetahui keindahan tubuh wanita adalah suatu bentuk gangguan berupa fitnah dan kejahatan bagi mereka. Hijab Itu Kesucian Alloh Subhanahu wa Ta’ala berfirman (yang artinya): “Apabila kamu meminta suatu (keperluan) kepada mereka (istri-istri Nabi), maka mintalah dari belakang tabir. Cara yang demikian itu lebih suci bagi hatimu dan hati mereka.” (Q.S. Al-Ahzab: 53)
Alloh Subhanahu wa Ta’ala menyifati hijab sebagai kesucian bagi hati orang-orang mu’min, laki-laki maupun perempuan. Karena mata bila tidak melihat maka hatipun tidak berhasrat. Pada saat seperti ini, maka hati yang tidak melihat akan lebih suci. Ketiadaan fitnah pada saat itu lebih nampak, karena hijab itu menghancurkan keinginan orang-orang yang ada penyakit di dalam hatinya, Alloh Subhanahu wa Ta’ala berfirman (yang artinya): “Maka janganlah kamu tunduk dalam berbicara sehingga berkeinginanlah orang yang ada penyakit dalam hatinya.” (Q.S. Al-Ahzab: 32)
Hijab Itu Pelindung Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wassalam bersabda (yang artinya): “Sesungguhnya Alloh itu Malu dan Melindungi serta Menyukai rasa malu dan perlindungan” Sabda beliau yang lain (yang artinya): “Siapa saja di antara wanita yang melepaskan pakaiannya di selain rumahnya, maka Alloh Azza wa Jalla telah mengoyak perlindungan rumah itu dari padanya.” Jadi balasannya setimpal dengan perbuatannya. Hijab Itu Taqwa Alloh Subhanahu wa Ta’ala berfirman(yang artinya): “Hai anak Adam! Sesungguhnya Kami telah menurunkan kepadamu pakaian untuk menutupi auratmu dan pakaian indah untuk perhiasan. Dan pakaian taqwa itulah yang paling baik.” (Q.S. Al-A’raaf: 26)
Hijab Itu Iman Alloh Subhanahu wa Ta’ala tidak berfirman kecuali kepada wanita-wanita beriman (yang artinya):“Dan katakanlah kepada wanita yang beriman.” (Q.S. An-Nur: 31).
Alloh Subhanahu wa Ta’ala juga berfirman (yang artinya): “Dan istri-istri orang beriman.” (Q.S. Al-Ahzab: 59)
Dan ketika wanita-wanita dari Bani Tamim menemui Ummul Mu’minin, Aisyah radhiyallahu anha dengan pakaian tipis, beliau berkata: “Jika kalian wanita-wanita beriman, maka (ketahuilah) bahwa ini bukanlah pakaian wanita-wanita beriman, dan jika kalian bukan wanita beriman, maka silahkan nikmati pakaian itu.”
Hijab Itu Haya’ (Rasa Malu)
Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wassalam bersabda (yang artinya): “Sesungguhnya setiap agama itu memiliki akhlak dan akhlak Islam itu adalah rasa malu.”
Sabda beliau yang lain (yang artinya):“Malu itu adalah bagian dari iman dan iman itu di surga.”
Sabda Rasul yang lain (yang artinya): “Malu dan iman itu bergandengan bersama, bila salah satunya di angkat maka yang lainpun akan terangkat.”
Hijab Itu Perasaan Cemburu
Hijab itu selaras dengan perasaan cemburu yang merupakan fitrah seorang laki-laki sempurna yang tidak senang dengan pandangan-pandangan khianat yang tertuju kepada istri dan anak wanitanya. Berapa banyak peperangan terjadi pada masa Jahiliyah dan masa Islam akibat cemburu atas seorang wanita dan untuk menjaga kehormatannya.
Ali bin Abi Thalib Radiyallahu ‘anhu berkata: “Telah sampai kepadaku bahwa wanita-wanita kalian berdesak-desakan dengan laki-laki kafir orang ‘ajam (non Arab) di pasar-pasar, tidakkah kalian merasa cemburu? Sesungguhnya tidak ada kebaikan pada seseorang yang tidak memiliki perasaan cemburu.”
Beberapa Syarat Hijab Yang Harus Terpenuhi:
1. Menutupi seluruh anggota tubuh wanita -berdasarkan pendapat yang paling kuat.
2. Hijab itu sendiri pada dasarnya bukan perhiasan.
3. Tebal dan tidak tipis atau trasparan.
4. Longgar dan tidak sempit atau ketat.
5. Tidak memakai wangi-wangian. 6. Tidak menyerupai pakaian wanita-wanita kafir.
7. Tidak menyerupai pakaian laki-laki.
8. Tidak bermaksud memamerkannya kepada orang-orang.
Jangan Berhias Terlalu Berlebihan(Tabarruj)
Bila anda memperhatikan syarat-syarat tersebut di atas akan nampak bagi anda bahwa banyak di antara wanita-wanita sekarang ini yang menamakan diri sebagai wanita berjilbab, padahal pada hakekatnya mereka belum berjilbab. Mereka tidak menamakan jilbab dengan nama yang sebenarnya. Mereka menamakan Tabarruj sebagai hijab dan menamakan maksiat sebagai ketaatan. Musuh-musuh kebangkitan Islam berusaha dengan sekuat tenaga menggelincirkan wanita itu, lalu Alloh menggagalkan tipu daya mereka dan meneguhkan orang-orang Mu’min di atas ketaatan kepada Tuhannya. Mereka memanfaatkan wanita itu dengan cara-cara kotor untuk memalingkannya dari jalan Tuhan dengan memproduksi jilbab dalam berbagai bentuk dan menamakannya sebagai “jalan tengah” yang dengan itu ia akan mendapatkan ridha Tuhannya -sebagaimana pengakuan mereka- dan pada saat yang sama ia dapat beradaptasi dengan lingkungannya dan tetap menjaga kecantikannya.
Kami Dengar Dan Kami Taat Seorang muslim yang jujur akan menerima perintah Tuhannya dan segera menerjemahkannya dalam amal nyata, karena cinta dan perhomatannya terhadap Islam, bangga dengan syariat-Nya, mendengar dan taat kepada sunnah nabi-Nya dan tidak peduli dengan keadaan orang-orang sesat yang berpaling dari kenyataan yang sebenarnya, serta lalai akan tempat kembali yang ia nantikan. Alloh menafikan keimanan orang yang berpaling dari ketaatan kepada-Nya dan kepada rasul-Nya:“Dan mereka berkata: “Kami telah beriman kepada Alloh dan rasul, dan kami menaati (keduanya).” Kemudian sebagian dari mereka berpaling sesudah itu, sekali-kali mereka itu bukanlah orang-orang yang beriman. Dan apabila mereka dipanggil kepada Alloh dan rasul-Nya, agar rasul menghukum (mengadili) di antara mereka, tiba-tiba sebagian dari mereka menolak untuk datang.” (Q.S. An-Nur: 47-48)
Firman Alloh yang lain (yang artinya): “Sesungguhnya jawaban orang-orang mu’min, bila mereka dipanggil kepada Alloh dan rasul-Nya agar rasul menghukum (mengadili) di antara mereka ialah ucapan: “Kami mendengar dan kami patuh.” Dan mereka itulah orang-orang yang beruntung.” Dan barangsiapa yang taat kepada Allah dan rasul-Nya dan takut kepada Alloh dan bertakwa kepada-Nya, maka mereka adalah orang-orang yang mendapatkan kemenangan.” (Q.S. An-Nur: 51-52)
Dari Shofiyah binti Syaibah berkata: “Ketika kami bersama Aisyah radhiyallahu anha, beliau berkata: “Saya teringat akan wanita-wanita Quraisy dan keutamaan mereka.” Aisyah berkata: “Sesungguhnya wanita-wanita Quraisy memiliki keutamaan, dan demi Allah, saya tidak melihat wanita yang lebih percaya kepada kitab Allah dan lebih meyakini ayat-ayat-Nya melebihi wanita-wanita Anshor. Ketika turun kepada mereka ayat: “Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung ke dadanya.” (Q.S. An-Nur: 31)
Maka para suami segera mendatangi istri-istri mereka dan membacakan apa yang diturunkan Alloh kepada mereka. Mereka membacakan ayat itu kepada istri, anak wanita, saudara wanita dan kaum kerabatnya. Dan tidak seorangpun di antara wanita itu kecuali segera berdiri mengambil kain gorden (tirai) dan menutupi kepala dan wajahnya, karena percaya dan iman kepada apa yang diturunkan Alloh dalam kitab-Nya. Sehingga mereka (berjalan) di belakang Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wassalam dengan kain penutup seakan-akan di atas kepalanya terdapat burung gagak.”
--------------------------------------------
Dikutip dari Kitab "Al Hijab" Departemen Agama Arab Saudi
Penebit: Darul Qosim P.O. Box 6373 Riyadh 11442
http://salafy-jtn.co.nr/
Jumat, 03 Mei 2013
♥ Wahai Orang yang Sedang Jatuh Cinta ♥
Wahai orang yg sedang jatuh cinta,
jangan kau cintai ia karena wajah dan parasnya, karena tak selamanya ia sempurna di matamu, entah suatu saat akan ada masanya wajah itu tumbuh jerawat atau bahkan membusuk yg membuat engkau jijik.
Wahai orang yg sedang jatuh sayang,
jangan kau sayangi ia karena harta dan tahtanya, karena itu hanya penghias dunia saja, entah suatu saat akan ada masanya harta dan tahta itu akan ludes dilalap api atau dihilangkan Allah, yang membuat hidupmu akan sengsara, melarat dan menderita.
Wahai orang yg lagi jatuh suka,
jangan kau sukai ia karena hanya berbalas budi atas kebaikan2 yg ia berikan kepadamu, karena entah suatu saat engkau akan lihat ia melakukan keburukan kpd mu, yg akan membuat engkau membenci setengah mati.
Wahai orang yg jatuh hati, cintailah, sayangilah, dan sukailah ia seadanya, sesuai yg ada pada dirinya, jangan kau agung-agungkan kelebihannya karena engkau akan kecewa ternyata banyak sekali kekurangannya.
Jangan engkau sebut-sebut kekurangannya karena itu akan membuatnya sakit, pahamilah kekurangannya dan tutupilah kekurangan itu dengan kebijaksanaanmu
(Indahnya Menikah Full Barokah)
Senyum (✿◠‿◠)
Rabu, 01 Mei 2013
Beautiful Waiting
*Indahnya Masa Penantian*
Pernikahan bagaikan membuka tabir rahasia.....
Proses pencapaiannya melewati suatu perjalanan yang panjang...
Kadang, untuk menuju ke sana...
Alloh Yang Maha Bijaksana pun justru memberi kesusahan untuk menguji kita..
Tak jarang melukai hati..hingga hikmahnya tertanam dalam..
Tak perlu kita pertanyakan, "apa maksud Alloh...?"
Karena andai kita berbesar hati dan mau mencerna...
Alloh punya alasan tersendiri yang belum kita mengerti...
Yang pasti.. jika kita kehilangan sesuatu...
Kita harus percaya bahwasanya ketika Alloh mengambil sesuatu, Alloh telah siap memberi yang lebih baik..
Menunggu....itu satu pilihan..
Karena walaupun kita ingin mengambil keputusan, kita tidak ingin tergesa-gesa...
Karena walaupun kita ingin cepat..kita tidak ingin sembarangan. ...
Walaupun kita ingin segera menemukan orang yang kita inginkan..kita tidak ingin kehilangan jati diri dalam proses pencarian...
Jika ingin berlari, belajarlah berjalan dahulu...
Jika ingin berenang, belajarlah mengapung dahulu...
Jika ingin dicintai, belajarlah mencintai dahulu....
Tentunya, tetap lebih baik menunggu orang yang tepat..
orang yang kita inginkan..orang yang dicintai dan mencintai..
ketimbang memaksa dan memuaskan diri dengan apa yang ada....
Karena hidup ini terlampau singkat untuk dilewatkan bersama pilihan yang salah...
Berani bertindak gegabah, layaknya berani menerima resiko...
Pernikahan tak dirajut dalam pertimbangan sesaat,
namun bisa saja musnah, juga dalam sesaat....!
Pernikahan, bukanlah akhir dari sebuah perjalanan..
Itulah yang kelak mengajarkan kita kewajiban bersama...
Suami menjadi pelindung, istri penghuninya....
Suami adalah nahkoda kapal, istri navigatornya...
Suami bagai balita yang nakal, istri penuntun kenakalannya. ..
Saat suami menjadi raja, istri menikmati anggur singgasananya...
Seandainya suami supir yang lancang, sabarlah memperingatkannya. ..
Akan halnya...
Haruskah terus menunggu..?
Jawabannya ada pada diri kita...
Pastinya, menunggu mempunyai suatu tujuan yang mulia...
Menguji kadar iman dan takwa....
Belajar meniti sabar dan ridho....
Indahnya masa penantian dengan sabar dan ridho...
Bersambung
Ucapmu tak suka
aku tersenyum
karena kulihat tatapanmu
mencari bayanganku. . .
Ucapmu tak rindu
aku tersenyum
karena kudengar lisanmu
memanggil namaku. . .
Ucapmu tak sayang
aku tersenyum
karena hatimu
berdetak untukku. . .
Ucapmu tak cinta
aku masih tersenyum manis
karena ikhlasmu
meminta kepada-NYA kebaikan untukku
Haruskah kutulis per'pisahan
untuk sebuah pertemuan
yang tak pernah terjanjikan,
Atau kuambil akhir
untuk sebuah awal yang tak pernah teruntai,
Perpisahan & Akhir
dua kata yang tak ingin
kuletakkan di file-ku
Maaf. . .
kupilih bersambung untuk cerita kita
Meski dengan keadaan, tokoh & peran yang berbeda
karena kuingin mengintip
senyuman tulusmu di episode berikutnya.
Senin, 29 April 2013
Karena MU Yaa Rabb
♥ Aku Mencintainya karena-Mu ya Rabb ♥
Ku tulis dengan tinta – tinta pengharapan keridho’an Mu Wahai Ilahi
Wahai yang menciptakan segala alam semesta beserta isinya.
Seluruh alam ini bersujud padaMu yaa Alloh,
Tuhan yang menciptakan segala sesuatu yang indah.
Ya Rabb ,
Sungguh bermula dan akan bermuara padaMu segala sesuatu itu
Ya Alloh ,
Hatiku merasakan perasaan yang kau ciptakan untuk anak – anak keturunan adam
Sebagaimana perasaan indah yang terjadi antara Adam as dan Siti Hawa, Muhammad saw dengan Khadijah binti khuwalid, Ali bin Abu Thalib dengan Fatimatuz Zahra.
Ya Alloh .
Aku mencintai seseorang, ciptaanMu yang indah.
Wahai Alloh
Aku berlindung kepadaMu dari cinta yang tak terbatas
Dari cinta yang hanya menghantui relung – relung jiwa yang kosong
Jauhkan aku dan dia dari cinta antara dua insan yang melampaui batas kecintaan mereka terhadap sesuatu selainMu.
Jangan jadikan aku ataupun ia , kami berdua ,
Seperti cintanya Layla dan Maj’nun.
Pengharapan cinta yang kosong dan terlampaui terlalu jauh.
Ya Rabb
Aku mencintainya karenaMu
Maka cintailah kami Wahai Alloh
Ya Ghaffar
Berilah kami perasaan mencintai yang indah ,
Seindah indahnya mencintai karena Mu.
Ya Qariban
Engkaulah yang Maha Mengetahui segala sesuatu ,
Maka Wahai yang Maha Dekat,
Dekatkanlah kami slalu dalam keindahan mencintai karenaMu,
Ya Rabb ,
Apabila kami lalai ..
Jangan biarkan kami lalai terlalu jauh ,
Jangan biarkan kami mengundang kemurkaan Mu Rabb.
Biarkanlah kami mengundang keriho’anMu melalui usaha yang kami lakukan bersama.
Wahai Allah,
Apabila dia adalah yang terbaik bagiku, maka dekatkanlah
Apabila aku terbaik baginya, maka dekatkanlah.
Satukanlah kami dalam perjamuan keberkahan cintaMu yaa Alloh.
Sungguh aku mencintaiMu Rabb
Dan semoga ia mencintaiMu melebihi cintanya padaku Rabb.
Aku mencintaiMu
Dari lubuk hatiku yang paling dalam
Tidaklah aku mencintainya , melebihi cintaku padaMu yaa Dzaljalali wal Ikram