Jumat, 27 Februari 2026

TA'JIL DAN DOA YANG YANG TAK TERLIHAT

Untuk Sebuah Hati… tentang Berbagi Takjil

Ada yang sederhana dari sekotak takjil.
Ia mungkin hanya berisi kurma, air mineral, atau sepotong kue kecil.
Namun di dalamnya, terselip doa-doa yang tak terlihat,
niat yang lirih, dan cinta yang tak banyak bicara.

Berbagi takjil bukan tentang siapa paling banyak memberi.
Ia tentang hati yang belajar peka—
bahwa di ujung jalan sana ada yang menahan haus,
ada yang menunggu adzan dengan sabar,
ada yang mungkin tak sempat menyiapkan apa-apa untuk berbuka.

Rasulullah ﷺ bersabda:
"Barang siapa memberi makan orang yang berpuasa, maka baginya pahala seperti orang yang berpuasa itu tanpa mengurangi pahala orang tersebut sedikit pun."
(HR. At-Tirmidzi)

Lihatlah…
Allah begitu lembut membuka pintu pahala.

Hanya dengan sebutir kurma,
engkau bisa menanam kebun kebaikan di akhirat.

Untuk sebuah hati yang ingin bertumbuh,
jangan tunggu kaya untuk berbagi.
Jangan tunggu sempurna untuk memberi.
Sebab Ramadhan mengajarkan kita—
yang kecil jika dilakukan dengan ikhlas,
akan Allah jadikan besar.

Maka saat tanganmu menyerahkan takjil itu,
bisikkan dalam hati:
“Ya Allah, ini amanah dari-Mu.
Terimalah, bersihkanlah niatku,
dan jadikan ia cahaya di hari aku membutuhkan.”

Karena sesungguhnya…
yang kita beri hari ini,
bisa jadi adalah yang menyelamatkan kita nanti. 🌙

✍️ Mariah Ulfah Al Qibtiyah _ @mariahyufa

Sabtu, 21 Februari 2026

BANYAK BICARA

Banyak Bicara

Kadang kita ingin terlihat berarti
dengan kata-kata yang berlari
tanpa sadar… hati ikut terbawa
entah menuju cahaya
atau justru gelap yang kita pelihara.

Wahai jiwa,
cerdas bukan tentang ramai suara
bukan pula tentang menang dalam cerita
tetapi tentang lidah yang dijaga
dan hati yang tetap tunduk pada-Nya.

Indahnya lisan
ketika ia bercerita tentang ilmu
menghidupkan harap yang hampir redup
menjadi penyejuk bagi yang lelah
menjadi cahaya bagi yang resah.

Namun betapa beratnya langkah
jika mulut sibuk menebar prasangka
membela diri tanpa jeda
dan lupa…
bahwa takdir selalu lebih tahu arah kita.
Belajarlah diam
saat kata tak lagi membawa kebaikan
belajarlah lembut
saat hati mulai ingin pembenaran.
Karena pada akhirnya
yang membuat kita tampak bijak
bukan seberapa banyak kita bicara
tetapi seberapa dalam kita menjaga rasa
dan seberapa ikhlas kita menerima rahasia-Nya.

Tenanglah…
Allah selalu tahu isi hati yang paling sunyi.

#untuksebuahhati 🤍