Untuk Sebuah Hati… tentang Berbagi Takjil
Ada yang sederhana dari sekotak takjil.
Ia mungkin hanya berisi kurma, air mineral, atau sepotong kue kecil.
Namun di dalamnya, terselip doa-doa yang tak terlihat,
niat yang lirih, dan cinta yang tak banyak bicara.
Berbagi takjil bukan tentang siapa paling banyak memberi.
Ia tentang hati yang belajar peka—
bahwa di ujung jalan sana ada yang menahan haus,
ada yang menunggu adzan dengan sabar,
ada yang mungkin tak sempat menyiapkan apa-apa untuk berbuka.
Rasulullah ﷺ bersabda:
"Barang siapa memberi makan orang yang berpuasa, maka baginya pahala seperti orang yang berpuasa itu tanpa mengurangi pahala orang tersebut sedikit pun."
(HR. At-Tirmidzi)
Lihatlah…
Allah begitu lembut membuka pintu pahala.
Hanya dengan sebutir kurma,
engkau bisa menanam kebun kebaikan di akhirat.
Untuk sebuah hati yang ingin bertumbuh,
jangan tunggu kaya untuk berbagi.
Jangan tunggu sempurna untuk memberi.
Sebab Ramadhan mengajarkan kita—
yang kecil jika dilakukan dengan ikhlas,
akan Allah jadikan besar.
Maka saat tanganmu menyerahkan takjil itu,
bisikkan dalam hati:
“Ya Allah, ini amanah dari-Mu.
Terimalah, bersihkanlah niatku,
dan jadikan ia cahaya di hari aku membutuhkan.”
Karena sesungguhnya…
yang kita beri hari ini,
bisa jadi adalah yang menyelamatkan kita nanti. 🌙
Tidak ada komentar:
Posting Komentar