Banyak Bicara
Kadang kita ingin terlihat berarti
dengan kata-kata yang berlari
tanpa sadar… hati ikut terbawa
entah menuju cahaya
atau justru gelap yang kita pelihara.
Wahai jiwa,
cerdas bukan tentang ramai suara
bukan pula tentang menang dalam cerita
tetapi tentang lidah yang dijaga
dan hati yang tetap tunduk pada-Nya.
Indahnya lisan
ketika ia bercerita tentang ilmu
menghidupkan harap yang hampir redup
menjadi penyejuk bagi yang lelah
menjadi cahaya bagi yang resah.
Namun betapa beratnya langkah
jika mulut sibuk menebar prasangka
membela diri tanpa jeda
dan lupa…
bahwa takdir selalu lebih tahu arah kita.
Belajarlah diam
saat kata tak lagi membawa kebaikan
belajarlah lembut
saat hati mulai ingin pembenaran.
Karena pada akhirnya
yang membuat kita tampak bijak
bukan seberapa banyak kita bicara
tetapi seberapa dalam kita menjaga rasa
dan seberapa ikhlas kita menerima rahasia-Nya.
Tenanglah…
Allah selalu tahu isi hati yang paling sunyi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar