KAMU YANG SEDANG DIKHIANATI
Ketika kepercayaan yang kita berikan justru menjadi jalan datangnya luka
Untuk Sebuah Hati
Mariah Yufa | Motivator Ruhiyah
Ada luka yang tidak terlihat oleh mata.
Tidak ada darah.
Tidak ada perban.
Tidak ada dokter yang bisa menunjuk bagian mana yang sakit.
Tetapi setiap kali mengingatnya, dada terasa sesak.
Itulah luka ketika kepercayaan dikhianati.
Mungkin hari ini kamu sedang mengalaminya.
Seseorang yang kamu percaya ternyata menyimpan sesuatu darimu.
Seseorang yang selama ini kamu bela justru membicarakanmu di belakang.
Seseorang yang kamu cintai ternyata memberikan hatinya kepada orang lain.
Atau seseorang yang pernah berjanji untuk menjaga perasaanmu justru menjadi orang yang paling dalam melukaimu.
Lalu kamu bertanya,
"Mengapa dia tega?"
"Apa salahku?"
"Bukankah selama ini aku sudah berusaha menjadi yang terbaik?"
Dan pertanyaan paling menyakitkan:
"Apakah aku memang tidak cukup baik?"
Wahai hati...
Berhenti sebentar.
Tarik napas.
Dengarkan ini baik-baik:
Pengkhianatan seseorang bukan bukti bahwa kamu tidak berharga.
Orang yang mengkhianatimu sedang menunjukkan pilihan dirinya.
Bukan sedang menentukan nilai dirimu.
JANGAN MENYALAHKAN DIRI TERLALU LAMA
Kita sering melakukan satu kesalahan setelah disakiti:
kita mengadili diri sendiri.
Kita mengulang percakapan.
Mengingat kembali kejadian.
Mencari tanda-tanda yang dulu tidak kita sadari.
"Seandainya aku lebih perhatian..."
"Seandainya aku tidak terlalu percaya..."
"Seandainya aku lebih cantik..."
"Seandainya aku lebih sabar..."
Hingga akhirnya semua kesalahan kita kumpulkan dan kita jadikan alasan mengapa seseorang boleh menyakiti kita.
Tidak.
Kamu boleh mengevaluasi diri.
Tetapi jangan menghukum dirimu atas pilihan buruk orang lain.
Setiap manusia bertanggung jawab atas keputusan yang ia ambil.
Kalau kamu memiliki kekurangan, perbaikilah.
Kalau kamu melakukan kesalahan, mintalah ampun kepada Allah.
Tetapi jangan mengubah kesalahanmu menjadi alasan untuk membenarkan pengkhianatan orang lain.
ALLAH TAHU APA YANG TIDAK DIKETAHUI MANUSIA
Ada satu hal yang sering kita lupakan ketika hati sedang terluka:
Allah tahu semuanya.
Tidak ada kebohongan yang tersembunyi dari-Nya.
Tidak ada air mata yang jatuh tanpa diketahui-Nya.
Tidak ada percakapan diam-diam yang luput dari pengawasan-Nya.
Tidak ada rasa sakit yang kamu tahan sendirian yang tidak Allah ketahui.
Allah berfirman:
إِنَّ اللَّهَ لَا يُحِبُّ الْخَائِنِينَ
“Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berkhianat.”
(QS. Al-Anfal: 58)
Maka ketika manusia membuatmu merasa sendirian, ingatlah:
kamu tidak pernah benar-benar sendirian.
Ada Allah.
Yang melihat.
Yang mengetahui.
Yang mendengar.
Bahkan sebelum kamu mampu mengucapkan apa pun.
MEMAAFKAN TIDAK BERARTI MELUPAKAN
Ada nasihat yang kadang disampaikan terlalu sederhana:
"Sudahlah, maafkan saja."
Padahal hati manusia tidak sesederhana itu.
Memaafkan membutuhkan proses.
Dan memaafkan tidak berarti kita harus memberikan kembali kepercayaan yang sama.
Memaafkan adalah melepaskan dendam dari hati.
Sedangkan percaya kembali adalah keputusan yang berbeda.
Kita boleh memaafkan seseorang sambil tetap membuat batas.
Kita boleh tidak membenci seseorang tanpa kembali dekat dengannya.
Kita boleh mendoakan seseorang tanpa kembali menyerahkan seluruh kepercayaan kepadanya.
Karena menjaga hati bukan berarti menjadi keras.
Menjaga hati berarti belajar bijaksana.
JANGAN BALAS LUKA DENGAN LUKA
Saat dikhianati, hati kita mungkin berkata:
"Aku ingin dia merasakan sakit yang sama."
Wajar jika perasaan itu muncul.
Tetapi jangan biarkan luka menjadikan kita seseorang yang bukan diri kita.
Tidak semua yang kita rasakan harus kita lakukan.
Tidak semua yang ingin kita katakan harus kita ucapkan.
Dan tidak semua yang kita ketahui harus kita bongkar kepada semua orang.
Ada saatnya kita memilih diam.
Bukan karena tidak mampu membalas.
Tetapi karena kita ingin tetap menjadi manusia yang Allah ridai.
Serahkan perkara yang tidak mampu kamu selesaikan kepada Allah.
Biarkan Allah yang menjadi hakim.
Biarkan Allah yang membalas dengan keadilan-Nya.
Sebab ketika kita sibuk membalas, sering kali luka justru semakin lama tinggal di dalam hati.
MUNGKIN INI ADALAH JALAN PULANG
Tidak semua kehilangan adalah hukuman.
Tidak semua perpisahan adalah keburukan.
Tidak semua kekecewaan adalah akhir.
Ada kalanya Allah membiarkan seseorang mengecewakan kita agar kita berhenti menggantungkan kebahagiaan kepada manusia.
Kita belajar:
Manusia bisa berubah.
Manusia bisa pergi.
Manusia bisa lupa pada janji.
Tetapi Allah tidak pernah berubah.
Allah tidak pernah meninggalkan hamba-Nya.
Mungkin selama ini kita terlalu sibuk mencari rasa aman dari manusia.
Lalu Allah mengajarkan:
“Carilah rasa aman itu pada-Ku.”
Mungkin kita terlalu takut kehilangan seseorang.
Lalu Allah mengajarkan:
“Jangan takut kehilangan makhluk sampai kamu lupa bahwa Aku selalu ada.”
Mungkin kita terlalu berharap seseorang memahami kita.
Lalu Allah mengajarkan:
“Aku lebih mengetahui isi hatimu daripada siapa pun.”
“Jangan kehilangan dirimu hanya karena seseorang kehilangan kesetiaannya.”
UNTUKMU YANG MALAM INI MASIH MENANGIS
Tidak apa-apa jika kamu belum bisa tersenyum.
Tidak apa-apa jika sesekali kamu masih teringat.
Tidak apa-apa jika proses sembuhmu membutuhkan waktu.
Jangan memaksa hati untuk segera baik-baik saja.
Tetapi jangan pula membiarkan luka menjauhkanmu dari Allah.
Jika malam ini dadamu terasa sesak, ambillah wudhu.
Dirikanlah shalat.
Lalu berbicaralah kepada Allah.
Tidak perlu kalimat yang indah.
Katakan saja:
“Ya Allah, aku sakit.”
“Aku kecewa.”
“Aku tidak mengerti mengapa ini terjadi.”
“Aku tidak sanggup membalas.”
“Maka Engkau saja yang mengurusnya.”
Dan mungkin, tanpa kamu sadari, air mata yang awalnya jatuh karena manusia...
perlahan berubah menjadi air mata karena merasa begitu dekat dengan Allah.
KELAK, KAMU AKAN MEMAHAMI
Hari ini mungkin kamu belum mengerti.
Mengapa harus terjadi kepadamu?
Mengapa orang itu?
Mengapa setelah semua kebaikan yang kamu berikan?
Tetapi bersabarlah.
Tidak semua jawaban harus kamu dapatkan hari ini.
Ada jawaban yang baru terasa ketika hati sudah tenang.
Mungkin suatu hari nanti kamu akan menoleh ke belakang dan berkata:
“Ternyata saat itu Allah sedang menyelamatkanku.”
Ternyata kehilangan itu bukan akhir.
Ternyata pengkhianatan itu bukan kehancuran.
Ternyata air mata itu bukan kesia-siaan.
Allah sedang mengajarkanmu sesuatu yang tidak mungkin kamu pelajari tanpa melewati luka itu.
SEBUAH DOA UNTUK HATI YANG TERLUKA
Ya Allah...
Jika hati ini sedang patah karena manusia, jangan biarkan ia patah dari-Mu.
Jika kepercayaan kami telah disalahgunakan, ajarkan kami untuk tetap menjadi manusia yang baik tanpa menjadi manusia yang mudah disakiti.
Jika kami dikhianati, jauhkan kami dari dendam.
Jika kami harus melepaskan, berikan kami keikhlasan.
Jika kami harus memulai kembali, berikan kami kekuatan.
Dan jika semua ini adalah jalan agar kami kembali lebih dekat kepada-Mu, maka sembuhkan hati kami dengan cara-Mu yang paling indah.
Aamiin.
UNTUK SEBUAH HATI
Kamu tidak harus menjadi kuat setiap saat.
Kamu boleh menangis.
Kamu boleh kecewa.
Kamu boleh mengakui bahwa kamu terluka.
Tetapi jangan berhenti berjalan.
Pelan-pelan saja.
Bawa lukamu kepada Allah.
Bukan untuk meminta agar Dia menghapus semua kenangan,
tetapi agar Dia memberi hati yang cukup luas untuk menerima takdir-Nya.
Sebab terkadang...
hati yang paling hancur justru menjadi tempat paling luas untuk mengenal Allah.
Mariah Yufa
Motivator Ruhiyah
Tidak ada komentar:
Posting Komentar