Kamis, 30 Januari 2025

Hak-Hak Suami Istri

HAK-HAK SUAMI ISTRI 

Kitab UQUUDU LUJAIN FII BAYAANI  HUQUUQUZ ZAUJAINI 

menguraikan hubungan antara suami dan isteri dan berbagai hak keduanya. Buku ini sangat cocok untuk dijadikan pedoman hidup menuju keluarga sakinah, mawaddah. warahmah.

"Sakinah, Mawaddah, Warahmah" (سَكِينَة مَوَدَّة رَحْمَة) adalah ungkapan dalam Islam yang sering digunakan untuk mendoakan rumah tangga agar menjadi keluarga ideal menurut ajaran Islam. Berikut arti dari masing-masing kata:

1. Sakinah (سَكِينَة)
Artinya: ketenangan, kedamaian, dan rasa tentram
→ Merujuk pada suasana hati dan rumah tangga yang tenang dan damai.

2. Mawaddah (مَوَدَّة)
Artinya: cinta kasih yang dalam dan penuh gairah
→ Cinta yang tumbuh dengan kelembutan, perhatian, dan ketulusan antara suami dan istri.

3. Warahmah (رَحْمَة)
Artinya: kasih sayang dan rahmat Allah
→ Kebaikan dan kelembutan yang terus-menerus, termasuk saling memaafkan dan menolong dalam kebaikan.

Ungkapan ini berasal dari Al-Qur’an, surat Ar-Rum ayat 21:

وَمِنْ اٰيٰتِهٖٓ اَنْ خَلَقَ لَكُمْ مِّنْ اَنْفُسِكُمْ اَزْوَاجًا لِّتَسْكُنُوْٓا اِلَيْهَا وَجَعَلَ بَيْنَكُمْ مَّوَدَّةً وَّرَحْمَةًۗ اِنَّ فِيْ ذٰلِكَ لَاٰيٰتٍ لِّقَوْمٍ يَّتَفَكَّرُوْنَ ۝٢١

> "Dan di antara tanda-tanda (kebesaran)-Nya ialah Dia menciptakan untukmu istri-istri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tentram kepadanya, dan dijadikan-Nya di antaramu rasa kasih sayang dan rahmat..."

💠 Jadi, sakinah, mawaddah, warahmah adalah doa dan harapan agar rumah tangga dipenuhi ketentraman, cinta kasih, dan rahmat Allah.

Pada pembahasan yang pertama kitab ini menjelaskan hak-hak istri. Di antaranya, suami harus memenuhi kebutuhan sandang pangan kepadanya, sebagaimana dia (suami) memenuhi kebutuhan logistiknya, larangan melakukan kekerasan fisik seperti menampar wajah, serta tidak menjelek-jelekkannya.

Hendaknya seorang suami selalu memperhatikan nafkahnya sesuai dengan kesanggupannya. Hendaknya suami selalu bersabar jika menerima cercaan isterinya, atau perlakuan-perlakuan tidak baik lainnya. Hendaknya suami mengasihani isterinya, yaitu dengan bentuk memberi pendidikan secara baik, Barang siapa bersabar atas keburukan perilaku istrinya maka Allah S.W.T akan memberi pahala kepadanya seperti pahala yang pernah diberikan Allah S.W.T kepada Nabi Ayyub AS atas cobaan yang diterimanya. Dan barang siapa bersabar atas keburukan kelakuan suaminya maka Allah S.W.T memberi pahala kepadanya seperti pahala yang pernah diberikan kepada Asiyah istri Fir’aun.
وَبَشِّرْ الصَّابِرِينَ
Maksudnya: “ Dan berilah khabar gembira kepada mereka yang sabar

Dan pada pembahasan ini juga disebutkan pengajaran yang harus didapat sang istri dari suaminya. Hendaknya seorang suami selalu menuntun isterinya pada jalan yang baik. Memberi pendidikan kepadanya berupa pengetahuan agama (Islam), meliputi hukum-hukum bersuci (thaharah) dari hadats besar. Misalnya tentang haid dan nifas, juga dalam masalah ibadah. Meliputi ibadan fardhu (wajib) dan sunnahnya. Pengetahuan tentang shalat, zakat, puasa dan haji, dan sebagainya.

Pada pembahasan yang kedua kitab ini menguraiakan hak hak suami dengan uraian sebagai berikut: Sebaik-baik istri adalah apabila dipandang oleh suaminya menyenangkan, mentaatinya, juga kalau suaminya pergi dia menjaga hartanya. Bagaimana jika seorang isteri berakhlak buruk kepada suaminya? Menurut Syekh Nawawi al-Bantani, penulis kitab ini, hal tersebut bagaikan orangtua renta yang memikul beban berat. Sedang isteri yang menyenangkan suami dan menimbulkan ketenangan di hatinya, maka itu ibarat mahkota yang dilapisi emas.

Selain itu, Syekh Nawawi al-Bantani juga menyertakan kewajiban isteri terhadap suami, antara lain:

Memiliki sikap pemalu di hadapan suami sepanjang waktu.
Merendahkan pandangannya di hadapan suami.
Mentaati apa yang diperintah suami.
Menyongsong kedatangan suami dan mengantarkannya ketika keluar rumah.
Menampakkan rasa cinta dan bergembira di hadapannya.
Menyerahkan dirinya secara penuh di sisi suaminya ketika di tempat tidur.
Memperhatikan kebersihan mulutnya dan menggunakan wewangian.
Berpenampilan menarik di hadapan suami dan tidak berhias jika suami sedang pergi.
Selain itu, penulis kitab ini juga menyertakan warning: seandainya seorang istri waktu malam beribadah kepada Allah SWT dan siangnya selalu berpuasa, sementara suaminya mengajak dia tidur bersama (jima’) tetapi dia terlambat memenuhi panggilan (ajakannya), maka kelak di hari kiamat ia datang dalam keadaan terantai dan terbelenggu, serta ia dikumpulkan bersama setan di neraka yang paling bawah. Bilamana seorang isteri yang diajak suaminya bersetubuh, lalu dia mengulur-ngulur waktu hingga suaminya tertidur, maka dia terlaknat. Apabila seorang istri bermuka masam di hadapan suaminya maka ia berada dalam kemurkaan Allah hingga ia tersenyum kembali dan berusaha meminta keridhoannya. Dan mana saja isteri yang keluar rumahnya tanpa mendapat restu suaminya maka ia dilaknati para malaikat hingga kembali. Dan, apabila seorang istri berkata pada suaminya : “Sama sekali aku belum pernah melihat engkau berbuat baik”, maka Allah SWT memutuskan rahmat baginya kelak di hari kiamat. Apabila seorang istri yang menuntut cerai suaminya tanpa ada perkara yang memperbolehkan (alasan yang jelas), maka haram baginya menikmati bau harumnya surga.(Para Ulama mengatakan hadis ini doif, namun di hadist-hadist yang sahih intinya adalah wajibnya seorang istri untuk taat kepada suaminya).

*Kesimpulannya terletak pada hadist berikut:*
“Jika seorang perempuan selalu menjaga sholat lima waktu juga berpuasa sebulan pada Ramadhan, serta betul-betul menjaga kemaluannya (dari perbuatan zina), dan benar-benar taat kepada suaminya maka dikatakan pada perempuan yang memiliki sifat mulia ini: “Masuklah dalam surga melalui pintu mana saja yang engkau sukai.” (HR. Ahmad)

Adapun pada bagian yang ketiga, kitab ini menjelaskan tanggung jawab suami istri dengan uraian bahwa, pertama kali yang tanyakan pada isteri di hari kiamat adalah tentang shalatnya dan suaminya. Begitu juga bagi suami, kelak yang ditanyakan pertama kali mengenai shalatnya, kemudian tentang istrinya dan perkara-perkara yang yang lain. Dengan demikian, masing-masing memiliki tanggungjawab berat sebagai pribadi yang kelak semua perbuatannya dipertanggungjawabkan di hadapan Allah S.W.T.

Di sisi lain, penulis kitab juga menyertakan empat kriteria wanita yang masuk surga, yaitu:

Istri yang memelihara kesucian (kehormatan dirinya).
Menaati suaminya, banyak anaknya, penyabar, menerima apa adanya.
Mempunyai rasa malu.
Kalau suaminya sedang pergi dia memelihara dirinya dan harta suaminya

Sedangkan empat macam wanita yang masuk neraka:
Istri yang berlisan buruk pada suaminya.
Kalau suaminya sedang pergi ia tidak menjaga kehormatan dirinya.
Istri yang berani pada suami.
Isteri yang membebani suaminya dengan beban yang tidak sanggup dipikulnya.

Pada bagian ini juga dibahas tentang berbagai pahala istri sebagaimana berikut: Apabila seorang istri sedang hamil, maka para malaikat memohonkan ampunan untuknya, dan setiap harinya dicatat memperoleh seribu kebajikan dan seribu keburukannya dihapus. Apabila telah mencapai rasa sakit (menjelang melahirkan) maka Allah SWT mencatat pahala baginya seperti pahala orang orang yang berjihad di jalan Allah SWT. Apabila telah melahirkan, maka dibebaskan dari segala dosa. Apabila seorang istri yang tidur bersama suaminya dengan sepenuh hati, sesungguhnya Allah telah mengampuni dosa-dosanya yang telah berlalu dan yang akan datang. Ketika seorang istri mencucikan pakaian suaminya, maka Allah mencatat untuknya memperoleh seribu kebajikan dan mengampuni seribu keburukannya, meninggikan seribu kali derajat untuknya dan semua makhluk yang berada di bawah sinar mentari memohonkan ampun untuknya. Dalam bab ini, Syekh Nawawi juga menyertakan ulasan siksa bagi kaum wanita yang durhaka.

Pengarang kitab juga menyertakan beberapa hal yang harus dilakukan seorang istri, yaitu:

Mudah menerima keadaan (qana’ah), berbakti dan mentaati suami.
Hendaknya seorang istri menjadi sebagai perempuan yang selalu didambakan dan dirindukan lantaran tatapan mata dan ciumannya.
Ketika bercumbu mesra dengan suaminya dalam selalu keadaan harum melekat dalam dirinya.
Hendaknya seorang istri selalu memperhatikan waktu makan dan tidur suaminya.
Hendaknya seorang istri pandai pandai memelihara harta dan rahasia keluarga suami yang dapat mempermalukan dirinya.
Hendaknya seorang istri jangan menentang perintahnya, dan jangan suka menyebarkan rahasia suami.
Sedangkan pada bab kelima, pengarang membahas tentang yang relasi antara laki laki dan perempuan. Diharamkan bagi kaum lelaki memandang kaum wanita yang bukan mahramnya, begitu juga kaum wanita melihat kaum lelaki yang bukan mahramnya. Juga dibahas aturan relasi pria-wanita dan jebakan-jebakan setan yang rawan muncul dari keduanya.

Sedangkan pada bagian yang keenam dibahas cara membentuk rumah tangga islami. Dalam Islam pernikahan itu mempunyai nilai yang sangat suci, agung dan sakral. Suami sebagai qawwam (pemimpin) dan istri sebagai ribatul bait (pengatur) rumahtangga. Setelah Ijab kabul selesai diucapkan, maka konsekwensinya:

Yang awalnya haram menjadi halal.
Terjadilah pemindahan tanggung jawab seorang wanita dari orang tua/wali ke suaminya.
Keikhlasan seorang wanita dipimpin oleh suami dan taat pada suami.
Pada bagian ini juga dibahas tentang rumah tangga yang Islami dan tipenya:

1. RUMAH TANGGA BISNIS

Pada awal dibinanya rumah tangga ini telah dihitung-hitung berapa keuntungan materi yang akan diperoleh. Bila aku menikah dengan si fulan, tabunganku akan bertambah saat dan setelah menikah. Apa pasanganku nanti dapat menambah hartaku atau malah akan mengurangi. Dan bila kami nanti punya anak, berapa anak yang kira-kira dapat menguntungkan usaha yang kami jalankan saat ini.

2. RUMAH TANGGA “BARAK”

Yang terdengar dari rumah tangga ini hanya perintah-perintah atau komando-  layaknya jendral kepada kopralnya. Bila si kopral tidak melaksanakan atau lalai menjalankan tugas, maka konsekwensinya adalah hukuman.

3. RUMAH TANGGA “ARENA TINJU”

Bila suami dan istri merasa memiliki derajat, kekuatan dan posisi yang setara serta pendapatnya. Bila ada perbedaan atau salah faham, maka dimulailah “pertandingan” yang cekcok, baku hantam atau baku UFO (piring terbang). Masing-masing berusaha mencari kemenangan dengan berbagai cara. Tidak ada kata damai sebelum salah satunya menyerah.

5. RUMAH TANGGA ISLAMI

Di dalamnya ditegakkan adab-adab Islam,. Mereka saling mencintai karena Allah, saling menasehati. Setiap anggota betah tinggal di dalamnya karena ada suasana sakinah, mawaddah dan rahmah. Keluarga ini bagaikan surga dunia, sesuai dengan sabda Rasulullah SAW: baiti jannatii artinya Rumahku adalah Surgaku. Karena di dalamnya penuh dengan kedamaian yang sejati.dan didasarkan pada nilai-nilai Islami.

Rabu, 23 Oktober 2024

DOA TOLAK BALA

DOA TOLAK BALA

Diketahui doa ini bermakna mohon perlindungan agar dijauhkan dari hal-hal buruk.

Doa tolak bala ini sebenarnya dikutip dari kitab Kifayah Al-Ubbaddin, kitab yang memuat cara ibadah sehari-hari.

اللّٰهُمَّ بِحَقِّ الْفَاتِحَةِ وَسِرِّ الْفَاتِحَةِ يَا فَارِجَ الْهَمِّ وَيَاكَاشِفَ الْغَمِّ، يَامَنْ لِعِبَادِهِ يَغْفِرُوَيَرْحَمُ، يَادَافِعَ الْبَلَاءِ يَا اَللّٰهُ، وَيَادَافِعَ الْبَلَاءِ يَارَحْمٰنُ وَيَادَافِعَ الْبَلَاءِ يَارَحِيْمُ وَ صَلَّى اللَّهُ وَسَلَّمَ عَلَى خَيْرِ خَلْقِهِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ  اَجْمَعِيْنَ سُبْحَانَ رَبِّكَ رَبِّ الْعِزَّةِ عَمَّا يَصِفُونَ وَسَلَامٌ عَلَى الْمُرْسَلِينَ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ

Bacaan latin

Allohumma bihaqqil Fatihah, Wasirril fatihah, Yaa Faarijal hamma, wa Yaa kasyifal ghomma, Yaa Man li ibaadihi yaghfiru wa yarham, Yaa dafi'al bala-i Yaa Allah, wa Yaa dafi'al bala-i Ya rohman, wa Yaa dafi'al bala-i Yaa Rohiim. wa sholallohu wa sallama 'ala khoiri kholqihi sayyidina Muhammadin wa 'ala alihi wa shohbihi ajma'in. Subhaana robbika robbil izzati amma yashifun. Wasalamun 'alal mursalin walhamdulillahi robbil 'alamiin.

Artinya:

Ya Allah, dengan kebenaran Al-Fatihah dan rahasia Al-Fatihah, Wahai sang pembedah kegelisahan, wahai Sang penyingkap kebingungan, Wahai dzat yang mengampuni dan mengasihi para hambanya, Wahai Sang Penolak Bala, Ya Allah. Wahai Sang Penolak Bala, Ya Rohman. Wahai Sang Penolak Bala, Ya Rohim. Sholawat dan salam semoga selalu terlimpah untuk baginda Nabi Muhammad dan para keluarga serta sahabatnya semua, Maha suci Tuhanmu, Yang Memiliki Keperkasaan (lzzah) dari apa yang mereka katakan. Keselamatan semoga dilimpahkan kepada para rasul. Dan segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam.

Rabu, 08 November 2023

Bersabarlah, Semua Kan Berakhir Indah

Assalamualaikum warahmatullahi wabarokatuh 

Halo sobat dengan EmYu (Mariah Ulfah) @yufamariah @mariahyufa disini, semoga kalian semua sehat dan berlimpah rezeki ya! Aamiin.

Di tengah kesibukan, saya berhasil menerbitkan sebuah karya baru berjudul "Bersabarlah, Semua Kan Berakhir Indah". Buku ini saya tulis bersama teman-teman penulis lainnya.

Dukung dan doakan saya terus produktif dan berkarya ya!

Dapatkan harga spesial selama masa pre-order. Miliki buku ini dengan chat/DM/email saya (mariahyufa@gmail.com) ! Kirimkan nama, alamat, nomor Whatsapp, dan jumlah pesanan.

https://www.qrcbn.com/check/62-2038-5797-723









Jumat, 30 April 2021

Resep Kue Telur Gabus Anti Gagal

Resep Telur Gabus Anti Gagal

Bahan A
2 telur ayam
1/2 sdm penyedap
3/4 garam
10 sdm keju parut
2 sdm margarin

Bahan B
25 sdm tapioka

cara pengolahan:
l bahan A yang sudah diblender ke dalam wadah kemudian tambahkan bahan B, aduk rata hingga kalis.

siapkan wajan berisi 1/2 liter minyak, lalu bagi dua adonan, pilin 1/2 adonan dengan tangan dan masukkan ke dalam wajan berisi minyak tersebut hingga habis 1/2, ulangi 1/2 adonan sisanya di penggorengan yg lain.

jerang wajan yang sudah berisi 1/2 adonan yang dipilin tadi dengan api kecil, masak hingga menguning lalu angkat dan tiriskan. Telur gabus siap dihidangkan.

Rabu, 11 Maret 2020

Fried Chicken Oat Meal

Pake Bahasa Kite Aja Yaa....

1,Yg pertama ayam potong potong agak kecil dr biasanya.
2,ayam ksh lada sama jeruk nipis,diamkan 5 menit
3,siapkan telur,bawang putih sama out meal ,Royco ayam di blender tanpa air.
4,diamkan smpe setengh hari
5,siapkan tepung biasa jgn yg berbumbu.
6.ayam taruh di tepung dipijat ditepok pijat tepok,
7,siapkan minyak goreng agak bayak dgn api kecil.
8,siap di goreng lama Gore g hampir 20 menit,nanti akan merasakan nikmatnya friends chicken ala ala KFC yg sehat tanpa bahan pengawet,
selamat mencoba💃💃💃💃

Sabtu, 25 Januari 2020

TEKS ANEKDOT

Pengertian Teks Anekdot

Secara singkat, teks anekdot dapat diartikan sebagai cerita pendek yang bersifat lucu yang ditulis sebagai bentuk kritikan terhadap suatu fenomena di masyarakat. Sedangkan menurut KBBI, anekdot didefinisikan sebagai cerita singkat yang menarik karena lucu dan mengesankan, biasanya mengenai orang penting atau terkenal dan berdasarkan kejadian yang sebenarnya.

Teks anekdot merupakan suatu karangan atau cerita berdasarkan kejadian yang benar-benar terjadi di kehidupan nyata yang ditulis secara singkat dan mengandung unsur humor atau kelucuan di dalamnya. Meskipun mengandung unsur humor atau kelucuan yang bertujuan membangkitkan tawa pembaca, namun tujuan utama penulisan teks anekdot adalah untuk mengkritisi, menyindir, maupun mengungkapkan kebenaran dibalik suatu kejadian yang tengah terjadi di masyarakat. Teks anekdot tidak memiliki batasan topik. Penulis dibebaskan dalam memilih topik seperti politik, kesehatan, pendidikan, dan lain-lain. Biasanya, teks anekdot menampilkan tokoh penting atau terkenal didalamnya agar lebih menarik perhatian pembacanya.

Ciri-ciri Teks Anekdot

Untuk membedakannya dengan  karangan atau cerita lain, teks anekdot memiliki ciri-ciri sebagai berikut:

Berkisah tentang hal-hal yang bersifat humor atau lelucon.

Secara umum menceritakan tentang manusia maupun hewan.

Disajikan dalam bentuk menyerupai dongeng.

Faktual, topik yang dibicarakan pernah atau tengah terjadi di masyarakat.

Biasanya menampilkan tokoh penting atau terkenal untuk menarik perhatian pembaca

Bertujuan untuk mengkritisi suatu fenomena, atau kejadian, atau tokoh. Teks anekdot seringkali dimanfaatkan sebagai media mengkritisi layanan publik di bidang politik, sosial, ekonomi, sosial, budaya, pertahanan, dan keamanan (poleksosbudhankam).

Struktur Penulisan Teks Anekdot

Dalam penulisannya, teks anekdot memiliki struktur-struktur yang membangun keseluruhan teks. Secara umum struktur teks anekdot dibagi menjadi Abstraksi, Orientasi, Event, Krisis, Reaksi, dan Koda. Untuk mengetahui bagian-bagian struktur secara lebih mendalam satu per satu, berikut ulasan struktur teks anekdot:

Abstraksi: Bagian ini terletak pada bagian awal teks anekdot. Isinya berupa gambaran umum tentang isi dari teks anekdot yang ditulis.

Orientasi: Bagian kedua dari teks anekdot ini merupakan pengantar dari teks anekdot yang ditulis. Bagian ini berisi tentang awal mula maupun hal-hal yang melatarbelakangi peristiwa atau kejadian di dalam teks anekdot yang ditulis.

Event: Bagian ini merangkum rangkaian peristiwa atau kejadian yang terjadi dalam teks anekdot yang ditulis.

Krisis: Pada bagian ini, permasalahan yang menjadi sorotan utama teks anekdot dimunculkan.

Reaksi: Bagian ini berisikan langkah-langkah penyelesaian dari permasalahan yang timbul pada bagian kritis.

Koda: Bagian ini merupakan bagian akhir dari suatu teks anekdot. Pada bagian ini terdapat kesimpulan dari cerita ataupun fenomena yang dibahas dalam suatu teks anekdot.

Kaidah Bahasa Teks Anekdot

Seperti halnya jenis-jenis karangan lain dalam Bahasa Indonesia, teks anekdot juga memiliki beberapa kaidah kebahasaan tersendiri. Berikut beberapa kaidah kebahasaan yang menjadi pakem dalam menulis teks anekdot:

Menggunakan kata keterangan waktu lampau, seperti pada suatu hari; di suatu pagi yang cerah; dan lain-lain.

Menggunakan konjungsi atau kata penghubung, seperti kemudian; lalu; sebab-akibat; oleh karena itu; dan lain-lain.

Menggunakan penggunaan kata kerja, seperti pergi; pulang; jalan; dan lain-lain.

Peristiwa atau cerita disajikan secara kronologis atau urut berdasarkan kejadian waktu.

Menggunakan jenis pertanyaan retotik, yakni jenis pertanyaan yang tidak membutuhkan jawaban. Pertanyaan ini digunakan untuk menimbulkan efek sindiran halus.

Langkah-langkah Menulis Teks Anekdot

Sebelum memulai menulis teks anekdot, berikut beberapa cara mudah yang harus diketahui dalam menulis teks anekdot:

Tentukan topik dari teks yang akan ditulis. Topik dapat berdasarkan kejadian asli, imajinasi, maupun gabungan dari keduanya.

Tentukan tujuan dari teks yang akan ditulis. Penentuan tujuan ini berguna agar cerita yang ditulis nantinya tepat sasaran dan tidak terlalu bertele-tele.

Mengumpulkan bahan penulisan. Bahan penulisan bisa didapat dengan mengamati kejadian-kejadian di lingkungan sekitar. Selain itu, bahan penulisan dapat digali dari imajinasi penulis. Dalam membuat bahan penulisan, penulis dapat menambahkan hubungan sebab-akibat suatu permasalahan yang mengandung unsur humor di dalamnya.

Menyusun kerangka karangan. Setelah topik, tujuan, dan bahan telah terkumpul, hal yang selanjutnya dilakukan adalah membangun kerangka karangan dan menyusunnya menjadi suatu cerita yang utuh.

Contoh-contoh Teks Anekdot

Berikut beberapa contoh teks anekdot beserta penjabarannya.

1. Presiden Indonesia ‘Gila’

Suatu waktu, dalam kunjungannya ke Amerika Serikat, Presiden Indonesia keempat terlibat obrolan ringan dengan Presiden Amerika di Gedung Putih. Presiden Indonesia kemudian bercerita tentang presiden-presiden yang pernah menjabat di Indonesia.

“Presiden-presiden di Indonesia itu gila semua.”, celetuk Sang Presiden RI.

“Kenapa Anda bicara seperti itu? Bisa tolong Anda jelaskan.”, Sang Presiden AS bertanya tidak mengerti.

“Ya, presiden pertama kami gila wanita. Kemudian presiden kedua gila harta. Lalu presiden yang menjabat sebelum saya, dia gila teknologi.”

“Lalu bagaimana dengan Anda sendiri yang menjabat sebagai presiden saat ini?”, Presiden AS bertanya.

Presiden RI pun menjawab sembari tertawa, “Kalau sekarang, yang gila ya yang milih saya”

Cerita di atas  merupakan salah satu contoh teks anekdot. Teks anekdot ini menyoroti tentang kejadian terpilihnya Presiden RI yang keempat, yakni K.H. Abdurrahman Wahid. Kala itu terpilihnya Gusdur, cukup membuat perdebatan, mengingat kondisi kesehatan fisik dari Gusdur, di mana salah satu persyaratan menjadi presiden adalah “sehat jasmani dan rohani”. Jika dilihat dari strukturnya, maka teks anekdot di atas dapat dijabarkan sebagai berikut:

Abstraksi :

Suatu waktu, dalam kunjungannya ke Amerika Serikat, Presiden Indonesia keempat tengah terlibat obrolan  ringan dengan Presiden Amerika di Gedung Putih.

Orientasi :

Presiden Indonesia kemudian bercerita tentang presiden-presiden yang pernah menjabat di Indonesia.

Krisis :

Presiden RI berkata, “Presiden-presiden di Indonesia itu gila semua.”

Reaksi :

“Kenapa Anda bicara seperti itu? Bisa tolong Anda jelaskan.”, Sang Presiden AS bertanya tidak mengerti. “Ya, presiden pertama kami gila wanita. Kemudian presiden kedua gila harta. Lalu presiden yang menjabat sebelum saya, dia gila teknologi.”. “Lalu bagaimana dengan Anda sendiri yang menjabat sebagai presiden saat ini?”, Presiden AS bertanya.

Koda :

Presiden RI pun menjawab sembari tertawa, “Kalau sekarang, yang gila ya yang milih saya

2. Bodrex

Suatu hari di bulan puasa, seorang kakek tiba-tiba merasa pusing di kepalanya. Sang kakek pun langsung meminum obat Bodrex yang ada di lemari untuk meredakan sakit kepalanya. Cucunya yang melihat kejadian tersebut kemudian bertanya, “Kakek kan sedang puasa, kenapa kakek malah minum obat?”. Dengan tampang tak berdosa, sang kakek menjawab sekenanya, “Itukan obat Bodrex, bisa diminum kapan aja.”

Cerita di atas merupakan contoh teks anekdot. Teks anekdot ini mencoba membahas tentang tagline dari salah satu merek obat, Bodrex. Tagline “Dapat diminum kapan saja” sebenarnya memiliki arti obat ini dapat diminum sebelum maupun sesudah makan. Namun, pada teks itu sengaja disalahtafsirkan untuk menampilkan unsur humor di dalamnya. Jika dilihat dari strukturnya, maka teks anekdot di atas dapat dijabarkan sebagai berikut:

Abstraksi : Suatu hari di bulan puasa.

Orientasi : Seorang kakek tiba-tiba merasa pusing di kepalanya.

Krisis : Sang kakek pun langsung meminum obat Bodrex yang ada di lemari untuk meredakan sakit kepalanya.

Reaksi : Cucunya yang melihat kejadian tersebut kemudian bertanya, “Kakek kan sedang puasa, kenapa kakek malah minum obat?”.

Koda : Dengan tampang tak berdosa, sang kakek menjawab sekenanya, “Itukan obat Bodrex, bisa diminum kapan aja.”

3. Sekolah ‘Bertarif’ Internasional

Di sebuah sekolah, terlihat seorang guru tengah mengajar di sebuah ruang kelas. Sofa merupakan salah satu murid di kelas tersebut.

“Sebelum mengakhiri pelajaran, ibu guru akan memberikan sedikit pengumuman.”, sontak terdengar riuh tanda protes dari murid-murid.

“Tenang-tenang!”, sang guru kembali mengambil alih keadaan. “Ada kabar gembira, mulai pelajaran tahun depan, sekolah kita akan menjadi SBI.”. Kelas pun kembali riuh setelah mendengar pengumuman dari sang guru.

“Berarti sekolah kita bakal jadi sekolah bertaraf internasional, Bu?”, tanya seorang murid.

“Benar sekali. Seiring meningkatnya taraf sekolah kita, kita juga harus mempersiapkan hal-hal untuk meningkatkan kapabilitas kita, baik itu dari staf pengajar maupun dari siswa-siswinya. Kira-kira menurut kalian apa saja yang harus kita persiapkan?”, sang guru melemparkan pertanyaan ke murid-muridnya.

“Kemampuan bahasa Inggris, Bu. Karena kalau sekolah kita menjadi SBI, maka bahasa pengantar sehari-harinya menjadi bahasa Inggris, Bu.”, sahut salah seorang murid.

“Ya, benar sekali. Ada lagi yang menambahkan?”

“Harus nyiapin uang lebih banyak, Bu.”, celetuk Sofa dari baris belakang.

“Apa maksud kamu, Sofa?”, sang guru heran dengan jawaban muridnya.

“Ya iya, Bu. Kita harus mempersiapkan uang bayaran lebih banyak. Karena kalau sekolah kita jadi SBI bukan cuma tarafnya yang internasional, tapi ‘tarifnya’ juga internasional.”

Tawa pun pecah di seluruh ruang kelas, sang guru pun hanya bisa menggelengkan kepala menanggapi jawaban salah satu muridnya.

Cerita di atas merupakan salah satu contoh teks anekdot. Teks anekdot tersebut mencoba mengkritisi kebijakan sekolah bertaraf internasional yang beberapa waktu lalu sempat diterapkan di beberapa sekolah di dalam negeri. Kebijakan tersebut menjadi polemik karena dianggap membeda-bedakan kelas antar satu golongan murid dengan yang lainnya. Selain itu kebijakan sekolah bertaraf internasional juga dianggap sebagai ajang untuk meminta bayaran yang lebih tinggi dari para wali murid. Jika dilihat dari strukturnya, maka teks anekdot di atas dapat dijabarkan sebagai berikut:

Abstraksi :

Di sebuah sekolah, terlihat seorang guru tengah  sebuah ruang kelas. Sofa merupakan salah satu murid di kelas tersebut.

Orientasi :

“Sebelum mengakhiri pelajaran, ibu guru akan memberikan sedikit pengumuman.”, sontak terdengar riuh tanda protes dari murid-murid.

Krisis :

“Ada kabar gembira, mulai pelajaran tahun depan, sekolah kita akan menjadi SBI.”

Reaksi :

“Benar sekali. Seiring meningkatnya taraf sekolah kita, kita juga harus mempersiapkan hal-hal untuk meningkatkan kapabilitas kita, baik itu dari staf pengajar maupun dari siswa-siswinya. Kira-kira menurut kalian apa saja yang harus kita persiapkan?”, sang guru melemparkan pertanyaan ke murid-muridnya.

“Harus nyiapin uang lebih banyak, Bu.”, celetuk Sofa dari baris belakang.

“Apa maksud kamu, Sofa?”, sang guru heran dengan jawaban muridnya.

Koda :

“Ya iya, Bu. Kita harus mempersiapkan uang bayaran lebih banyak. Karena kalau sekolah kita jadi SBI bukan cuma tarafnya yang internasional, tapi ‘tarifnya’ juga internasional.”Tawa pun pecah di seluruh ruang kelas, sang guru pun hanya bisa menggelengkan kepala menanggapi jawaban salah satu muridnya.

4. ‘Ujung – Ujungnya Duit’

Di suatu kelas tengah berlangsung pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan. Terlihat sang guru tengah menerangkan dengan semangat.

“Seperti yang dulu pernah diterangkan sewaktu SMP, Undang-Undang Dasar kita telah berubah beberapa kali mengikuti kondisi masyarakat Indonesia di zamannya. Namun, meski begitu, UUD 1945 tetap menjadi acuan semua peraturan yang berlaku di Indonesia dari dulu hingga sekarang. Dengan kata lain, semua peraturan di Indonesia diatur dalam UUD 1945.”, sang guru memandang ke sekeliling kelas, nampak seorang murid tertidur di bangku belakang.

“Tono, coba kamu jelaskan tentang perubahan UUD selama ini dan apa yang dimaksud semua peraturan diatur dalam UUD!”, sang guru setengah berteriak membangunkan.

Yang dimaksud Tono terbangun karena sikutan teman sebangkunya, “Saya, Pak?”, jawabnya masih setengah tertidur.

“Iya coba kamu jelaskan tentang perubahan UUD selama ini dan apa yang dimaksud semua peraturan diatur dalam UUD!”, sang guru mengulangi pertanyaannya.

“Saya tidak tahu pak tentang perubahan UUD.”,jawabnya asal. “Tapi saya bisa jelaskan mengapa semua peraturan diatur dalam UUD.”

“Maksud kamu? Coba jelaskan!”

“Kenapa semua peraturan diatur dalam UUD ya karena semua peraturan di Indonesia UUD alias ujung-ujungnya duit.”

Sontak suasana kelas pun menjadi ramai. Seluruh penghuni kelas tersebut, tak terkecuali sang guru tertawa mendengar celetukan Tono.

Cerita di atas merupakan salah satu contoh teks anekdot. Teks anekdot tersebut mencoba mengangkat fenomena yang sering terjadi di lembaga perwakilan rakyat yang merumuskan perundang-undangan. Undang-undang sering kali tidak lagi memperhatikan hajat orang banyak, namun lebih sering ditumpangi kepentingan-kepentingan yang menguntungkan beberapa pihak. Jika dilihat dari strukturnya, maka teks anekdot di atas dapat dijabarkan sebagai berikut:

Abstraksi :

Di suatu kelas tengah berlangsung pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan. Terlihat sang guru tengah menerangkan dengan semangat.

Orientasi :

“Seperti yang dulu pernah diterangkan sewaktu SMP, Undang-Undang Dasar kita telah berubah beberapa kali mengikuti kondisi masyarakat Indonesia di zamannya. Namun, meski begitu, UUD 1945 tetap menjadi acuan semua peraturan yang berlaku di Indonesia dari dulu hingga sekarang. Dengan kata lain, semua peraturan di Indonesia diatur dalam UUD 1945.”, sang guru memandang ke sekeliling kelas, nampak seorang murid tertidur di bangku belakang.

Krisis :

Saya tidak tahu pak tentang perubahan UUD.”,jawabnya asal. “Tapi saya bisa jelaskan mengapa semua peraturan diatur dalam UUD.”

Reaksi :

“Maksud kamu, coba jelaskan!”

Koda :

“Kenapa semua peraturan diatur dalam UUD ya karena semua peraturan di Indonesia UUD alias ujung-ujungnya duit.” Sontak suasana kelas pun menjadi ramai. Seluruh penghuni kelas tersebut, tak terkecuali sang guru tertawa mendengar celetukan Tono.