Minggu, 04 Januari 2026

KEMATIAN BUKAN AKHIR CERITA

Kematian Bukan Akhir Cerita 

Ketika tubuh-tubuh itu telah diam,
Allah masih membaca jejaknya.
Bukan hanya langkah yang pernah melangkah ke masjid,
tapi juga kata yang menguatkan,
nasihat yang ditinggalkan,
dan contoh yang diam-diam diikuti.

Allah berfirman : Kami menghidupkan yang mati.
Seolah mengingatkan,
bahwa kematian bukan akhir cerita,
ia hanya jeda sebelum perhitungan dimulai.

Kami menulis apa yang mereka kerjakan,
dan lebih dalam lagi,
apa yang mereka tinggalkan.
Sebab ada amal yang selesai bersama napas,
namun ada yang terus berjalan,
meski pelakunya telah kembali ke tanah.
Satu kebaikan kecil
yang mengalirkan keberanian pada hati lain,
satu keburukan ringan
yang membuka pintu maksiat bagi sesudahnya.
semuanya dicatat,
tanpa tergesa, tanpa lupa.

Dan di hadapan Allah,
tak ada jejak yang hilang.
Semua terkumpul dalam Imam yang jelas,
catatan yang tak pernah salah membaca niat.

Maka jika hari ini kita lelah berbuat baik,
ingatlah:
barangkali bukan hari ini balasannya,
tapi suatu saat,
saat jejak itu pulang sebagai cahaya.

@mariahyufa @yufamariah

Senin, 15 Desember 2025

Untuk Ibu, di Langit Doaku

Untuk Ibu, di Langit Doaku

Ibu,
dalam tidurku kau hadir
bukan untuk meminta,
tapi mengulurkan tangan
seolah ingin menenangkan hatiku.

Padahal aku tahu,
akulah yang masih belajar ikhlas,
akulah yang sering merasa
belum cukup berbakti.

Jika ada kata yang tak sempat terucap,
pelukan yang tertahan oleh waktu,
atau air mata yang baru jatuh setelah kepergianmu.
maka ya Allah,
terimalah semua itu sebagai doa anak
yang mencintai ibunya tanpa syarat.

Ampuni ibu,
dan ampunilah aku.
Jika rindu ini berat,
ringankanlah dengan rahmat-Mu.

Ibu,
jika benar jarak itu hanya sejengkal,
maka pertemukan kami kelak
tanpa perpisahan,
di tempat di mana maaf
tak lagi perlu diucap,
karena cinta telah sempurna.

Selasa, 02 Desember 2025

DUA PILAR SEBUAH NAMA

Dua Pilar Sebuah Nama

Ada dua hal yang membuat seseorang berdiri tegap di hadapan manusia.
Bukan karena nama yang panjang,
bukan pula karena suara yang paling keras.

Pertama adalah integritas.
Ia seperti akar yang menancap dalam.
Tak terlihat, tapi darinyalah kepercayaan tumbuh.
Ketika ucapan selaras dengan perbuatan,
ketika amanah dijaga meski tak ada yang mengawasi,
di situlah hati-hati mulai percaya.

Kedua adalah kapasitas.
Ia seperti ranting yang menjulang dan daun yang merekah.
Terlihat oleh mata, dinilai oleh dunia.
Ilmu, kemampuan, karya, dan bukti nyata —
itulah yang membuat seseorang diakui keberadaannya.

Dan hidup selalu meminta kita memiliki keduanya:
akar yang kuat agar tidak tumbang,
dan cabang yang berkembang agar terus bermanfaat.

Sebab orang memang dipercaya karena integritasnya,
dan diakui karena kapasitasnya.
Namun dihormati — itu hanya diberikan kepada
mereka yang menjaga keduanya dengan rendah hati.