Rabu, 08 November 2023
Bersabarlah, Semua Kan Berakhir Indah
Jumat, 30 April 2021
Resep Kue Telur Gabus Anti Gagal
Rabu, 11 Maret 2020
Fried Chicken Oat Meal
Sabtu, 25 Januari 2020
TEKS ANEKDOT
Minggu, 17 Maret 2019
Jumat, 14 Desember 2018
ASPIRIN
Manfaat dan Efek Samping Aspirin, Si Obat Serbaguna
Oleh dr. Maizan Khairun Nissa Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh:dr. Tania Savitri - Dokter Umum .

Aspirin adalah salah satu obat tertua di dunia. Obat ini pertama kali tercatat digunakan oleh bangsa Sumeria dan Mesir dalam pengobatan sehari-hari, terutama untuk mengobati rasa sakit. Obat aspirin pada zaman dahulu terbuat dari tanaman daun willow. Hippocrates juga mengembangkan aspirin melalui ekstrak tanaman ini. Kemudian, banyak penelitian dikembangkan untuk mencari berbagai khasiat dari aspirin beserta dosis yang digunakan. Faktanya, aspirin kini menjadi obat yang mampu mengatasi banyak masalah kesehatan.
Tapi, di balik khasiatnya yang multi fungsi, obat ini pun memiliki beberapa efek samping yang perlu diwaspadai. Apa saja baik-buruk obat sejuta umat ini? Yuk, ikuti penjelasan berikut ini.
Kandungan obat aspirin yang multifungsi
Obat aspirin, atau dalam dunia farmasi disebut asam asetil salisilat, adalah bentuk olahan senyawa salisin yang terdapat dalam banyak tumbuhan. Senyawa ini memiliki beberapa fungsi, sesuai dosisnya. Pada dasarnya, aspirin bekerja menghambat enzim yang memproduksi dan mengatur kerja prostaglandin, sebuah senyawa dalam tubuh yang diproduksi saat terjadi peradangan. Jadi, semua hal yang melibatkan prostaglandin dapat dicegah oleh aspirin.
Beberapa efek yang dihasilkan aspirin antara lain:
Efek antipiretik → berfungsi menurunkan suhu tubuh saat demam.
Efek anti-inflamasi → berfungsi meredakan peradangan.
Efek analgetik → peredam rasa nyeri.
Efek anti-platelet → mencegah sel darah (trombosit) menempel pada dinding pembuluh darah, sehingga pembekuan darah dapat dihambat.
Berapa dosis aspirin yang tepat?
Ada perbedaan antara obat aspirin yang dijual bebas dan yang diresepkan oleh dokter. Aspirin yang dijual bebas di apotek biasanya tersedia dalam bentuk tablet oral, tablet kunyah, bentuk bubuk, juga permen karet. Sedangkan yang diresepkan dokter biasanya berupa tablet lepas berkala, sehingga dapat melepaskan obat secara perlahan-lahan. Pada tablet lepas berkala, kadar obat dalam darah dapat terjaga dan menghasilkan efek terapi jangka panjang.
Dalam buku farmakologi, Katzhung et almenyebutkan bahwa dosis obat aspirin untuk mendapatkan efek anti nyeri dan anti-demam adalah 300-900 mg, diberikan setiap 4-6 jam. Dosis maksimumnya adalah 4 gram sehari, karena jika lebih dari itu, aspirin akan menunjukkan efek sampingnya. Sedangkan untuk mendapatkan efek anti peradangan, dosis yang digunakan adalah 4-6 gram per hari.
Untuk mendapatkan efek anti-platelet, dosis yang digunakan adalah 60-80 mg secara oral per hari. Pada proses pembekuan darah, aspirin menghambat jalur siklooksigenase yang memproduksi tromboksan A2 dan prostaglandin yang menyebabkan penggumpalan darah yang mungkin menyumbat pembuluh darah.
Konsumsi aspirin dianjurkan agar mengikuti dosis sesuai dengan kebutuhan. Pada orang yang memiliki gangguan fungsi ginjal dan hati, penyesuaian dosis mutlak dilakukan. Begitu pun untuk pemakaian jangka panjang. Bila Anda rutin mengonsumsi aspirin dan akan melakukan operasi baik operasi besar ataupun operasi kecil (seperti cabut gigi), konsumsi aspirin wajib dihentikan untuk mencegah perdarahan pada saat operasi berlangsung.
Walaupun pada umumnya aspirin aman, namun aspirin tetap memiliki efek samping, bahkan dapat berbahaya bagi sebagian orang. Oleh sebab itu, konsumsi aspirin yang aman haruslah dalam pengawasan dokter.
Manfaat aspirin untuk kesehatan
1. Mengatasi demam
Ketika Anda mengalami demam dan gejala penyerta seperti badan ngilu, tablet aspirin dosis tunggal dapat membuat Anda merasa jauh lebih baik. Senyawa anti-piretik dalam obat aspirin dapat mengirimkan sinyal ke otak untuk mengatur suhu tubuh, sehingga demam dapat diatasi.
2. Obat sakit kepala mujarab
Prostaglandin adalah senyawa yang bertugas mengirim sinyal sakit ke otak, sedangkan aspirin bekerja memblok senyawa ini, sehingga bermanfaat untuk pengobatan sakit kepala. Nyeri kepala sebelah atau migrain pun dapat diatasi oleh aspirin dalam waktu yang relatif cepat.
3. Baik untuk kesehatan kulit
Tidak hanya bagi kesehatan organ dalam, aspirin juga bermanfaat sebagai obat luar akibat efek anti-peradangan yang dimilikinya. Aspirin dapat menghilangkan jerawat dan bekas gigitan serangga pada kulit. Untuk kebutuhan ini, penggunaan aspirin bukan diminum, melainkan dibuat bentuk adonan/pasta.
Pasta aspirin dapat dibuat dari dua butir aspirin yang dihancurkan, ditambah beberapa tetes air. Cukup oleskan pada jerawat atau bekas gigitan serangga dan biarkan mengering. Setelah itu, bilas dengan air. Hati-hati untuk orang yang sensitif aspirin, karena pasta aspirin bukan menghilangkan noda di kulit, tapi malah justru menimbulkan iritasi.
4. Menurunkan angka kematian akibat kanker dan perlemakan hati
Liver dapat mengalami perlemakan pada orang-orang yang mengonsumsi alkohol dalam jangka panjang. Aspirin dapat menghambat proses perlemakan hati ini, sehingga tidak terjerumus pada komplikasi yang lebih lanjut yaitu kanker hati. Beberapa penelitian juga dikembangkan untuk mencari manfaat lain dari aspirin. Hasilnya, sebuah penelitian dari John Radcliffe Hospital, Oxford, menunjukkan bahwa obat aspirin dapat mengurangi kematian akibat beberapa jenis kanker.
Angka kematian turun 34% untuk semua kanker dan 54% bagi kanker pencernaan. Setelah 20 tahun, risiko kematian kanker 20% lebih rendah pada kelompok yang diberi aspirin dibandingkan kelompok tanpa aspirin. Namun, penelitian lain masih berlangsung dan diharapkan dapat menyempurnakan hasil tersebut.
5. Sebagai pengencer darah
Efek anti penggumpalan yang dimiliki aspirin membuat obat ini dapat mengencerkan darah. Ada beberapa penyakit yang dapat dicegah, antara lain penyakit jantung koroner dan penyumbatan vena akibat duduk terlalu lama. Walaupun aspirin dapat membantu mencegah serangan jantung, tetap saja pasien tidak boleh meminum obat aspirin setiap hari tanpa anjuran dokter. Biasanya dokter akan memberikan aspirin sebagai pengencer darah pada:
Pasien yang sudah pernah mengalami serangan jantung atau stroke
Pasien dengan cincin/stent jantung, atau pernah menjalani operasi bypass
Pasien yang berisiko mengalami serangan jantung dan mengalami diabetes
Efek samping aspirin yang mungkin terjadi
1. Perdarahan organ-organ dalam
Sifatnya yang mengencerkan darah dapat menyebabkan perdarahan di berbagai tempat dalam tubuh bila dikonsumsi dalam jumlah tak terbatas dan melebihi dosis. Tempat yang paling sering mengalami perdarahan adalah lambung. Gejala yang timbul akibat perdarahan akibat aspirin antara lain nyeri perut hebat, feses yang menghitam, dan urin yang kemerahan.
2. Aspirin berbahaya untuk anak-anak
Aspirin dapat menyebabkan timbulnya gangguan serius yang disebut dengan Sindroma Reye. Pada sindroma ini, terjadi penimbunan lemak di otak, hati, dan organ tubuh lainnya pada anak, terutama jika obat aspirin diberikan saat anak mengalami cacar air atau flu.
3. Aspirin berbahaya untuk ibu hamil
Aspirin tidak dianjurkan diminum oleh ibu hamil. Obat ini berbahaya bagi janin karena menyebabkan banyak kelainan bawaan, seperti penyakit jantung bawaan dan mengurangi berat badan lahir. Hal ini karena aspirin mampu menembus lapisan plasenta dan mempengaruhi tumbuh kembang janin.
Nah, walaupun aspirin memiliki banyak manfaat bagai obat dewa, namun penggunaannya harus hati-hati. Tetap komunikasikan pada dokter Anda sebelum memulai terapi dengan obat ini.
Jumat, 10 Agustus 2018
Contoh Anak Kalimat dan Induk Kalimat dalam Bahasa Indonesia
Contoh Anak Kalimat dan Induk Kalimat dalam Bahasa Indonesia
Setelah sebelumnya membahas jenis-jenis kalimat seperti contoh kalimat langsung, contoh kalimat berita negatif, serta contoh kalimat kritik, kali ini kita akan membahas salah satu jenis-jenis kalimat majemuk, yaitu kalimat majemuk bertingkat. Dalam contoh kalimat majemuk bertingkat, jenis kalimat majemuk ini merupakan penggabungan dua kalimat atau lebih yang dimana unsur-unsurnya terdiri atas anak kalimat dan induk kalimat.
Baca : macam-macam kalimat majemuk setara – contoh kalimat majemuk rapatan – contoh kalimat majemuk campuran – contoh kalimat majemuk setara – ciri-ciri kata majemuk – contoh kalimat tunggal dan kalimat majemuk
Anak kalimat merupakan pelengkap dari induk kalimat, sedangkan induk kalimat merupakan inti kalimat yang dapat berdiri sendiri. Idealnya, induk kalimat diletakkan di depan anak kalimat. Namun, anak kalimat juga bisa diletakkan di depan induk kalimat. Biasanya, anak kalimat selalu menggunakan salah satu jenis-jenis kata, yakni jenis-jenis konjungsi yang diletakkan di depan anak kalimat.
Contoh anak kalimat dan induk kalimat
1. Ayah pulang saat aku berada di luar rumah.
Anak kalimat : aku berada di luar rumah.
Induk kalimat : Ayah pulang.
2. Kehidupannya berubah drastis setelah Ibunya meninggal.
Anak kalimat : setelah Ibunya meninggal.
Induk kalimat : kehidupannya berubah drastis.
3. Saat aku pergi dari rumah, rumahku tiba-tiba di rampok.
Anak kalimat : saat aku pergi dari rumah.
Induk kalimat : rumahku tiba-tiba dirampok.
4. Walaupun hidupnya susah, Rizki tetap tegar dalam menjalani kehidupan.
Anak kalimat : walaupun hidupnya susah.
Induk kalimat : Rizky tetap tegar dalam menjalani kehidupan.
5. Untuk memenuhi kebutuhan keluarga, Pak Samin berjualan cilok di depan sebuah Sekolah Dasar (SD).
Anak kalimat : untuk memenuhi kebutuhan keluarga.
Induk kalimat : Pak Samin berjualan cilok di depan sebuah Sekolah Dasar (SD).
6. Meski berat, aku harus merelakan dia pergi.
Anak kalimat: meski berat.
Induk kalimat: aku harus merelakan dia pergi.
7. Para penonton pun bersorak kegirangan saat para personel Godbless menaiki panggung satu per satu.
Anak kalimat : saat personel Godbless menaiki panggung satu per satu.
Induk kalimat : para penonton bersorak kegirangan.
8. Kelompok 1 beranggotakan 5 orang, yakni Ade, Lili, Fifi, Adam, dan Ulfah.
Anak kalimat : yakni Ade, Lili, ifi, Adam, dan Ulfah.
Induk kalimat : kelompok 1 beranggotakan 5 orang.
9. Sejak saat itu, hubungan kami kian dekat.
Anak kalimat : sejak saat itu.
Induk kalimat : hubungan kami kian dekat.
10. Sebelum aku berangkat ke sekolah, Ayah sudah berangkat ke kantor terlebih dahulu.
Anak kalimat: sebelum aku berangkat ke sekolah.
Induk kalimat: Ayah sudah berangkat ke kantor terlebih dahulu.
11. Pembawa acara memberikan ice breaking kepada para peserta seminar supaya mengurangi rasa jenuh.
Anak kalimat : supaya mengurangi rasa jenuh.
Induk kalimat : pembawa acara memberikan ice breaking kepada para peserta.
12. Kalau saja waktu itu aku ceroboh, mungkin saat ini aku tengah menyesal.
Anak kalimat : kalau saja waktu itu aku ceroboh.
Induk kalimat : mungkin saat ini aku tengah menyesal.
13. Dia tidak menyapaku, padahal tadi sempat berpapasan dengannya di jalan.
Anak kalimat : padahal tadi sempat berpapasan dengannya di jalan.
Induk kalimat : dia tidak menyapaku.
14. Tugas mendidik anak tidak hanya diemban oleh guru, tetapi juga diemban oleh orang tua.
Anak kalimat : tetapi juga diemban oleh orang tua.
Induk kalmiat : tugas mendidik anak tidak hanya diemban oleh guru.