Rabu, 08 November 2023

Bersabarlah, Semua Kan Berakhir Indah

Assalamualaikum warahmatullahi wabarokatuh 

Halo sobat dengan EmYu (Mariah Ulfah) @yufamariah @mariahyufa disini, semoga kalian semua sehat dan berlimpah rezeki ya! Aamiin.

Di tengah kesibukan, saya berhasil menerbitkan sebuah karya baru berjudul "Bersabarlah, Semua Kan Berakhir Indah". Buku ini saya tulis bersama teman-teman penulis lainnya.

Dukung dan doakan saya terus produktif dan berkarya ya!

Dapatkan harga spesial selama masa pre-order. Miliki buku ini dengan chat/DM/email saya (mariahyufa@gmail.com) ! Kirimkan nama, alamat, nomor Whatsapp, dan jumlah pesanan.

https://www.qrcbn.com/check/62-2038-5797-723









Jumat, 30 April 2021

Resep Kue Telur Gabus Anti Gagal

Resep Telur Gabus Anti Gagal

Bahan A
2 telur ayam
1/2 sdm penyedap
3/4 garam
10 sdm keju parut
2 sdm margarin

Bahan B
25 sdm tapioka

cara pengolahan:
l bahan A yang sudah diblender ke dalam wadah kemudian tambahkan bahan B, aduk rata hingga kalis.

siapkan wajan berisi 1/2 liter minyak, lalu bagi dua adonan, pilin 1/2 adonan dengan tangan dan masukkan ke dalam wajan berisi minyak tersebut hingga habis 1/2, ulangi 1/2 adonan sisanya di penggorengan yg lain.

jerang wajan yang sudah berisi 1/2 adonan yang dipilin tadi dengan api kecil, masak hingga menguning lalu angkat dan tiriskan. Telur gabus siap dihidangkan.

Rabu, 11 Maret 2020

Fried Chicken Oat Meal

Pake Bahasa Kite Aja Yaa....

1,Yg pertama ayam potong potong agak kecil dr biasanya.
2,ayam ksh lada sama jeruk nipis,diamkan 5 menit
3,siapkan telur,bawang putih sama out meal ,Royco ayam di blender tanpa air.
4,diamkan smpe setengh hari
5,siapkan tepung biasa jgn yg berbumbu.
6.ayam taruh di tepung dipijat ditepok pijat tepok,
7,siapkan minyak goreng agak bayak dgn api kecil.
8,siap di goreng lama Gore g hampir 20 menit,nanti akan merasakan nikmatnya friends chicken ala ala KFC yg sehat tanpa bahan pengawet,
selamat mencobaπŸ’ƒπŸ’ƒπŸ’ƒπŸ’ƒ

Sabtu, 25 Januari 2020

TEKS ANEKDOT

Pengertian Teks Anekdot

Secara singkat, teks anekdot dapat diartikan sebagai cerita pendek yang bersifat lucu yang ditulis sebagai bentuk kritikan terhadap suatu fenomena di masyarakat. Sedangkan menurut KBBI, anekdot didefinisikan sebagai cerita singkat yang menarik karena lucu dan mengesankan, biasanya mengenai orang penting atau terkenal dan berdasarkan kejadian yang sebenarnya.

Teks anekdot merupakan suatu karangan atau cerita berdasarkan kejadian yang benar-benar terjadi di kehidupan nyata yang ditulis secara singkat dan mengandung unsur humor atau kelucuan di dalamnya. Meskipun mengandung unsur humor atau kelucuan yang bertujuan membangkitkan tawa pembaca, namun tujuan utama penulisan teks anekdot adalah untuk mengkritisi, menyindir, maupun mengungkapkan kebenaran dibalik suatu kejadian yang tengah terjadi di masyarakat. Teks anekdot tidak memiliki batasan topik. Penulis dibebaskan dalam memilih topik seperti politik, kesehatan, pendidikan, dan lain-lain. Biasanya, teks anekdot menampilkan tokoh penting atau terkenal didalamnya agar lebih menarik perhatian pembacanya.

Ciri-ciri Teks Anekdot

Untuk membedakannya dengan  karangan atau cerita lain, teks anekdot memiliki ciri-ciri sebagai berikut:

Berkisah tentang hal-hal yang bersifat humor atau lelucon.

Secara umum menceritakan tentang manusia maupun hewan.

Disajikan dalam bentuk menyerupai dongeng.

Faktual, topik yang dibicarakan pernah atau tengah terjadi di masyarakat.

Biasanya menampilkan tokoh penting atau terkenal untuk menarik perhatian pembaca

Bertujuan untuk mengkritisi suatu fenomena, atau kejadian, atau tokoh. Teks anekdot seringkali dimanfaatkan sebagai media mengkritisi layanan publik di bidang politik, sosial, ekonomi, sosial, budaya, pertahanan, dan keamanan (poleksosbudhankam).

Struktur Penulisan Teks Anekdot

Dalam penulisannya, teks anekdot memiliki struktur-struktur yang membangun keseluruhan teks. Secara umum struktur teks anekdot dibagi menjadi Abstraksi, Orientasi, Event, Krisis, Reaksi, dan Koda. Untuk mengetahui bagian-bagian struktur secara lebih mendalam satu per satu, berikut ulasan struktur teks anekdot:

Abstraksi: Bagian ini terletak pada bagian awal teks anekdot. Isinya berupa gambaran umum tentang isi dari teks anekdot yang ditulis.

Orientasi: Bagian kedua dari teks anekdot ini merupakan pengantar dari teks anekdot yang ditulis. Bagian ini berisi tentang awal mula maupun hal-hal yang melatarbelakangi peristiwa atau kejadian di dalam teks anekdot yang ditulis.

Event: Bagian ini merangkum rangkaian peristiwa atau kejadian yang terjadi dalam teks anekdot yang ditulis.

Krisis: Pada bagian ini, permasalahan yang menjadi sorotan utama teks anekdot dimunculkan.

Reaksi: Bagian ini berisikan langkah-langkah penyelesaian dari permasalahan yang timbul pada bagian kritis.

Koda: Bagian ini merupakan bagian akhir dari suatu teks anekdot. Pada bagian ini terdapat kesimpulan dari cerita ataupun fenomena yang dibahas dalam suatu teks anekdot.

Kaidah Bahasa Teks Anekdot

Seperti halnya jenis-jenis karangan lain dalam Bahasa Indonesia, teks anekdot juga memiliki beberapa kaidah kebahasaan tersendiri. Berikut beberapa kaidah kebahasaan yang menjadi pakem dalam menulis teks anekdot:

Menggunakan kata keterangan waktu lampau, seperti pada suatu hari; di suatu pagi yang cerah; dan lain-lain.

Menggunakan konjungsi atau kata penghubung, seperti kemudian; lalu; sebab-akibat; oleh karena itu; dan lain-lain.

Menggunakan penggunaan kata kerja, seperti pergi; pulang; jalan; dan lain-lain.

Peristiwa atau cerita disajikan secara kronologis atau urut berdasarkan kejadian waktu.

Menggunakan jenis pertanyaan retotik, yakni jenis pertanyaan yang tidak membutuhkan jawaban. Pertanyaan ini digunakan untuk menimbulkan efek sindiran halus.

Langkah-langkah Menulis Teks Anekdot

Sebelum memulai menulis teks anekdot, berikut beberapa cara mudah yang harus diketahui dalam menulis teks anekdot:

Tentukan topik dari teks yang akan ditulis. Topik dapat berdasarkan kejadian asli, imajinasi, maupun gabungan dari keduanya.

Tentukan tujuan dari teks yang akan ditulis. Penentuan tujuan ini berguna agar cerita yang ditulis nantinya tepat sasaran dan tidak terlalu bertele-tele.

Mengumpulkan bahan penulisan. Bahan penulisan bisa didapat dengan mengamati kejadian-kejadian di lingkungan sekitar. Selain itu, bahan penulisan dapat digali dari imajinasi penulis. Dalam membuat bahan penulisan, penulis dapat menambahkan hubungan sebab-akibat suatu permasalahan yang mengandung unsur humor di dalamnya.

Menyusun kerangka karangan. Setelah topik, tujuan, dan bahan telah terkumpul, hal yang selanjutnya dilakukan adalah membangun kerangka karangan dan menyusunnya menjadi suatu cerita yang utuh.

Contoh-contoh Teks Anekdot

Berikut beberapa contoh teks anekdot beserta penjabarannya.

1. Presiden Indonesia ‘Gila’

Suatu waktu, dalam kunjungannya ke Amerika Serikat, Presiden Indonesia keempat terlibat obrolan ringan dengan Presiden Amerika di Gedung Putih. Presiden Indonesia kemudian bercerita tentang presiden-presiden yang pernah menjabat di Indonesia.

“Presiden-presiden di Indonesia itu gila semua.”, celetuk Sang Presiden RI.

“Kenapa Anda bicara seperti itu? Bisa tolong Anda jelaskan.”, Sang Presiden AS bertanya tidak mengerti.

“Ya, presiden pertama kami gila wanita. Kemudian presiden kedua gila harta. Lalu presiden yang menjabat sebelum saya, dia gila teknologi.”

“Lalu bagaimana dengan Anda sendiri yang menjabat sebagai presiden saat ini?”, Presiden AS bertanya.

Presiden RI pun menjawab sembari tertawa, “Kalau sekarang, yang gila ya yang milih saya”

Cerita di atas  merupakan salah satu contoh teks anekdot. Teks anekdot ini menyoroti tentang kejadian terpilihnya Presiden RI yang keempat, yakni K.H. Abdurrahman Wahid. Kala itu terpilihnya Gusdur, cukup membuat perdebatan, mengingat kondisi kesehatan fisik dari Gusdur, di mana salah satu persyaratan menjadi presiden adalah “sehat jasmani dan rohani”. Jika dilihat dari strukturnya, maka teks anekdot di atas dapat dijabarkan sebagai berikut:

Abstraksi :

Suatu waktu, dalam kunjungannya ke Amerika Serikat, Presiden Indonesia keempat tengah terlibat obrolan  ringan dengan Presiden Amerika di Gedung Putih.

Orientasi :

Presiden Indonesia kemudian bercerita tentang presiden-presiden yang pernah menjabat di Indonesia.

Krisis :

Presiden RI berkata, “Presiden-presiden di Indonesia itu gila semua.”

Reaksi :

“Kenapa Anda bicara seperti itu? Bisa tolong Anda jelaskan.”, Sang Presiden AS bertanya tidak mengerti. “Ya, presiden pertama kami gila wanita. Kemudian presiden kedua gila harta. Lalu presiden yang menjabat sebelum saya, dia gila teknologi.”. “Lalu bagaimana dengan Anda sendiri yang menjabat sebagai presiden saat ini?”, Presiden AS bertanya.

Koda :

Presiden RI pun menjawab sembari tertawa, “Kalau sekarang, yang gila ya yang milih saya

2. Bodrex

Suatu hari di bulan puasa, seorang kakek tiba-tiba merasa pusing di kepalanya. Sang kakek pun langsung meminum obat Bodrex yang ada di lemari untuk meredakan sakit kepalanya. Cucunya yang melihat kejadian tersebut kemudian bertanya, “Kakek kan sedang puasa, kenapa kakek malah minum obat?”. Dengan tampang tak berdosa, sang kakek menjawab sekenanya, “Itukan obat Bodrex, bisa diminum kapan aja.”

Cerita di atas merupakan contoh teks anekdot. Teks anekdot ini mencoba membahas tentang tagline dari salah satu merek obat, Bodrex. Tagline “Dapat diminum kapan saja” sebenarnya memiliki arti obat ini dapat diminum sebelum maupun sesudah makan. Namun, pada teks itu sengaja disalahtafsirkan untuk menampilkan unsur humor di dalamnya. Jika dilihat dari strukturnya, maka teks anekdot di atas dapat dijabarkan sebagai berikut:

Abstraksi : Suatu hari di bulan puasa.

Orientasi : Seorang kakek tiba-tiba merasa pusing di kepalanya.

Krisis : Sang kakek pun langsung meminum obat Bodrex yang ada di lemari untuk meredakan sakit kepalanya.

Reaksi : Cucunya yang melihat kejadian tersebut kemudian bertanya, “Kakek kan sedang puasa, kenapa kakek malah minum obat?”.

Koda : Dengan tampang tak berdosa, sang kakek menjawab sekenanya, “Itukan obat Bodrex, bisa diminum kapan aja.”

3. Sekolah ‘Bertarif’ Internasional

Di sebuah sekolah, terlihat seorang guru tengah mengajar di sebuah ruang kelas. Sofa merupakan salah satu murid di kelas tersebut.

“Sebelum mengakhiri pelajaran, ibu guru akan memberikan sedikit pengumuman.”, sontak terdengar riuh tanda protes dari murid-murid.

“Tenang-tenang!”, sang guru kembali mengambil alih keadaan. “Ada kabar gembira, mulai pelajaran tahun depan, sekolah kita akan menjadi SBI.”. Kelas pun kembali riuh setelah mendengar pengumuman dari sang guru.

“Berarti sekolah kita bakal jadi sekolah bertaraf internasional, Bu?”, tanya seorang murid.

“Benar sekali. Seiring meningkatnya taraf sekolah kita, kita juga harus mempersiapkan hal-hal untuk meningkatkan kapabilitas kita, baik itu dari staf pengajar maupun dari siswa-siswinya. Kira-kira menurut kalian apa saja yang harus kita persiapkan?”, sang guru melemparkan pertanyaan ke murid-muridnya.

“Kemampuan bahasa Inggris, Bu. Karena kalau sekolah kita menjadi SBI, maka bahasa pengantar sehari-harinya menjadi bahasa Inggris, Bu.”, sahut salah seorang murid.

“Ya, benar sekali. Ada lagi yang menambahkan?”

“Harus nyiapin uang lebih banyak, Bu.”, celetuk Sofa dari baris belakang.

“Apa maksud kamu, Sofa?”, sang guru heran dengan jawaban muridnya.

“Ya iya, Bu. Kita harus mempersiapkan uang bayaran lebih banyak. Karena kalau sekolah kita jadi SBI bukan cuma tarafnya yang internasional, tapi ‘tarifnya’ juga internasional.”

Tawa pun pecah di seluruh ruang kelas, sang guru pun hanya bisa menggelengkan kepala menanggapi jawaban salah satu muridnya.

Cerita di atas merupakan salah satu contoh teks anekdot. Teks anekdot tersebut mencoba mengkritisi kebijakan sekolah bertaraf internasional yang beberapa waktu lalu sempat diterapkan di beberapa sekolah di dalam negeri. Kebijakan tersebut menjadi polemik karena dianggap membeda-bedakan kelas antar satu golongan murid dengan yang lainnya. Selain itu kebijakan sekolah bertaraf internasional juga dianggap sebagai ajang untuk meminta bayaran yang lebih tinggi dari para wali murid. Jika dilihat dari strukturnya, maka teks anekdot di atas dapat dijabarkan sebagai berikut:

Abstraksi :

Di sebuah sekolah, terlihat seorang guru tengah  sebuah ruang kelas. Sofa merupakan salah satu murid di kelas tersebut.

Orientasi :

“Sebelum mengakhiri pelajaran, ibu guru akan memberikan sedikit pengumuman.”, sontak terdengar riuh tanda protes dari murid-murid.

Krisis :

“Ada kabar gembira, mulai pelajaran tahun depan, sekolah kita akan menjadi SBI.”

Reaksi :

“Benar sekali. Seiring meningkatnya taraf sekolah kita, kita juga harus mempersiapkan hal-hal untuk meningkatkan kapabilitas kita, baik itu dari staf pengajar maupun dari siswa-siswinya. Kira-kira menurut kalian apa saja yang harus kita persiapkan?”, sang guru melemparkan pertanyaan ke murid-muridnya.

“Harus nyiapin uang lebih banyak, Bu.”, celetuk Sofa dari baris belakang.

“Apa maksud kamu, Sofa?”, sang guru heran dengan jawaban muridnya.

Koda :

“Ya iya, Bu. Kita harus mempersiapkan uang bayaran lebih banyak. Karena kalau sekolah kita jadi SBI bukan cuma tarafnya yang internasional, tapi ‘tarifnya’ juga internasional.”Tawa pun pecah di seluruh ruang kelas, sang guru pun hanya bisa menggelengkan kepala menanggapi jawaban salah satu muridnya.

4. ‘Ujung – Ujungnya Duit’

Di suatu kelas tengah berlangsung pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan. Terlihat sang guru tengah menerangkan dengan semangat.

“Seperti yang dulu pernah diterangkan sewaktu SMP, Undang-Undang Dasar kita telah berubah beberapa kali mengikuti kondisi masyarakat Indonesia di zamannya. Namun, meski begitu, UUD 1945 tetap menjadi acuan semua peraturan yang berlaku di Indonesia dari dulu hingga sekarang. Dengan kata lain, semua peraturan di Indonesia diatur dalam UUD 1945.”, sang guru memandang ke sekeliling kelas, nampak seorang murid tertidur di bangku belakang.

“Tono, coba kamu jelaskan tentang perubahan UUD selama ini dan apa yang dimaksud semua peraturan diatur dalam UUD!”, sang guru setengah berteriak membangunkan.

Yang dimaksud Tono terbangun karena sikutan teman sebangkunya, “Saya, Pak?”, jawabnya masih setengah tertidur.

“Iya coba kamu jelaskan tentang perubahan UUD selama ini dan apa yang dimaksud semua peraturan diatur dalam UUD!”, sang guru mengulangi pertanyaannya.

“Saya tidak tahu pak tentang perubahan UUD.”,jawabnya asal. “Tapi saya bisa jelaskan mengapa semua peraturan diatur dalam UUD.”

“Maksud kamu? Coba jelaskan!”

“Kenapa semua peraturan diatur dalam UUD ya karena semua peraturan di Indonesia UUD alias ujung-ujungnya duit.”

Sontak suasana kelas pun menjadi ramai. Seluruh penghuni kelas tersebut, tak terkecuali sang guru tertawa mendengar celetukan Tono.

Cerita di atas merupakan salah satu contoh teks anekdot. Teks anekdot tersebut mencoba mengangkat fenomena yang sering terjadi di lembaga perwakilan rakyat yang merumuskan perundang-undangan. Undang-undang sering kali tidak lagi memperhatikan hajat orang banyak, namun lebih sering ditumpangi kepentingan-kepentingan yang menguntungkan beberapa pihak. Jika dilihat dari strukturnya, maka teks anekdot di atas dapat dijabarkan sebagai berikut:

Abstraksi :

Di suatu kelas tengah berlangsung pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan. Terlihat sang guru tengah menerangkan dengan semangat.

Orientasi :

“Seperti yang dulu pernah diterangkan sewaktu SMP, Undang-Undang Dasar kita telah berubah beberapa kali mengikuti kondisi masyarakat Indonesia di zamannya. Namun, meski begitu, UUD 1945 tetap menjadi acuan semua peraturan yang berlaku di Indonesia dari dulu hingga sekarang. Dengan kata lain, semua peraturan di Indonesia diatur dalam UUD 1945.”, sang guru memandang ke sekeliling kelas, nampak seorang murid tertidur di bangku belakang.

Krisis :

Saya tidak tahu pak tentang perubahan UUD.”,jawabnya asal. “Tapi saya bisa jelaskan mengapa semua peraturan diatur dalam UUD.”

Reaksi :

“Maksud kamu, coba jelaskan!”

Koda :

“Kenapa semua peraturan diatur dalam UUD ya karena semua peraturan di Indonesia UUD alias ujung-ujungnya duit.” Sontak suasana kelas pun menjadi ramai. Seluruh penghuni kelas tersebut, tak terkecuali sang guru tertawa mendengar celetukan Tono.

Jumat, 14 Desember 2018

ASPIRIN


Manfaat dan Efek Samping Aspirin, Si Obat Serbaguna


Oleh dr. Maizan Khairun Nissa  Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh:dr. Tania Savitri - Dokter Umum .



Aspirin adalah salah satu obat tertua di dunia. Obat ini pertama kali tercatat digunakan oleh bangsa Sumeria dan Mesir dalam pengobatan sehari-hari, terutama untuk mengobati rasa sakit. Obat aspirin pada zaman dahulu terbuat dari tanaman daun willow. Hippocrates juga mengembangkan aspirin melalui ekstrak tanaman ini. Kemudian, banyak penelitian dikembangkan untuk mencari berbagai khasiat dari aspirin beserta dosis yang digunakan. Faktanya, aspirin kini menjadi obat yang mampu mengatasi banyak masalah kesehatan.


Tapi, di balik khasiatnya yang multi fungsi, obat ini pun memiliki beberapa efek samping yang perlu diwaspadai. Apa saja baik-buruk obat sejuta umat ini? Yuk, ikuti penjelasan berikut ini.


Kandungan obat aspirin yang multifungsi


Obat aspirin, atau dalam dunia farmasi disebut asam asetil salisilat, adalah bentuk olahan senyawa salisin yang terdapat dalam banyak tumbuhan. Senyawa ini memiliki beberapa fungsi, sesuai dosisnya. Pada dasarnya, aspirin bekerja menghambat enzim yang memproduksi dan mengatur kerja prostaglandin, sebuah senyawa dalam tubuh yang diproduksi saat terjadi peradangan. Jadi, semua hal yang melibatkan prostaglandin dapat dicegah oleh aspirin.


Beberapa efek yang dihasilkan aspirin antara lain:


Efek antipiretik → berfungsi menurunkan suhu tubuh saat demam.


Efek anti-inflamasi → berfungsi meredakan peradangan.


Efek analgetik → peredam rasa nyeri.


Efek anti-platelet → mencegah sel darah (trombosit) menempel pada dinding pembuluh darah, sehingga pembekuan darah dapat dihambat.


Berapa dosis aspirin yang tepat?


Ada perbedaan antara obat aspirin yang dijual bebas dan yang diresepkan oleh dokter. Aspirin yang dijual bebas di apotek biasanya tersedia dalam bentuk tablet oral, tablet kunyah, bentuk bubuk, juga permen karet. Sedangkan yang diresepkan dokter biasanya berupa tablet lepas berkala, sehingga dapat melepaskan obat secara perlahan-lahan. Pada tablet lepas berkala, kadar obat dalam darah dapat terjaga dan menghasilkan efek terapi jangka panjang.


Dalam buku farmakologi, Katzhung et almenyebutkan bahwa dosis obat aspirin untuk mendapatkan efek anti nyeri dan anti-demam adalah 300-900 mg, diberikan setiap 4-6 jam. Dosis maksimumnya adalah 4 gram sehari, karena jika lebih dari itu, aspirin akan menunjukkan efek sampingnya. Sedangkan untuk mendapatkan efek anti peradangan, dosis yang digunakan adalah 4-6 gram per hari.


Untuk mendapatkan efek anti-platelet, dosis yang digunakan adalah 60-80 mg secara oral per hari. Pada proses pembekuan darah, aspirin menghambat jalur siklooksigenase yang memproduksi tromboksan A2 dan prostaglandin yang menyebabkan penggumpalan darah yang mungkin menyumbat pembuluh darah.


Konsumsi aspirin dianjurkan agar mengikuti dosis sesuai dengan kebutuhan. Pada orang yang memiliki gangguan fungsi ginjal dan hati, penyesuaian dosis mutlak dilakukan. Begitu pun untuk pemakaian jangka panjang. Bila Anda rutin mengonsumsi aspirin dan akan melakukan operasi baik operasi besar ataupun operasi kecil (seperti cabut gigi), konsumsi aspirin wajib dihentikan untuk mencegah perdarahan pada saat operasi berlangsung.


Walaupun pada umumnya aspirin aman, namun aspirin tetap memiliki efek samping, bahkan dapat berbahaya bagi sebagian orang. Oleh sebab itu, konsumsi aspirin yang aman haruslah dalam pengawasan dokter.


Manfaat aspirin untuk kesehatan


1. Mengatasi demam


Ketika Anda mengalami demam dan gejala penyerta seperti badan ngilu, tablet aspirin dosis tunggal dapat membuat Anda merasa jauh lebih baik. Senyawa anti-piretik dalam obat aspirin dapat mengirimkan sinyal ke otak untuk mengatur suhu tubuh, sehingga demam dapat diatasi.


2. Obat sakit kepala mujarab


Prostaglandin adalah senyawa yang bertugas mengirim sinyal sakit ke otak, sedangkan aspirin bekerja memblok senyawa ini, sehingga bermanfaat untuk pengobatan sakit kepala. Nyeri kepala sebelah atau migrain pun dapat diatasi oleh aspirin dalam waktu yang relatif cepat.


3. Baik untuk kesehatan kulit


Tidak hanya bagi kesehatan organ dalam, aspirin juga bermanfaat sebagai obat luar akibat efek anti-peradangan yang dimilikinya. Aspirin dapat menghilangkan jerawat dan bekas gigitan serangga pada kulit. Untuk kebutuhan ini, penggunaan aspirin bukan diminum, melainkan dibuat bentuk adonan/pasta.


Pasta aspirin dapat dibuat dari dua butir aspirin yang dihancurkan, ditambah beberapa tetes air. Cukup oleskan pada jerawat atau bekas gigitan serangga dan biarkan mengering. Setelah itu, bilas dengan air. Hati-hati untuk orang yang sensitif aspirin, karena pasta aspirin bukan menghilangkan noda di kulit, tapi malah justru menimbulkan iritasi.


4. Menurunkan angka kematian akibat kanker dan perlemakan hati


Liver dapat mengalami perlemakan pada orang-orang yang mengonsumsi alkohol dalam jangka panjang. Aspirin dapat menghambat proses perlemakan hati ini, sehingga tidak terjerumus pada komplikasi yang lebih lanjut yaitu kanker hati. Beberapa penelitian juga dikembangkan untuk mencari manfaat lain dari aspirin. Hasilnya, sebuah penelitian dari John Radcliffe Hospital, Oxford, menunjukkan bahwa obat aspirin dapat mengurangi kematian akibat beberapa jenis kanker.


Angka kematian turun 34% untuk semua kanker dan 54% bagi kanker pencernaan. Setelah 20 tahun, risiko kematian kanker 20% lebih rendah pada kelompok yang diberi aspirin dibandingkan kelompok tanpa aspirin. Namun, penelitian lain masih berlangsung dan diharapkan dapat menyempurnakan hasil tersebut.


5. Sebagai pengencer darah


Efek anti penggumpalan yang dimiliki aspirin membuat obat ini dapat mengencerkan darah. Ada beberapa penyakit yang dapat dicegah, antara lain penyakit jantung koroner dan penyumbatan vena akibat duduk terlalu lama. Walaupun aspirin dapat membantu mencegah serangan jantung, tetap saja pasien tidak boleh meminum obat aspirin setiap hari tanpa anjuran dokter. Biasanya dokter akan memberikan aspirin sebagai pengencer darah pada:


Pasien yang sudah pernah mengalami serangan jantung atau stroke


Pasien dengan cincin/stent jantung, atau pernah menjalani operasi bypass


Pasien yang berisiko mengalami serangan jantung dan mengalami diabetes


Efek samping aspirin yang mungkin terjadi


1. Perdarahan organ-organ dalam


Sifatnya yang mengencerkan darah dapat menyebabkan perdarahan di berbagai tempat dalam tubuh bila dikonsumsi dalam jumlah tak terbatas dan melebihi dosis. Tempat yang paling sering mengalami perdarahan adalah lambung. Gejala yang timbul akibat perdarahan akibat aspirin antara lain nyeri perut hebat, feses yang menghitam, dan urin yang kemerahan.


2. Aspirin berbahaya untuk anak-anak


Aspirin dapat menyebabkan timbulnya gangguan serius yang disebut dengan Sindroma Reye. Pada sindroma ini, terjadi penimbunan lemak di otak, hati, dan organ tubuh lainnya pada anak, terutama jika obat aspirin diberikan saat anak mengalami cacar air atau flu.


3. Aspirin berbahaya untuk ibu hamil


Aspirin tidak dianjurkan diminum oleh ibu hamil. Obat ini berbahaya bagi janin karena menyebabkan banyak kelainan bawaan, seperti penyakit jantung bawaan dan mengurangi berat badan lahir. Hal ini karena aspirin mampu menembus lapisan plasenta dan mempengaruhi tumbuh kembang janin.


Nah, walaupun aspirin memiliki banyak manfaat bagai obat dewa, namun penggunaannya harus hati-hati. Tetap komunikasikan pada dokter Anda sebelum memulai terapi dengan obat ini.


Jumat, 10 Agustus 2018

Contoh Anak Kalimat dan Induk Kalimat dalam Bahasa Indonesia 

Contoh Anak Kalimat dan Induk Kalimat dalam Bahasa Indonesia 

Setelah sebelumnya membahas jenis-jenis kalimat seperti contoh kalimat langsungcontoh kalimat berita negatif, serta contoh kalimat kritik, kali ini kita akan membahas salah satu jenis-jenis kalimat majemuk, yaitu kalimat majemuk bertingkat. Dalam contoh kalimat majemuk bertingkat, jenis kalimat majemuk ini merupakan penggabungan dua kalimat atau lebih yang dimana unsur-unsurnya terdiri atas anak kalimat dan induk kalimat.

Baca : macam-macam kalimat majemuk setara – contoh kalimat majemuk rapatan – contoh kalimat majemuk campuran – contoh kalimat majemuk setara – ciri-ciri kata majemuk – contoh kalimat tunggal dan kalimat majemuk

Anak kalimat merupakan pelengkap dari induk kalimat, sedangkan induk kalimat merupakan inti kalimat yang dapat berdiri sendiri. Idealnya, induk kalimat diletakkan di depan anak kalimat. Namun, anak kalimat juga bisa diletakkan di depan induk kalimat. Biasanya, anak kalimat selalu menggunakan salah satu jenis-jenis kata, yakni jenis-jenis konjungsi yang diletakkan di depan anak kalimat.

Contoh anak kalimat dan induk kalimat

1. Ayah pulang saat aku berada di luar rumah.

Anak kalimat : aku berada di luar rumah.


Induk kalimat : Ayah pulang.


2. Kehidupannya berubah drastis setelah Ibunya meninggal.

Anak kalimat : setelah Ibunya meninggal.


Induk kalimat : kehidupannya berubah drastis.


3. Saat aku pergi dari rumah, rumahku tiba-tiba di rampok.

Anak kalimat : saat aku pergi dari rumah.


Induk kalimat : rumahku tiba-tiba dirampok.


4. Walaupun hidupnya susah, Rizki tetap tegar dalam menjalani kehidupan.

Anak kalimat : walaupun hidupnya susah.


Induk kalimat : Rizky tetap tegar dalam menjalani kehidupan.


5. Untuk memenuhi kebutuhan keluarga, Pak Samin berjualan cilok di depan sebuah Sekolah Dasar (SD).

Anak kalimat : untuk memenuhi kebutuhan keluarga.


Induk kalimat : Pak Samin berjualan cilok di depan sebuah Sekolah Dasar (SD).


6. Meski berat, aku harus merelakan dia pergi.

Anak kalimat: meski berat.


Induk kalimat: aku harus merelakan dia pergi.


7. Para penonton pun bersorak kegirangan saat para personel Godbless menaiki panggung satu per satu.

Anak kalimat : saat personel Godbless menaiki panggung satu per satu.


Induk kalimat : para penonton bersorak kegirangan.


8. Kelompok 1 beranggotakan 5 orang, yakni Ade, Lili, Fifi, Adam, dan Ulfah.

Anak kalimat : yakni Ade, Lili, ifi, Adam, dan Ulfah.


Induk kalimat : kelompok 1 beranggotakan 5 orang.


9. Sejak saat itu, hubungan kami kian dekat.

Anak kalimat : sejak saat itu.


Induk kalimat : hubungan kami kian dekat.

10. Sebelum aku berangkat ke sekolah, Ayah sudah berangkat ke kantor terlebih dahulu.

Anak kalimat: sebelum aku berangkat ke sekolah.


Induk kalimat: Ayah sudah berangkat ke kantor terlebih dahulu.


11. Pembawa acara memberikan ice breaking kepada para peserta seminar supaya mengurangi rasa jenuh.

Anak kalimat : supaya mengurangi rasa jenuh.


Induk kalimat : pembawa acara memberikan ice breaking kepada para peserta.


12. Kalau saja waktu itu aku ceroboh, mungkin saat ini aku tengah menyesal.

Anak kalimat : kalau saja waktu itu aku ceroboh.


Induk kalimat : mungkin saat ini aku tengah menyesal.


13. Dia tidak menyapaku, padahal tadi sempat berpapasan dengannya di jalan.

Anak kalimat : padahal tadi sempat berpapasan dengannya di jalan.


Induk kalimat : dia tidak menyapaku.


14. Tugas mendidik anak tidak hanya diemban oleh  guru, tetapi juga diemban oleh orang tua.

Anak kalimat : tetapi juga diemban oleh orang tua.


Induk kalmiat : tugas mendidik anak tidak hanya diemban oleh guru.