Jumat, 10 Agustus 2018

Contoh Anak Kalimat dan Induk Kalimat dalam Bahasa Indonesia 

Contoh Anak Kalimat dan Induk Kalimat dalam Bahasa Indonesia 

Setelah sebelumnya membahas jenis-jenis kalimat seperti contoh kalimat langsungcontoh kalimat berita negatif, serta contoh kalimat kritik, kali ini kita akan membahas salah satu jenis-jenis kalimat majemuk, yaitu kalimat majemuk bertingkat. Dalam contoh kalimat majemuk bertingkat, jenis kalimat majemuk ini merupakan penggabungan dua kalimat atau lebih yang dimana unsur-unsurnya terdiri atas anak kalimat dan induk kalimat.

Baca : macam-macam kalimat majemuk setara – contoh kalimat majemuk rapatan – contoh kalimat majemuk campuran – contoh kalimat majemuk setara – ciri-ciri kata majemuk – contoh kalimat tunggal dan kalimat majemuk

Anak kalimat merupakan pelengkap dari induk kalimat, sedangkan induk kalimat merupakan inti kalimat yang dapat berdiri sendiri. Idealnya, induk kalimat diletakkan di depan anak kalimat. Namun, anak kalimat juga bisa diletakkan di depan induk kalimat. Biasanya, anak kalimat selalu menggunakan salah satu jenis-jenis kata, yakni jenis-jenis konjungsi yang diletakkan di depan anak kalimat.

Contoh anak kalimat dan induk kalimat

1. Ayah pulang saat aku berada di luar rumah.

Anak kalimat : aku berada di luar rumah.


Induk kalimat : Ayah pulang.


2. Kehidupannya berubah drastis setelah Ibunya meninggal.

Anak kalimat : setelah Ibunya meninggal.


Induk kalimat : kehidupannya berubah drastis.


3. Saat aku pergi dari rumah, rumahku tiba-tiba di rampok.

Anak kalimat : saat aku pergi dari rumah.


Induk kalimat : rumahku tiba-tiba dirampok.


4. Walaupun hidupnya susah, Rizki tetap tegar dalam menjalani kehidupan.

Anak kalimat : walaupun hidupnya susah.


Induk kalimat : Rizky tetap tegar dalam menjalani kehidupan.


5. Untuk memenuhi kebutuhan keluarga, Pak Samin berjualan cilok di depan sebuah Sekolah Dasar (SD).

Anak kalimat : untuk memenuhi kebutuhan keluarga.


Induk kalimat : Pak Samin berjualan cilok di depan sebuah Sekolah Dasar (SD).


6. Meski berat, aku harus merelakan dia pergi.

Anak kalimat: meski berat.


Induk kalimat: aku harus merelakan dia pergi.


7. Para penonton pun bersorak kegirangan saat para personel Godbless menaiki panggung satu per satu.

Anak kalimat : saat personel Godbless menaiki panggung satu per satu.


Induk kalimat : para penonton bersorak kegirangan.


8. Kelompok 1 beranggotakan 5 orang, yakni Ade, Lili, Fifi, Adam, dan Ulfah.

Anak kalimat : yakni Ade, Lili, ifi, Adam, dan Ulfah.


Induk kalimat : kelompok 1 beranggotakan 5 orang.


9. Sejak saat itu, hubungan kami kian dekat.

Anak kalimat : sejak saat itu.


Induk kalimat : hubungan kami kian dekat.

10. Sebelum aku berangkat ke sekolah, Ayah sudah berangkat ke kantor terlebih dahulu.

Anak kalimat: sebelum aku berangkat ke sekolah.


Induk kalimat: Ayah sudah berangkat ke kantor terlebih dahulu.


11. Pembawa acara memberikan ice breaking kepada para peserta seminar supaya mengurangi rasa jenuh.

Anak kalimat : supaya mengurangi rasa jenuh.


Induk kalimat : pembawa acara memberikan ice breaking kepada para peserta.


12. Kalau saja waktu itu aku ceroboh, mungkin saat ini aku tengah menyesal.

Anak kalimat : kalau saja waktu itu aku ceroboh.


Induk kalimat : mungkin saat ini aku tengah menyesal.


13. Dia tidak menyapaku, padahal tadi sempat berpapasan dengannya di jalan.

Anak kalimat : padahal tadi sempat berpapasan dengannya di jalan.


Induk kalimat : dia tidak menyapaku.


14. Tugas mendidik anak tidak hanya diemban oleh  guru, tetapi juga diemban oleh orang tua.

Anak kalimat : tetapi juga diemban oleh orang tua.


Induk kalmiat : tugas mendidik anak tidak hanya diemban oleh guru.


17 Contoh Kalimat Majemuk Setara dan Bertingkat dalam Bahasa Indonesia

17 Contoh Kalimat Majemuk Setara dan Bertingkat dalam Bahasa Indonesia


Kalimat majemuk adalah suatu kalimat yang terbentuk oleh gabungan dua klausa ataupun kalimat. Kalimat ini sendiri terdiri atas beberapa jenis, yang mana dua diantaranya adalah kalimat majemuk setara dan kalimat majemuk bertingkat. Menurut artikel jenis-jenis kalimat majemuk, kalimat majemuk setara merupakan kalimat yang terbentuk dari hasil penggabungan dua klausa atau kalimat yang kedudukannya sederajat. Di lain pihak , kalimat majemuk bertingkat merupakan kalimat yang terbentuk dari anak kalimat dan induk kalimat yang kedudukannya tidak sederajat, di mana anak kalimat dianggap sebagai pelengkap bagi suatu induk kalimat.

Untuk lebih memahami bentuk keduanya, berikut ditampilkan beberapa contoh kalimat majemuk setara dan bertingkat yang ditampilkan sebagaimana di bawah ini!

A. Contoh Kalimat Majemuk Setara

Ayah pergi ke kantor dan adik pergi ke sekolah.


Dia anak yang sangat perhatian meskipun wajahnya terlihat seperti orang yang tak acuh.


Laras tidak dapat bersekolah hari ini karena tengah sakit keras.


Pak Aceng akan menetap dan bekerja di Jakarta selama 5 tahun kedepan.


Acara konser itu ditonton oleh ribuan bahkan puluhan ribu orang.


Kopi bisa kita sajikan secara panas atau bisa juga dengan air dingin.


Aku memang menyukainya, tetapi aku tidak akan memaksakan dia untuk menjadi milikku.


Da bukanlah seorang pegawai kantor, melainkan seorang pekerja lepas.


Setelah dari pasar, ibu pun mulai memasak kemudian setelah itu baru mencuci.


B. Contoh Kalimat Majemuk Bertingkat

Aku akan menghubunginya, jika aku sedang tidak sibuk.

Induk kalimat: aku akan menghubunginya, anak kalimat: jika aku sedang tidak sibuk.


Pak Pranoto terlihat lebih necis sejak menjadi direktur di suatu perusahaan.

Induk kalimat: Pak Pranoto terlihat lebih necis, anak kalimat: sejak menjadi direktur suatu perusahaan.


Budi rela bekerja lembur, supaya dia bisa mendapat uang tambahan.

Induk kalimat: Budi rela bekerja lembur, anak kalimat: supaya dia bisa mendapat uang tambahan.


Aku akan selalu mencintainya, walaupun dia telah mengabaikan diriku berkali-kali.

Induk kalimat: aku akan selalu mencintainya, anak kalimat: walaupun dia telah mengabaikan diruku berkali-kali.


Wajahnya begitu cantik seperti bunga melati yang mekar di kala musim semi tiba.

Induk kalimat: wajahnya begitu cantik, anak kalimat: seperti bunga melati yang mekar di kala musim hujan tiba.


Aku akan menunggunya di sini selama mungkin, sebab aku sangat merindukannya.

Induk kalimat: aku akan menunggunya di sini selama mungkin, anak kalimat: sebab aku sangat merindukannya.


Acara ini harus tetap dilanjutkan meskipun hanya dihadiri oleh segelintir orang saja.

Induk kalimat: acara ini harus tetap dilanjutkan, anak kalimat: meskipun hanya dihadiri oleh segelintir orang saja.


Dia memang terlihat necis sekali, padahal kenecisannya itu hanyalah pencitraan belaka.

Induk kalimat: dia memang terlihat necis sekali, anak kalimat: padahal kenecisannya itu hanyalah pencitraan belaka.


SIMPLEKS DAN KOMPLEKS

Kalimat Simpleks


Kalimat simpleks merupakan kalimat yang terdiri dari 1 verba (kata kerja) utama atau 1 predikat. Kalimat simpleks hanya mempunyai 1 aksi, tindakan atau peristiwa saja. Kalimat simpleks ini biasanya berpola S P atau S P O atau S P O K.


Ciri – ciri Kalimat Simpleks


Memiliki struktur tunggal


Mengandung 1 proses utama


Mengandung 1 aksi


Memiliki 1 peristiwa


Kalimat Simpleks berdasarkan Pola atau Strukturnya, di bagi menjadi :


Kalimat simpleks yang terdiri dari kata benda – kata benda


Contoh :


Ayahnya guru SMP.


Kakaknya Pembawa Acara.


Pamannya Jurnalis.


Ibunya pramugari.


Adiknya pelajar.


Bibinya penulis.


Kakeknya mantan lurah.


Neneknya petani


Kakek buyutnya keturunan Belanda.


Saudara Iparnya anggota DPR.


Sepupuku Walikota Surabaya.


Aku penulis lepas.


Barack Obama mantan presiden Amerika Serikat.


Donald Tramp presiden Amerika Serikat 2016.


Anies Baswedan Calon Gubernur Jakarta.


Kalimat simpleks yang terdiri dari kata benda – kata kerja


Contoh:


Dia sedang belajar.


Kakak sedang berkeringat.


Ardi sedang bercanda.


Aan sedang bergurau.


Hani dan Halwa sedang bermain.


Presiden sedang blusukan.


Ahok sedang dihukum.


Paman sedang berjalan.


Adik sedang berjalan.


Burung Gereja sedang berkicau.


Ulya sedang berkemah.


Ayunindya sedang berbincang.


Cucunya sedang merangkak.


Giginya sedang tumbuh.


Tangannya sedang memegang.


Kalimat simpleks yang terdiri dari kata benda – kata sifat.


Contoh:


Reni sangat rajin.


Lana sangat disiplin.


Febi sangat lucu.


Adek sangat lincah.


Rina sangat malas.


Reni sangat imut.


Rosi sangat cepat.


Sepedaku sangat lambat.


Ibuku sangat sabar.


Ayahku sangat galak.


Sikapnya sangat fleksibel.


Tuturnya sangat sopan.


Juru bicara kepresidenan sangat cerdas.


Pimpinan Polri sangat tegas.


Suasana hatinya sangat kacau.


Kalimat simpleks yang terdiri dari kata benda – keterangan bilangan


Contoh:


Sapinya enam ekor.


Kertasnya delapan rim.


Telurnya lima kilogram.


Bukunya tiga lusin.


Anaknya sepuluh tahun.


Usiaku dua puluh tiga tahun.


Kakakku dua orang.


Kucingku empat ekor.


Kartu ID-ku satu gross.


Tepungnya lima belas gram.


Cincinku tiga gram.


Sawahku satu hektar.


Belajarnya tiga jam lebih.


Lariku tiga putaran.


Jumlah relnya sepuluh lintasan.


Apelnya seratus sepuluh pohon.


Mangganya satu biji.


Bensinnya lima liter.


Gulmanya dua puluh rumput.


Kursi kelasnya sepuluh deret.


Madunya tujuh botol.


Satenya dua puluh tusuk


Lilinnya dua baris.


Panen padinya dua puluh karung.


Sayuran kangkungnya dua belas ikat.


Kopinya lima belas cangkir.


Tamu undangannya lima ratus orang.


Rotinya lima puluh kardus.


Ibu tirinya dua orang.


Hadiahnya sepuluh voucer belanja.

Kalimat simpleks terdiri dari kata benda – frase depan


Contoh:


Pamannya di Bandung.


Ibunya di kantor.


Rajif di Grobogan.


Kakak di Manokwari, Papua Barat.


Ardi di Ambarawa.


Fathur di Kantor Polisi Purwodadi.


Najja di rumah nenek.


Mobil Lani di perempatan jalan Ahmad Yani.


Tatonya di seluruh bagian tubuh.


Sholatnya ke arah kiblat.


Beloknya ke arah selatan.


Sepedanya di gudang penyimpanan.


Rumahnya di mana – mana.


Filenya di folder D.


Game Plant vs Zombi di HP lainnya.


Kalimat simpleks berpola S-P-O-K


Contoh :


Mahmud MD sebagai Ketua Mahkamah Konstitusi menyampaikan, Sekarang ini bangsa Indonesia dalam Keadaan terancam.


Edinson Cavani, Diego Forlan dan Luiz Suarez sukses dengan klub mereka masing-masing di negara Eropa.


Valentino Rosi bersaing sengit dengan Pedrosa di pertandingan moto GP minggu lalu.


Anggota komisi F DPRD Jawa Timur dari Fraksi Demokrat (PD) Musthofa, menjadi tersangka calo penipuan lima belas orang yang ingin diterima pegawai negeri sipil (PNS).


sipil.


Pembunuhan kejam terjadi di dalam rumah dinas gubernur Semarang di jalan Ahmad Yani, Manyaran, Rabu (10/6) malam hari.


Hotel yang berada di lokasi wisata seperti di puncak, pantai atau daerah pegunungan sudah mudah ditemukan.


Pertemuan rapat kerja walikota Semarang, Ganjar, beserta jajaran-jajarannya semakin ricuh.


Kamis siang menjadi sebuah kenangan paling berkesan selama karier Wiji Wahyu Astanto.


Partai Demokrat telah menyiapkan beberapa tindakan bantuan hukum untuk mantan bendahara umum (bendum) Muhammad Nazaruddin.


Hal-hal yang seharusnya diatur ulang pada sektor perbankan antara lain pembatasan asasresiptokal, kepemilikan asing, dan ketentuan skala bank yang bisa membeli saham di bank seluruh Indonesia.


Yuni Krisnawati (37) hampir tak bisa tidur tenang, Dewan Kehormatan Partai Demokrat (PD), Rabu malam memberi pengumuman pencopotan M. Nazaruddin dari jabatannya bendahara umum (bendum) Partai Demokrat (PD).


Pada contoh di atas menunjukkan bentuk kalimat simpleks. Contoh-contoh tersebut hanya mengandung 1 proses utama ataupun 1 proses peristiwa.


Kalimat kompleks


Kalimat kompleks merupakan kalimat yang mepunyai lebih dari 1 struktur kalimat. Kalimat kompleks ini mempunyai lebih dari 1 verba (kata kerja) utama atau 1 predikat. Kalimat kompleks mempunyai minimal dua aksi, peristiwa, atau kejadian. Dua struktur dalam kalimat kompleks tersebut umumnya dipisahkan dengan koma atau konjungsi ataupun tanpa konjungsi atau koma sama sekali.


Kalimat ini memiliki lebih dari 1 proses utama. Kalimat kompleks dibentuk dari gabungan klausa-klausa/ kalimat-kalimat simpleks. Penggabungan tersebut dilakukan dengan menggunakan konjungsi eksternal. Dimana konjungsi eksternal ialah kata yang dapat menghubungkan kalimat satu dengan yang lain.


Ciri – ciri Kalimat Kompleks


Mengandung 2 proses atau lebih


Gabungan dari beberapa klausa simpleks atau kalimat simpleks


Penggabungan dilakukan dengan memanfaatkan tanda koma dan konjungsi eksternal


Berdasarkan tipe konjungsi yang dipakai, kalimat kompleks dibagi menjadi dua tipe, yaitu:


Kalimat kompleks gabungan parataktik


Kalimat Kompleks parataktik merupakan kalimat kompleks dengan menggunakan konjungsi Setara. Kalimat kompleks paratatik ini terdiri atas dua struktur yang mempunyai makna sejajar atau setara . Konjungsi kalimat kompleks paratatik yang biasa digunakan adalah “tetapi”, “dan”,“atau”, “karena”, dan “jika”.


Kalimat kompleks konjungsi parataktik / setara mempunyai kaidah penulisan berikut


— klausa / kalimat—, (atau, tetapi)— klausa / kalimat —.


— klausa / kalimat —  dan  —-klausa / kalimat—-.


—-klausa / kalimat —-,—-, dan —-.


Contoh:


Nelson Mandela mempunyai idealisme kuat dan berusaha mempertahankannya.


Kita harus selalu berjuang, atau akan mati di sia-sia.


Ia mempunyai daya juang tinggi, tetapi belum mendapatkan dukungan rakyat.


Tentara Belanda menembaki Kotabaru, Kantor Pos, dan sekitaran Stasiun Tugu.


Besar atau kecil tidak jadi masalah, yang penting barangnya sampai.


Agus dan Desi pergi ke Semarang. Nini ataukah Nina nama anak mereka?


Kamu bayar saja biaya pajak rumah ini, atau kamu berunding saja dahulu bersama kakakmu.


Peperangan yang terjadi selama empat bulan ini berkecamuk di Libya dan banyaknya pengungsi akibat dari adanya bentrokan di Afrika Utara, menjadi du hal yang disorot oleh pimpinan umat Khatolik yaitu Benekdius XVII dalam perayaan Paskahnya Minggu lalu.


Andini menanam bunga melati dan ia menyiramnya setiap hari.


Pakailah baju yang kamu punyai tetapi harus tetap sopan.


Lingkungan alam akan selalu Indah jika kita selalu merawat menjaganya.


Hanya kita para pemuda yang dapat memelihara dan juga menjaga kemerdekaan Indonesia.


Budi dan Doni tidak berangkat ke sekolah, tetapi mereka terbaring terkena DB di rumah sakit.


Semua siswa panik karena gempa bumi tiba-tiba muncul.


Kamu dapat memilih menunggu atau menemui ketua secara langsung 1 jam lagi.


Kumpulan kalimat yang pertama disebut paragraf pembuka dan yang terakhir disebut paragraf penutup.

Kalimat kompleks gabungan hipotaktik


Kalimat kompleks hipotaktik adalah Kalimat kompleks dengan menggunakan konjungsi bertingkat. Dengan kata lain kalimat kompleks hipotaktik ini menggunakan konjungsi tidak sejajar dari dua kalimat atau lebih.


kalimat kompleks hipotaktik terbentuk dari :


1. Gabungan 2 subklausa atau 2 kalimat maupun lebih dengan menggunakan konjungsi bertingkat. Misalnya sedangkan, tetapi, sebelum, apabila, ketika, sehingga, setelah, walaupun, bahwa, namun, meskipun, jika, agar.


2. Gabungan 2 subklausa atau 2 kalimat maupun lebih tanpa menggunakan konjungsi bertingkat namun dihubungkan dengan tanda koma atau titik koma.


Kalimat kompleks konjungsi bertingkat menggunakan kaidah penulisan berikut:


(konjungsi) —- klausa / kalimat anak —-, —- klausa / kalimat induk —-.


—- klausa induk —- (konjungsi) —- klausa anak —-.


Contoh:


Kalimat kompleks gabungan hipotaktik dengan memakai konjungsi


Apabila kamu taat terhadap nasehat orang tua maka kehidupanmu akan lancar.


Siramlah dan rawatlah tanaman tersebut agar segar dan tidak menjadi layu.


Siapa lagi yang mau menjaga alam raya ini melainkan kita semua yang tinggal dan menumpang di dalamnya.


Janganlah membuang sampah di sembarang tempat termasuk di sungai karena dapat mengakibatkan banjir saat musim hujan.


Banyak penebang ilegal yang tidak bertanggung jawab dalam menebang pohon karena mereka hanya menginginkan keuntungan.


Ayah akan pergi ke Belanda jika uang yang ia miliki mencukupi liburan nanti.


Meskipun hujan lebat disertai angin kencang, mereka tetap tidak berteduh.


Kami tiba ketika orang-orang telah berkerumun di rumah duka.


Kami sangat sibuk menyiapkan dekorasi acara peringatan kemerdekaan RepublikIndonesia 17 Agustus mendatang, sedangkan ia bermain saja sepanjang hari.


Jika aku punya banyak uang, aku akan memulai usaha baru di sini.


Meskipun ayah melarangku, aku akan tetap menurutinya juga.


Pembangunan pasti akan berhasil sempurna apabila semua orang mau bekerja sepenuh hati.


Mereka telah mengetahui bahwa harga Bahan Bakar Minyak akan naik pada bulan Januari mendatang.


Hutangku masih belum aku lunaskan sehingga pengajuan kreditku ditangguhkan.


Pemerintah Mesir pada akhirnya mau membuka gerbang Rafah Sabtu dini hari (30/5), setelah tiga tahun mereka blokade.


Upaya pencekalan mantan bendum (bendahara umum) Partai Demokrat yang akan pergi ke luar negeri oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), diduga bocor sebelum yang ia meninggalkan Indonesia.


Maraknya transportasi umum yang memanfaatkan tenaga motor seperti gojek, ternyata tidak membuat profesi ojek sepeda punah ditelan zaman.


Lusa, secara resmi pintu gerbang penghubung Mesir dan Gaza ini dibuka setelah kurun waktu lebih dari lima tahun ditutup.


Ojek sepeda juga masih menjadi salah satu angkutan pilihan warga ibu kota. Pasalnya mereka mampu bertahan bersaing dengan gojek dan angkutan motor yang lain.


Wanita penyandang tuna wicara, Desi (46), merasakan hawa terbakar ketika terjaga setelah tidurnya, Rabu (7/6) malam hari.


Tuan rumah Persipur Purwodadi berniat membalikkan sejarah dengan mengalahkan Persijab Jepara dalam Liga Super Indonesia di stadion Purwodadi Grobogan.


Wanita berkebangsaan Pilipina, Cherry Calaud Ann Panaligan (26) tersangka kasus penyelundupan narkoba ilegal berjenis heroin seberat 2.143 kilogram, Rabu (7/6), telah hadir pada sidang kedua di Pengadilan Negeri Jakarta, tanpa didampingi pengacara.


Artis dangdut Dewi Persik mengaku merasa baik-baik saja meskipun dirinya menjadi pembicaraan publik lantaran telah mengoperasi bentuk hidungnya.


Permintaan tersebut mengemuka menyusul rencana akan diterbitkannya PP atau Peraturan Pemerintah tentang tunjangan kesehatan untuk anggota DPR.


Cita-cita dalam pembukaan UUD 1945 tentang Kemerdekaan RI mengalir dari sungai Citarum karena tidak ada satu pun sungai yang memiliki fungsi dan peran seperti sungai Citarum.


Lusi tercemar mulai dari hulu Sungai Lusi, padahal sungai tersebut merupakan sumber air bagi 30 juta


warga Grobogan serta pemasok bertenaga listrik kini tercemar sampah anorganik.


Dana Rp. 112 Juta milik PT. Buka Lapak mengalami pembobolan akun internet bankingnya yang dipertegas oleh  Direktur Utama PT. Buka Lapak Suharyanta, Sabtu (4/6) menyatakan bahwa pencairan dana senilai jutaan rupiah tersebut yang disimpan di Bank BCA pusat di Jakarta dilakukan tanpa sepengetahuan pihak manajemen PT. Buka Lapak.


Pemerontah Saudi Arabia Mendesak agar PBB mengupayakan diplomasi di negara Libya.


Pada contoh di atas merupakan bentuk kalimat kompleks atau klausa kompleks. Contoh – contoh tersebut memiliki lebih dari 1 proses utama. Contoh kalimat kompleks di atas terbentuk dari penggabungan dari kalimat – kalimat simpleks.

Perbedaan Kalimat Simpleks dan Kalimat Kompleks

Kalimat SimpleksKalimat KompleksKalimat Simpleks mempunyai 1 verba utama dalam 1 kalimatKalimat kompleks mempunyai minimal  2 verba utama dalam 1 kalimatKalimat simpleks mempunyai 1 unsur inti (S-P)Kalimat kompleks mempunyai minimal 2 unsur inti.Kalimat simpleks mempunyai 1 klausaKalimat kompleks mempunyai minimal 2 klausaKalimat simpleks polanya sederhanaKalimat kompleks polanya lebih beragam


16 Macam-Macam Kata Penghubung dan Contohnya dalam Kalimat

16 Macam-Macam Kata Penghubung dan Contohnya dalam Kalimat


Kata penghubung atau konjungsi adalah sebuah kata tugas yang berfungsi untuk menggabungkan klausa dengan klausa, kalimat dengan kalimat dan paragraf dengan paragraf. Kata penghubung antar klausa seringkali dijumpai di tengah  suatu kalimat. Sementara kata penghubung antar kalimat dan antar paragraf terdapat di awal sebuah paragraf.

Berdasarkan fungsinya konjungsi atau kata hubung terdiri dari beberapa jenis, yaitu :

1. Konjungsi Aditif atau Gabungan

Konjungsi aditif atau gabungan merupakan konjungsi yang berfungsi menghubungkan antar klausa, kalimat dan paragraf yang memiliki kedudukan yang sama. Kata hubung yang sering digunakan untuk konjungsi ini adalah : danlagipula, dan serta. Contoh :

Ibu sedang memasak dan Ayah membaca koran.


Ayah, Ibu serta Kakak akan ke Bandung minggu depan.


2. Konjungsi Pertentangan

Konjungsi pertentangan merupakan bentuk kata hubung yang menghubungkan dua buah kalimat, kata, ataupun klausa yang sederajat namun mempertentangkan kedua bagian tersebut. Kata hubung yang biasa dipakai pada konjungsi ini adalah tetapi, melainkan dan sedangkan. Contoh :

Rumah itu besar tetapi tidak terawat.


Banyak yang ingin sekolah tetapi tidak punya biaya.


Mereka tidak berbohong, melainkan mengatakan yang sebenarnya.


3. Konjungsi Pilihan

Konjungsi pilihan atau disjungtif adalah bentuk konjungsi yang berfungsi menghubungkan dua unsur kalimat atau lebih dengan tujuan untuk memilih. Kata hubung yang biasa digunakan adalah : atauataupun,maupun. Contoh :

Kamu mau membeli sepatu atau tas?


Nasi goreng ataupun Mie goreng sama saja, keduanya dia suka.


Baik pagi, siang maupun malam, kerjanya bermalas-malasan saja.


4. Konjungsi Waktu

Konjungsi waktu memiliki fungsi sebagai kata hubung yang menjelaskan hubungan waktu antara dua hal. Konjungsi waktu bisa menjelaskan hubungan yang sederajat maupun tidak sederajat. Contoh kata hubung yang biasa digunakan adalah sebelumnyaselanjutnyabilamanasejak, sesudah dan lainnya. Contoh :

Setelah kata sambutan dari kepala sekolah acara selanjutnya adalah pentas seni.


Mereka sudah ada disana sejak hujan turun.


Gita membaca buku yang sebelumnya dia pinjam dari perpustakaan.


5. Konjungsi Tujuan

Konjungsi tujuan adalah konjungsi yang menjelaskan maksud, tujuan suatu kejadian atau tindakan. Kata hubung yang biasa digunakan diantaranya adalah : gunauntukagar, dan supaya. Contoh :

Ibu membuat sarapan untuk Aldi.


Mereka membersihkan kali supaya tidak banjir lagi saat musim penghujan.


Polisi mengatur lalu lintas agar jalanan tidak macet.


Ibu menghukumnya guna memberinya pelajaran.


6. Konjungsi Sebab

Konjungsi sebab atau kausal merupakan bentuk kata hubung yang menjelaskan kejadian yang terjadi akibat suatu sebab tertentu/khusus. Kata hubungnya adalah : sebab dan karena. Contoh :

Banjir yang terjadi kemarin karena saluran air tersumbat.


Aldi jatuh sakit karena bekerja terlalu keras.


Mereka percaya dengan cerita itu sebab mereka sudah mengalaminya sendiri.


7. Konjungsi Akibat

Konjungsi akibat atau konsekutif merupakan bentuk kata hubung yang menerangkan bahwa suatu keadaan tersebut dapat terjadi karena penyebab yang lainnya. Contoh kata hubung yang digunakan adalah : Sehinggasampai, dan akibatnya. Contoh :

Gugun malas belajar akibatnya dia tidak lulus ujian.


Anak-anak terlalu asyik bermain sampai mereka lupa hari sudah malam.

8. Konjungsi Syarat

Konjungsi syarat atau kondisional adalah jenis kata hubung yang menerangkan bahwa kejadian tersebut dapat terjadi apabila syarat-syaratnya terpenuhi. kata hubung yang sering digunakan adalah jikajikalaukalau, dan apabila. Contoh :

Semua siswa pasti lulus kalau rajin belajar.


Aldi tidak akan sakit apabila kemarin tidak berhujan-hujanan.


Ani akan datang jika ada yang menjemputnya.


9. Konjungsi tak Bersayarat

Kata penghubung ini berfungsi menyatakan bahwa suatu hal bisa terjadi tanpa perlu ada syarat yang harus terpenuhi. Contoh kata hubung yang sering digunakan adalah : walaupunmeskipun, dan biarpun. Contoh dalam kalimat :

Mereka tetap bermain walaupun hujan deras.


Rudi tetap pergi sekolah meskipun sedang sakit.


Kakak tetap pergi biarpun Ayah sudah melarangnya.


10. Konjungsi Perbandingan

Kata hubung ini berguna untuk menghubungkan dua hal dan kemudian membandingkannya. Kata yang sering dipakai diantaranya adalah : sepertisebagaibagai, dan bagaikan. Contoh :

Anak kembar yang mirip itu bagaikan pinang dibelah dua


Jalannya sangat lambat seperti siput.


Mereka selalu bertengkar bagai kucing dan anjing.


11. Konjungsi Korelatif

Kata hubung ini bertujuan untuk menghubungkan dua kalimat yang masih memiliki hubungan sehingga bagian yang satu langssung mempengaruhi bagian yang lain atau kalimat yang satu melengkapi kalimat yang lain. contoh kata hubung nya adalah : tidak hanya….tetapi jugasedemikian rupa…sehingga, dan bukannya…melainkan. Contoh :

Kakaknya tidak hanya Mahasiswa tetapi jugaseorang Wiraswasta.


Baik Messi maupun Ronaldo keduanya adalah pemain sepak bola yang hebat.


12. Konjungsi Penegas

Kata hubung ini berfungsi sebagai penegas atau meringkas bagian kalimatnya sebleumnya. contoh kata yang serin dipakai adalah : bahkanapalagiyaitu, dan yakni. Contoh :

Dia orang yang sangat kaya bahkan melebihi kekayaan seorang Presiden.


Jalanan Jakarta selalu macet apalagi dikala hujan.


Beberapa tempat liburan favoritnya, yaitu pantai, perdesaan dan pegunungan.

13. Konjungsi Penjelas

Kata hubung ini berfungsi untuk menjelaskan kalimat sebelumnya agar lebih terperinci. kata yang sering dipakai diantaranya adalah bahwa. Contoh :

Mereka yakin bahwa Dia bukan pelakunya sebenarnya.


Ibu bilang bahwa Ayah akan pulang larut malam hari ini.


Pencuri itu berjanji bahwa dia tidak akan mengulangi perbuatannya lagi.


14 Konjungsi Pembenaran

Kata hubung ini biasa disebut juga dengan konsesif adalah suatu kata hubung yang berfungsi menghubungkan dua hal dengan cara membenarkan suatu hal sekaligus menolak hal lainnya. Contoh kata hubung pada konjungsi ini adalah : walaupunmeskipunbiar, dan biarpun. Contoh :

Mereka tetap diam walaupun tahu siapa pelakunya.


Anak-anak itu tetap bermain meskipun sudah dilarang,


makanan itu tetap laku meskipun hampir semua tahu makanan itu kurang sehat.


15. Konjungsi Urutan

Konjungsi ini berfungsi menyatakan urutan suatu hal. Kata hubung yang sering dipakai diantaranya adalah : lalu dan kemudian. Contoh kalimat :

Panaskan dulu minyaknya, setelah panas baru kemudian masukan bumbu-bumbunya.


Kita mampir ke Bandung terlebih dahulu lalu baru kita ke Lembang.


16 Konjungsi Pembatas

Konjungsi ini bertujuan untuk menyatakan suatu batasan terhadap suatu keadaan/kejadian. Kata hubung yang sering digunakan adalah : kecuali, selain, dan asal. Contoh :

Mereka belum boleh pulang kecuali ada mereka sudah menyelesaikan tugas tersebut.


Peserta rapat menyetujui usulan ketua asalkeinginan mereka juga dipenuhi.


Selain petugas perpustakaan, yang lain dilarang masuk.


KUTIPAN LANGSUNG DAN TIDAK LANGSUNG

1. Kutipan tidak langsung


Kutipan tidak langsung adalah pemakaian kutipan yang dilakukan penulis dengan cara mengambil pikiran atau ide atau gagasan atau pendapat orang lain, kemudian menyampaikan dalam karya penulis tersebut dengan kalimatnya sendiri sesuai dengan pemahamannya. Dengan kata lain penulis tidak menulisnya sama persis dengan tulisan atau paragraf atau kalimat yang dikutip. Penulis merangkum dan merangkai kalimat didasarkan dari artikel atau sumber lainnya.


Ciri – ciri kutipan tidak langsung :


mengalami perubahan kalimat pada teks yang dikutip


tidak ada perubahan ide pikiran dari pendapat orang yang dikutip


disampaikan sesuai pemahaman penulis terhadap teori yang dikutip


diakhiri dengan nomer kutipan tanpa tanda petik dua.


Contoh kutipan tidak langsung :


Pernyataan dalam buku yang berjudul The ROI of human capital, Fitz-ecz menyatakan bahwa dalam akuntansi human capital yang diperhitungkan oleh bisnis meliputi 4 perspektif yaitu produktivitas, promotabilitas, transferabilitas dan retainabilitasnya.1(angka 1 kecil diakhir atas kalimat sebagai angka kutipan yang akan disebutkan sumber kutipannya oleh penulis di bagian footnote)


2.Kutipan langsung


Kutipan langsung adalah pemakaian kutipan yang dilakukan penulis dengan cara menulis kembali pikiran atau pendapat atau ide atau gagasan orang lain sama persis dengan aslinya. Dengan kata lain, penulis secara langsung memakai teknik copy kemudian paste tanpa adanya pengubahan dari kalimat aslinya.


Prinsip dasar


Mengutip sumber bacaan secara langsung dilakukan sama presis seperti yang dituliskan yang ada dalam sumber, tidak menambah maupun mengurangi. Jika kata, kalimat, atau paragraf tidak dicetak miring atau pun dicetak tebal, pengutip tidak boleh mencetak miring atau cetak tebal ketika ia mengutip.


Penghilangan sebagian pernyataan yang dikutip


Apabila sebagian dari pernyataan yang dikutip tidak ditulis maka pergunakanlah titik tiga sebagai pengganti naskah yang dihilangkan tersebut.


(a) Penghilangan sebagian pergunakan tiga titik (…).


Contoh:


Perhatikan, misalnya, pendapat Pollard3 mengenai ide kemajuan Barat:


The idea of progress is, in this modern age, one of the most important ideas by which men love, not least because most hold it unconsciously and therefore unquestioningly. It has been called modern religion, or the the modern substitute for religion . . .


(b) Penghilangan satu baris atau lebih


Apabila naskah yang dikutip dihilangkan satu baris atau lebih maka menggunakan titik satu baris penuh.


Contoh:


Menurut Ciolcman5 clalam bukunya yang berjudul Social intelligence: The new science of human relationship otak manusia telah dideisain untuk kebaikan. Dalam kaitan ini ia menyatakan bahwa


Our brain has been preset for kindness. We automatically go to the aids of a child who is screaming in terror; we automatically want to huh a smilling baby. Such emotional impulses are “prepotent”, they elicit reactions in us that are unpremendilated and inxlanlancous.


……………………………………………………………………………………………………………


(c) Penyisipan


Jika penulis ingin menambahkan informasi mengenai naskah yang dikutip dan disisipkan dalam kutipannya, informasi tersebut di letakkan dalam tanda kurung kurawal [ ].


Contoh :


Dalam survai perusahaan idaman 2007 yang dilakukan oleh majalah Warta ekonomi8 lima besar perusahaan favorit tempat bekerja “… masih sama dengan dua tahun yang lalu: FT. Astra International Tbk. [perusahaan otomotif, menduduki peringkat pertama]. Peringkat berikutnya ditempati PT. Unilever Indonesia Tbk., PT. Pertamina, PT. Telkomsel, PT Bank Mandiri Tbk.”


Ciri – ciri kutipan langsung :


tidak mengalami perubahan terhadap teks yang dikutip.


memakai titik tiga berspasi [. . .] apabila ada bagian kata – kata dari kutipan yang dihilangkan.


Memakai tanda [sic!], apabila terdapat kesalahan dalam teks aslinya.  Contoh: … hal itu memiliki makan [sic!]yang ambigu.


Membubuhkan sumber kutipan dengan menggunakan sistem APA, MLA, maupun sistem yang berlaku lainnya.

Kutipan langsung dibedakan menjadi dua, yaitu Kutipan Langsung Panjang dan Kutipan Langsung Pendek. Berikut penjelasannya:


2.1. Kutipan Langsung Panjang


Nama lain Jenis kutipan ini yaitu block quote.


Syarat:


APA Style, Kepanjangan dari American Psychological Association), apabila panjang kalimat yang penulis kutip melebihi 40 kata.


MLA Style, kepanjangan dari Modern Language Asociation, apabila panjang kalimat yang penulis kutip melebihi 4 baris.


Jika penulis mengutip sumber bacaan berjumlah 4 baris atau lebih, teks yang dikutip tersebut diketik pada alenia baru.


Ciri – ciri kutipan langsung panjang :


dipisahkan dari teks dengan spasi (jarak antarbaris) lebih dari teks,


diberi jarak rapat antar baris dalam kutipan,


boleh diapit tanda kutip, boleh juga tidak.


Contoh :


Golcman2 dalam karyanya yang berjudul The new leader; Transforming the art of leadership into the science of results yang mengutip pendapat Kolb menyatakan bahwa belajar dapat melalui cara – cara berikut:


Concrete experience: Having an experience that allows them to see and feel wat it is like


Reflection: Thinking about their own and others’ experiences


Mode building: Coming up with a theory that makes sense of what they observe


Trial and error learning: Trying something out by actively experimenting with a new approach.


Kutipan di atas dapat dibuat catatan kaki sebagai berikut :


2Daniel Goleman; Richard Ooyntzis & Annie McKee. 2002. The new leaders: Transforming the art of leadership into the science of results. London: Little, Brown, hlm. 143.


2.2. Kutipan langsung pendek


Jika penulis mengutip sumber bacaan berjumlah kurang dari 4 baris, teks yang ia kutip dimasukkan menjadi bagian dalam tulisannya dan sebagai kelanjutan tubuh tulisan (bukan paragraf baru) dengan mempergunakan tanda kulipan berupa koma dua di bagian atas dan koma dua di bagian atas kalimat yang dikutip. Kutipan langsung pendek ini ditulis menjadi satu dalam sebuah paragraf karya tulis. Tanda petik tersebut memisahkan antara kalimat kutipan dengan kalimat penulis. Sumber kutipan ditulis dekat dengan kalimat kutipan.


Ciri – ciri kutipan langsung pendek


terintegrasi langsung dengan teks


berjarak antar baris yang sama dengan teks


diapit dengan tanda kutip


tidak lebih dari empat baris


Contoh kutipan langsung pendek :


Hubungan antara organisasi dengan manusia yang menciptakannya  sangat erat, hal ini sesuang dengan pengertian organisasi, “Organisasi merupakan respons terhadap dan alat penciptaan nilai untuk memuaskan kebuluhan manusia.” (Wirawan, 2007)


Ekarasi (Ekarasi, 2015 : 132) menyatakan bahwa “mental seseorang akan tertekan ketika tuntutan semakin besar namun ia tidak sanggup mengejar tuntutan tersebut.”


Tujuan penulisan sumber kutipan


menghindari penjiplakan (plagiarism)


Salah satu kegunaan kutipan adalah untuk memperkuat atau mendukung tulisan ilmiah. Maka, penulis wajib mencantumkan sumber kutipan yang ia pakai di akhir kalimat kutipan atau sebelum kalimat kutipan. Dengan melakukan hal ini, penulis terhidar dari masalah terkait dengan pengambilan hak cipta karya tulis orang lain tanpa ijin.


Menghargai karya penulis sebelumnya


Ketika penulis menuliskan sumber kutipan, berarti penulis tersebut menghargai orang yang memiliki ide tersebut. Di samping itu, juga sebagai pengakuan bahwa tulisan pada bagian tersebut meupakan dari ide, pendapat, dan analisa orang lain.


Membantu pembaca dalam mengenai sumber kutipan


Salah satu tujuan dari penulisan sumber kutipan adalah membantu pembaca untuk mendalami lebih lanjut mengenai kutipan tersebut. Kadang – kadang pembaca juga tertarik untuk membaca lebih kutipan.


membuktikan kebenaran dari pernyataan yang dinyatakan oleh penulis


Penulis menggunakan kutipan untuk mendukung ide yang ia miliki. Semakin banyak pendapat atau argumen atau teori atau penelitian yang berkaitan dengan tulisannya, semakin valid pula karya ilmiahnya tersebut.

Penulisan Kutipan Menggunakan APA STYLE Edisi ke-6


Secara umum cara menuliskan:


Sumber kutipan: nama belakang /pengarang/ keluarga penulis (th author) dan tahun (year) dari sumber kutipan


Contoh:


(Azaria, 2014)


(Santoso, Azaria, & Tan, 2015)


Jika kutipan langsung maka wajib ditambahkan nomor halaman (page dituliskan dengan p. atau pages dituliskan dengan pp.). Jika nomor halaman tidak ada maka bisa digantikan dengan chapter atau paragraf ke berapa.


Contoh:


(Azaria, 2014, p. 15)


(Santoso, 2015, chap. 5)


Sistem pencantuman sumber kutipan dengan forman MLA dan APA disebut juga format Author-Date (AD) atau Author-Date-Page (ADP). Format ini mencantumkan sumber kutipan langsung pada teks. Sumber kutipan tersebut terdiri atas nama keluarga penulis, tahun terbitan buku, dan halaman tempat kutipan itu berasal. Pernyataan sumber kutipan dapat diletakkan sesudah kutipan atau sebelum kutipan.


Berikut ini adalah cara menuliskan pada beberapa jenis sumber dengan APA Style (George Forbes Memorial Library, Lincoln University, 2011):


A. Kutipan dari buku/thesis/prosiding seminar


Format dasar : Nama Penulis/Pengarang. (tahun terbit/publikasi). 


1. Buku dengan satu hingga lima pengarang


Contoh Penulisan Sumber Kutipan :


Kaufman, Perlman and Speciner (1995) found[Kutipan pertama]


Kaufman et al. (1995) found … This security technique is not always effective (Kaufman et al.).[Kutipan berikutnya pada alenia yang lain]


2. Buku dengan enam atau lebih pengarang


Contoh Penulisan Sumber Kutipan :


(Yang et al, 2009)


3. Buku tanpa pengarang


Jika tidak ada nama pengarang maka dituliskan judul bukunya, dengan dicetak miring.


Contoh Penulisan Sumber Kutipan :


(Longman Dictionary, 2003)


4. Buku dengan editor(s)


Contoh Penulisan Sumber Kutipan :


(Persley & Hill 1992)


5. Encyclopedia/ kamus


Contoh Penulisan Sumber kutipan :


(Bergmann, 1993)


6. Penulis adalah sebuah organisasi


Contoh Penulisan Sumber kutipan :


Tuliskan nama organisasi/lembaga secara lengkap!


(Statistics New Zealand, 1998)


Asosiasi dan instansi pemerintah dapat disingkat pada penyebutan kedua kalinya.


(New Zealand Qualifications Authority [NZQA], 2008)[Kutipan Pertama]


(NZQA, 2008)[Kutipan berikutnya]


 


7. Thesis atau Disertasi

Contoh Penulisan Sumber kutipan :


(Brown, 1995)


8. Prosiding (Salah satu karya, bukan semuanya)


Contoh Penulisan Sumber kutipan :


(Brackley, 1995, p. 51)


9. Prosiding secara utuh


Contoh Penulisan Sumber kutipan :


(Owen & Frey, 1995)


B. Kutipan dari sumber Periodical (Artikel dari Koran, Jurnal, Majalah)


Format Dasar : Nama Penulis atau Pengarang. (tahun publikasi).


1. Artikel dalam jurnal


Contoh Penulisan Sumber kutipan :


(Quarrie, Cantu, and Chalmers, 2002)


2. Artikel online dengan DOI


Contoh Penulisan Sumber kutipan :


(Ancrenaz, Dabek, and O’Neil, 2007, pp. 2445-2447)


3. Artikel online tanpa DOI


Contoh Penulisan Sumber kutipan :


(Nielsen, 2009, p. 1195)


4. Artikel tanpa nama pengarang


Gunakan beberapa kata pertama dari judul utama (yang dituliskan dalam tanda petik “ ”)dan tahun pada sumber kutipan.


Contoh Penulisan Sumber kutipan :


(“Painting life”, 2000, pp. 24-25)


5. Artikel Koran


*Tanpa Pengarang. Contoh Penulisan Sumber kutipan :


(“Scientist discounts”, January 16, 1995)


*Dengan Pengarang. Contoh Penulisan Sumber kutipan :


(English, December 28, 1996)


*Versi online. Contoh Penulisan Sumber kutipan :


(Bruce, December 13, 2007)


C.Kutipan dari Web Pages


Format Dasar : Nama Penulis atau Pengarang. (tahun, bulan tanggal artikel).


1. Web pages


*Dengan Pengarang. Contoh Penulisan Sumber kutipan :


(Kedgley, June 7, 2004)


*Tanpa Pengarang. Contoh Penulisan Sumber kutipan :


(Kiwi, April 13, 2010)


*Tanpa Tanggal. Contoh Penulisan Sumber kutipan :


(“New Zealand”, n.d)


2. Video


Contoh Penulisan Sumber kutipan :


(Norton, November 4, 2006)


3. Website secara keseluruhan


Tidak boleh dimasukkan dalam daftar pustaka. Setiap halaman yang Anda gunakan dalam kutipan wajib dijabarkan satu per satu, sesuai format yang telah dijelaskan sebelumnya.


D. Kutipan dari materi perkuliahan


Bagi mahasiswa, kadang-kadang materi perkuliahan digunakan sebagai acuan referensi dalam tulisan ilmiah. Padahal, biasanya materi kuliah tersebut tidak diterbitkan secara formal seperti buku dan jurnal (tidak mempunyai nomor ISBN). Jika materi tersebut berupa artikel jurnal atau bagian dari buku (booksection) maka tulislah sumber kutipan dan daftar pustaka seperti yang sudah dijabarkan di atas. Jika tidak, maka berikut ini adalah beberapa kategorinya (George Forbes Memorial Library, Lincoln University, 2011).


1. Dosen memberikan catatan dan berbicara dalam kelas


Jika Anda hendak mengutip dari apa yang disampaikan oleh dosen Anda ketika mereka presentasi, kutiplah itu sebagai “personal communication” (tidak dimasukkan dalam daftar pustaka tetapi ada bukti misalkan hasil rekaman suara)


(J. Bowring, personal communication, October 3, 2009)


2. Handouts


Handout yang diberikan selama perkuliahan, tutorial, atau kunjungan lapangan, tuliskan sebagai “unpublished paper presented at a meeting” dalam daftar pustaka


(Bowring, 2009)[penulisan sumber kutipan]


 3. Buku kuliah


[penulisan sumber kutipan>> Nama Penulis/Pengarang, tahun, halaman]


(Ross, 2009, pp. 23-45)


[penulisan sumber kutipan jika tidak ada nomor halaman>>Nama Penulis/Pengarang, Judul Bab, paragraf ke berapa]


(Ross, 2009, Topic – Outdoor Recreation section, ¶ 4)


6 Tata Cara Penulisan Singkatan yang Benar Menurut PUEBI

6 Tata Cara Penulisan Singkatan yang Benar Menurut PUEBI


Menurut laman kbbi.kemendikbud.go.id, singkatan merupakan hasil pemendekkan suatu istilah berupa huruf ataupun gabungan huruf. Singkatan juga bisa didefinisikan sebagai ringkasan atau kependekan dari suatu istilah yang agak terlalu panjang. Dalam penulisannya, singkatan mesti ditulis dengan beberapa cara tertentu yang telah diatur dalam Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia (PUEBI). Dalam buku “Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia” halaman 26, disebutkan bahwa penulisan singkatan terdiri atas beberapa tata cara, di mana tata cara tersebut adalah sebagai berikut ini!

1. Singkatan Nama Orang, Gelar, Sapaan, Jabatan, atau Pangkat Diikuti dengan Tanda Titik Pada Setiap Unsur Singkatan

Tata cara yang pertama ini dilakukan dengan pemberian titik di sela-sela huruf singkatan nama orang, gelar, sapaan, jabatan, ataupun pangkat. Misalnya:

W.S. (Willybrordus Surendro Rendra) : singkatan nama orang dengan tanda titik (.) diletakkan setelah huruf dan S.


S.Sos : singkatan gelar dengan tanda titik (.) diletakkan setelah huruf S.


Sdr. (saudara) : singkatan sapaan dengan tanda titik (.) diletakkan setelah singkatan tersebut.


Kol. (kolonel) : singkatan jabatan dengan tanda titik (.) diletakkan setelang singkatan tersebut.


2. Singkatan dari Nama Lembaga Pemerintahan, Instansi Pendidikan, Badan atau Organisasi, Serta Nama Dokumen Asli Negara yang Disingkat Huruf Awalnya Mesti Ditulis Dengan Huruf Kapital

Tidak seperti tata cara yang pertama, penggunaan tanda titik pada penulisan singkatan ini tidak diperlukan sama sekali. Misalnya:

BUMN: Badan Usaha Milik Negara


IPB: Institut Pertanian Bogor


PBB: Persatuan Bangsa-Bangsa


UUD: Undang-Undang Dasar


3. Singkatan yang Terdiri atas Huruf Awal Bukan Nama Orang Mesti Ditulis dengan Huruf Kapital tanpa Tanda Titik

Cara ini sama dengan cara nomor dua, hanya objek yang disingkatnya saja yang berbeda. Adapun objek bukan nama orang yang dimaksud dalam tata cara ini adalah nama istilah perusahaan, nama jenjang pendidikan, serta istilah-istilah umum lain yang lazim disingkat huruf awalnya saja. Contoh:

PT: Perseroan Terbatas:


SMP: Sekolah Menengah Pertama.


SIM: Surat Izin Mengemudi.


PUEBI: Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia.


4. Singkatan yang Terdiri atas Tiga Huruf atau Lebih Diikuti dengan Tanda Titik

Tata cara ini berlaku untuk singkatan istilah-istilah yang biasa ditemui dalam kepenulisan (seperti dan lain-lain, halaman, dan sebagainya).  Misalnya:

dll. : dan lain-lain


sda.: sama dengan di atas


yth. : yang terhormat


dkk. : dan kawan-kawan


5. Singkatan dalam Istilah Penulisan Surat Menyurat yang terdiri atas Dua Huruf Mesti Diikuti oleh Tanda Titik di Setiap Katanya

Misalnya:

a.n. : atas nama


s.d. : sampai dengan


u.b. : untuk beliau


6. Singkatan Lambang Kimia, Satuan Ukuran, Takaran, Timbangan, dan Mata Uang Tidak Perlu Diikuti oleh Tanda Titik

Contohnya:

cm: sentimeter


kg: kilogram


Rp: rupiah


ml: mililiter


MAKALAH

A. Apakah itu makalah?

Yang dimaksud dengan makalah adalah suatu karya tulis ilmiah yang membahas tema tertentu yang mencakup dalam ruang lingkup permasalahan. Atau makalah dapat didefenisikan sebagai karya tulis yang membahas suatu permasalahan sebagai hasil dari kajian pustaka atau di lapangan. Makalah umumnya slalu membahas mengenai permasalahan dengan analisis yang sangat objektif, dan biasanya makalah slalu dibuat oleh para pelajar atau mahasiswa.

B. Beberapa ciri-ciri makalah

Adapun ciri-ciri dari makalah yang diantaranya sebagai berikut ini:

Merupakan hasil laporan pelaksanaan kegiatan di lapangan tentang suatu permasalahan yang terjadi.


Mendemostrasikan pemahaman teori maupun kemampuan untuk menerapkan prosedur-prosedur yang ada kaitannya dengan permasalahan.


Untuk menunjukkan kemampuan tentang pemahaman teori maupun sumber-sumber yang digunakan untuk menyusun makalah.


Dan untuk mendemontrasikan kemampuan dalam menyusun berbagai macam sumber informasi untuk menyelesaikan permasalahan.


Apakah arti dari Makalah??


C. Jenis-jenis makalah

Bedasarkan sifatnya makalah dibagi menjadi 3 (tiga) jenis yang diantaranya yaitu:

a. Makalah induktif

Merupakan makalah yang disusun atau ditulis berdasarkan data-data empiris yang sifatnya objektif, berdasarkan apa yang sudah didapatkan di lapangan dan tetap relevan dengan permasalahan yang dibahas.

b. Makalah deduktif

Merupakan makalah yang didasarkan pada kajian-kajian yang teoritis dan juga relevan dengan permasalahan yang dibahasnya.

c. Makalah campuran

Merupakan makalah gabungan antara makalah induktif dan deduktif. Jadi makalah ini ditulis berdasarkan kajian-kajian teoritis dan data-data empiris. Adapun beberapa jenis makalah campuran diantaranya seperti:

1. Makalah ilmiah

Merupakan makalah yang membahas permasalahan hasil dari studi ilmiah dan biasanya isi makalah ini berdasarkan pendapat penulis yang bersifat subjektif.

2. Makalah kerja

Merupakan makalah yang bisanya ditulis berdasarkan dari suatu penelitian dan dapat memungkinkan penulis makalah akan berargumentasi dari masalah yang dibahas yang didapatkannya dari proses penelitian, sehingga pendapat atau opininya slalu bersifat subjektif.

3. Makalah kajian

Merupakan makalah yang ditulis sebagai sarana untuk memecahkan suatu permasalahan yang sifatnya kontroversial (yang dapat menimbulkan perdebatan).

4. Makalah tanggapan

Merupakan makalah yang biasanya ditulis sebagai reaksi terhadap suatu bacaan dan biasanya makalah ini sering ditulis oleh mahasiswa untuk memenuhi tugas kuliahnya.

5. Makalah posisi

Makalah yang ditulis atas permintaan dari suatu pihak, yang biasanya berfungsi sebagai alternatif pemecahan permasalahan yang kontroversial dan juga prosedur-prosedur penulisan dari makalah ini dilakukan secara ilmiah.

6. Makalah analisis

Merupakan makalah yang disusun secara objektif dan juga empiris.

D. Tahapan-tahapan ketika akan menyusun atau menulis suatu makalah

a. Persiapan

Mengumpulkan dan membaca buku atau artikel untuk memilih dan menentukan tema. Membaca materi-materi untuk memperluas ilmu pengetahuan yang ada hubungannya dengan tema yang sudah dipilih dan kerangka makalah akan dikembangkan.

b. Penulisan
Mengembangkan kerangka makalah yang sudah dibuat menjadi sebuah makalah.

c. Revisi atau pemeriksaan

Melakukan pemeriksaan terhadap isi makalah dan penggunaan kata, kalimat, tanda baca dan lain-lain.

E. Sistemtika penulisan makalah

a. COVER (Sampul)

Pada bagian ini biasanya terdiri dari judul, logo (logo perusahaan, sekolah atau kampus) data penulis, jurusan, fakultas, kota perusahaan atau kampus dan tahun dibutnya makalah tersebut.

b. KATA PENGANTAR

Pada bagian ini biasanya diawali dengan kalimat puji-pujian kepada Tuhan atau Allah SWT. Kata pengantar dapat berupa gambaran sedikit mengenai makalah, ungkapan rasa terimakasih kepada berbagai pihak dan biasanya diakhiri harapan penuis mengenai makalah yang ditulisnya.

c. DAFTAR ISI

Pada bagian ini merupakan daftar halaman judul-judul atau bab-bab pada makalah.

d. BAB I PENDAHULUAN

Pada bagian ini umumnya berisi tentang pendahluan tentang gambaran secara umum makalah yang ditulis, mengenai permasalahan yang dibahas, serta latar yang membelakangi mengapa mengambil atau menentukan tema tersebut. Umumnya pada BAB I PENDAHULUAN ini memiliki struktur sebagai berikut:

Latar belakang, yaitu merupakan latar yang membelakangi kenapa mengambil tema tersebut yang dimulai dari pembahasan umum hingga ke pembahasan khusus.


Rumusan masalah, yaitu rumusan-rumusan mengenai masalah apa yang dibahas pada makalah yang disusun.


Maksud dan Tujuan, yaitu maksud maupun tujuan mengapa makalah tersebut disusun.


e. BAB II PEMBAHASAN

Lalu pada bagian ini penulis harus membahas permasalahan secara tuntas seperti yang ditulis pada BAB I PENDAHULUAN. Dapat dibilang pada bagian ini merupakan isi yang sebenarnya dari makalah. Dalam pembahasannya harus memperkuat dengan fakta-fakta sehingga tulisan pada makalah dapat dipercaya kebenarannya. Dilengkapi juga dengan teori maupun kajian dari refrensi para penulis buku, junal dll. yang nantinya dapat mendukung gagasan yang disampaikan dalam isi makalah.

f. BAB III PENUTUP

Sedangkan pada bagian ini biasanya penulis akan membuat kesimpulan dari isi atau pembahasan yang sudah dilakukan pada bagian BAB II PEMBAHASAN dan biasanya juga dilengkapi dengan saran.

g. DAFTAR PUSTAKA

Bagian ini berisi daftar sumber bacaan atau refrensi yang diambil oleh penulis untuk menyusun makalahnya. Biasanya refrensi tersebut diambil dari buku, jurnal, internet dan lain-lain. Tentunya cara penulisan dafar pustaka tidak sembarangan tapi ada aturannya.

h. LAMPIRAN

Dan bagian terakhir yaitu lampiran, merupakan lampiran data-data pendukung dalam menyusun makalah. Dapat berupa hasil bimbingan, foto kegiatan di lapangan dan lain-lain. Bagian ini tidak selalu diwajibkan untuk dicantumkan.

F. Manfaat dari menyusun atau menulis makalah

Beberapa manfaat yang bisa didapatkan dalam menyusun suatu makalah, yang diantaranya seperti:

Kita dapat belajar untuk memahami masalah yang ada dan mencari solusinya.


Dapat membuka pikiran untuk memahami permasalahan yang akan dicarikan solusinya.


Dapat menerapkan wawasan atau ilmu pngetahuan yang sudah dipelajari untuk menyelesaikan permasalahan dilapangan.


DAFTAR PUSTAKA

A. Penjelasan tentang daftar pustaka.

Daftar pustaka adalah daftar yang berisi sumber-sumber bacaan yang digunakan sebagai bahan untuk acuan dalam menulis karya ilmiah. Atau Daftar pustaka merupakan suatu daftar yang berisi judul buku, artikel atau bahan tulisan  yang mempunyai kaitannya dengan suatu karya ilmiah yang dibuat.

Pencantuman judul buku pada daftar pustakan pada akhir karya ilmiah sangat berkaitan erat dengan pengutipan tulisan pada buku. Jika kita mengutip informasi atau teori yang digunakan untuk membuat karya ilmiah maka kita harus mencantumkan judul buku tersebut pada daftar pustaka. Kutipan ini dapat merupakan pinjaman kalimat ataupun pendapat seseorang.

Kita dapat menemukan daftar pustaka pada laporan hasil penelitian, makalah, skripsi, tesis dan lain-lain. Daftar pustaka sangat penting peranannya bagi karya ilmiah, karena jika sebuah karya ilmiah tidak ada daftar pustakanya maka akan diragukan kebenarannya. Para pembaca yang tertarik dengan materi yang dibahas pada suatu karya ilmiah, tentunya dapat memudahkan untuk mengecek dan mempelajari materinya lebih dalam jika kita mencantumkan daftar pustaka.

Apa itu daftar pustaka & bagaimana cara penulisannya?


B. Beberapa fungsi daftar pustaka

Adapun beberapa fungsi dari daftar pustaka yang diantaranya sebagai berikut:

Untuk menunjukan bahwa tulisan atau informasi dalam karya ilmiah tersebut bukanlah hasil dari pemikiran penulis sendiri, tapi dari hasil pemikiran orang lain juga.


Untuk memberikan sumber informasi yang ditulis, supaya nantinya dapat ditelusuri oleh pembaca jika ingin mengetahui informasi atau teori tersebut secara lebih lengkap.


Untuk menghargai atau memberikan penghargaan kepada penulis sumber informasi, sehingga karya ilmiah tersebut dapat terselesaikan.


C. Unsur-unsur daftar pustaka.

Adapun unsur-unsur yang terdapat pada daftar pustaka, yang diantaranya seperti:

Nama penulis atau pengarang.


Judul buku atau judul artikelnya.


Dan data publikasi buku yang meliputi tahun terbit, penerbit, tempat diterbitkan dan edisinya jika ada.


B. Hal-hal yang perlu diperhatikan saat akan menulis daftar pustaka.

Beberapa ketentuan dan aturan dalam menulis daftar pustaka yang diantaranya sebagai berikut:

Jika penulis yang menggunakan nama keluarga atau marga, maka nama keluarga atau marganya harus ditulis terlebih dahulu. Sedangkan jika penulis tidak mengunakan nama keluarganya maka diawali dengan nama belakang.


Jika penulis memiliki gelar sarjana maka tidak perlu dicantumkan.


Judul buku harus dicetak miring atau diberikan garis bawah pada setiap katanya, jadi diberikan garis bawahnya perkata.


Baris pertama harus diketik dimulai dari ketukan pertama. Sedangkan baris kedua dan seterusnya diketik dimulai dari ketukan ke tujuh.


Jarak antara baris yang satu dengan baris berikutnya berjarak satu spasi dan jarak antara sumber yang satu dengan sumber lain berjarak dua spasi.


Baca juga: Pengertian catatan kaki dan contohnya serta cara penulisannya.

D. Cara menulis daftar pustaka.

Berikut dibawah ini cara atau langkah-langkah menulis daftar pustaka:

a. Harus disusun berdasakan alfabet secara berurutan.

Jadi menulis daftar pustaka, maka harus disusun secara berurutan sesuai dengan alfaber dari A – Z.

b. Cara penulisannya sebagai berikut ini:

Tulis nama penulis atau pengarangnya dengan cara dibalik (nama belakang terlebih dahulu).


Tulis tahun terbit bukunya (jika mengambil dari buku), lalu beri tanda titik (.).


Tulis judul bukunya lalu beri tanda titik (.).


Dan tulis kota dimana buku itu diterbitkan, selingi dengan tanda titik dua (:) lalu tulis nama penerbitnya, setelah itu berilah tanda titik (.).


c. Bagaimana jika menggunakan dua sumber atau lebih?

Jika menggunakan dua sumber atapun lebih dengan penulis atau pengarangnya sama, maka tulis saja sumber buku yang diterbitkan terlebih dahulu, setelah itu tulis buku yang terbit selanjutnya lalu diantara kedua sumber tersebut dibutuhkan garis panjang.  Sedangkan jika penulis atau pengarangnya banyak maka tulis saja nama penulis yang pertama lalu selingi dengan tanda koma (,) dan tulis dkk.

D. Beberapa contoh daftar pustaka.

Supaya lebih jelas perhatikan beberapa contohnya dibawah ini:

a. Jika satu penulis.

Saepul Deni. 2015. Panduan Menulis Karya Ilmiah Untuk Pemula. Jakarta: Pustaka Mentari Sore.

b. Jika dua sumber dan penulisnya sama

Nurohman Fajar. 2014. Pengantar Manajemen Rumah Sakit. Jakarta: Pustaka Petang.
___________. 2015. Belajar Manajemen Rumah Sakit. Jakarta: Pustaka Petang.

c. Jika dua penulis dengan judul buku yang sama

Septian Rizki dan Rizal Agus. 2015. Panduan Manajemen Bisnis. Bandung: Media Mentari Petang.

d. Jika penulisnya banyak.

Hadi Septian, dkk. 2014. Belajar Bisnis Online. Surabaya: Media Mentari Petang.

e. Jika bersumber dari internet.

Tulis nama penulis dengan cara dibalik.


Lalu tulis tahun kapan tulisan itu di terbitkan, lalu berikan tanda titik (.).


Tulis judulnya dan beritanda titil (.).


Tulis URL-nya lalu beri tanda koma (,).


Dan tulis tanggal kapan kamu mengakses tulisan tersebut.


Untuk lebih jelas, perhatikan contohnya berikut ini:

Rizal Fikri. 2016. Seputar Rekayasa Perangkat Lunak. Dari http://www.nama-situsnya. com/2014/09/ilmu-manajemen-bisnis.html, Diakses Pada 7 April 2016.

RESENSI

A. Penjelasan resensi.

Apakah itu resensi? Secara etimologi kata Resensi berasal dari bahasa Latin, yaitu dari kata Revidere atau kata Recensare yang artinya melihat kembali, menilai atau menimbang kembali. Jika dalam bahasa Belanda disebut dengan Recensie, dan dalam bahasa Inggris disebut dengan Review. Jadi dapat dikatakan Resensi adalah suatu penilaian terhadap suatu karya, baik itu karya tulisan ataupun film. Atau resensi dapat diartikan sebagai ulasan mengenai nilai suatu karya. Salah satu tujuannya yaitu untuk menyampaikan kepada orang lain atau kepada para pembaca (jika buku) apakah hasil karya tersebut pantas untuk mendapatkan sambutan baik atau kurang baik.

B. Beberapa tujuan resensi.

Berikut ini beberapa tujuan dari resensi, yang diantaranya:

Untuk membantu para pembaca mengetahui gambaran secara ringkas dan penilaian dari suatu karya misalnya pada sebuah buku.


Untuk mengetahui apa saja kelebihan dan kelemahan suatu karya.


Untuk mengetahui latar belakang maupun alasan karya tersebut diterbitkan.


Untuk menguji suatu karya, misalnya buku dengan menbandingkannya dengan buku lain.


Dan untuk memberikan masukan kepada pembuat karya, misalnya pada penulis buku tentang buku yang ditulisnya.


Apakah itu Resensi??


C. Jenis-jenis resensi.

Umumnya resensi dibagi menjadi 3 (tiga) macam, yang diantaranya sebagai berikut ini:

Resensi informatif, merupakan jenis resensi yang berisi ulasan singkat dan umum dari keseluruhan isi buku.


Resensi deskriptif, merupakan jenis resensi yang membahas secara lengkap dan detail pada setiap bagian dari buku.


Resensi kritis, merupakan jenis resensi yang bentuknya suatu ulasan secara detail dengan menggunakan metodologi ilmu pengetahuan tertentu. Biasanya isi dari resensi ini kritis dan juga objektif dalam melakukan penilaian dari isi buku atau suatu karya.


Akan tetapi dari ketiga jenis resensi di atas tadi, bisa saja digunakan semuanya secara bersama-sama dalam melakukan suatu resensi.

D. Syarat-syarat saat menyusun resensi.

Adapun beberapa syarat yang perlu dipenuhi saat menyusun resensi buku, yang diataranya:

Adanya data buku seperti nama penulis, nama penerbit, tahun terbit dan tebal dari buku tersebut.


Isi pendahuluannya yaitu perbandingan dengan karya yang sebelumnya, biografi penulis atau semua hal yang berkaitan dengan isi buku.


Adanya ulasan singkat pada buku tersebut.


Buku tersebut harus bermanfaat dan kepada siapa manfaat tersebut di tujukan.


E. Unsur-unsur resensi.

Saat membuat suatu resensi terdapat unsur-unsur yang harus dipenuhi, tujuannya supaya resensi yang nanti dibuat berkualias. Di bawah ini beberapa unsur yang harus di penuhi saat membuat suatu resensi:

a. Judul resensi.

Pada bagian judul resensi, harus memiliki kesamaan dengan isi resensi atau mencerminkan isi tulisan pada buku. Dengan judul yang menarik akan memberikan nilai yang lebih pada suatu resensi yang dibuat.

b. Menyusun data-data buku.

Umumnya dalam menyusun data buku dilakukan seperti berikut ini:

Judul buku.


Penulis.


Penerbit.


Tahun terbit dan cetakan atau edisinya.


Jumlah halaman.


Dimensi buku.


Harga buku.


c. Isi dari resensi buku.

Isi dari resensi buku harus memuat intisari atau ulasan singkat mengenai buku dengan kutipan secukupnya, kelebihan buku, kelemahan buku, rumusan kerangka buku dan penggunaan bahasa pada buku yang diresensi.

d. Penutup dari resensi buku.

Bagian penutup dari resensi buku umumnya berisi alasan-alasan kenapa buku tersebut ditulis dan kepada siapa ditujukannya.

F. Langkah-langkah meresensi buku.

a. Pengenalan terhadap buku yang diresensi, diantaranya meliputi:

Mulai dari tema buku yang akan diresensi beserta deskripsi dari buku tersebut.


Siapa yang menerbitkan buku tersebut, kapan dan dimana diterbitkannya, seberapa tebal dari buku tersebut (jumlah bab dan halaman buku), format dan harganya.


Siapa penulisnya, meliputi: nama penulis, latar belakang pendidikannya, reputasi, prestasi, buku apa saja yang ditulisnya dan kenapa dia menulis buku tersebut.


Golongan buku yang ditulis penulis, seperti: pendidikan, teknik, politik, sastra, psikologi, bahasa dan lain-lain.


b. Baca buku yang akan diresensi secara komperhensif, cermat dan teliti.

c. Tandai pada setiap bagian buku yang akan diperhatikan secara khusus dan kutipan-kutipan yang diperlukan yang nantinya akan dijadikan data untuk resensi.

d. Buatlah sinopsis atau ringkasan dari isi buku tersebut.

e. Menentukan sikap dan menilai hal-hal berikut ini:

Kerangka penulisan, maksudnya bagaimana hubungan antara bagian yang satu dengan bagian yang lainnya seperti hubungan bab yang satu dengan bab yang lainnya.


Isi dari pernyataan, maksudnya bagaimana ide dalam tulisan, analisis, penyajian data dan kreativitas pemikiran penulis buku.


Dari segi bahasa, bagaimana ejaan, kalimat dan penggunaan kata pada tulisannya, apakah mudah dimengerti atau tidak terutama untuk buku karya ilmiah.


Dari segi aspek teknis, maksudnya bagaimana tata letak, kerapian, kebersihan dan pencetakannya pada buku tersebut.


f. Seteleh membuat resensi, jangan lupa untuk menyuting dan membaca kembali hasil resensi yang sudah dilakukan.

Sebelum melakukan penilaian, sebaiknya terlebih dahulu membuat semacam outline atau garis besar pada resensi. Outline akan sangat berguna untuk membantu saat kita akan menulis resensi. Lalu koreksi dan revisi hasil dari resensi yang telah dilakukan dengan menggunakan dasar-dasar resensi yang telah ditentukan.

G. Beberapa keterampilan dasar bagi peresensi buku.

Adapun beberapa keterampilan dasar yang diperlukan untuk seseorang yang ingin menjadi peresensi suatu karya misalnya buku, yang diantaranya sebagai berikut ini:

Memahami tujuan dari penulis buku. Setidaknya tujuan penulis dapat diketahui dari kata pengantar atau pada bagian pendahuluan.


Memahami tujuan dari meresensi buku, karena akan menentukan corak resensi yang nantinya akan dibuat.


Memahami sepenuhnya latar belakang para pembaca yang menjadi sasaran buku, seperti memperhaikan slera, tingkat pendidikan dan status sosial para pembaca.


Dan jika akan mengirimkan hasil resensi ke media massa, maka peresensi harus memahami karakteristik media massa.