Jumat, 10 Agustus 2018

Contoh Frasa dan Klausa dalam Bahasa Indonesia

Contoh Frasa dan Klausa dalam Bahasa Indonesia


Dalam bahasa Indonesia ada yang disebut frasa dan klausa yang merupakan bagian dari kalimat yang bisa berdiri sendiri. Frasa dan klausa ini memiliki ciri dan jenis tersendiri. Berikut bahasan kita mengenai pengertian, ciri, jenis dan contoh frasa dan klausa dalam bahasa Indonesia.


Frasa

Secara umum pengertian frasa adalah gabungan dari dua kata atau lebih dan mempunyai arti yang berubah menurut kata dalam kalimatnya. Beberapa ciri dari frasa yaitu :

terdiri dari dua kata atau lebih


memiliki makna yang bersifat gramatikal (berubah-ubah)


memiliki fungsi gramatikal dalam kalimat baik sebagai subjek, predikat, objek, ataupun keterangan.


bersifat non predikatif


Jenis Frasa

Berdasarkan pada kelas katanya, frasa dibagi menjadi beberapa jenis, seperti :

1. Frasa kata kerja

Frasa kata kerja merupakan frasa yang memiliki unsur kata kerja dalam pembentukannya. Contoh :

Sedang tidur


Sedang menonton televisi


Sudah makan


Bayinya tertawa


Anak-anak sedang bermain


Ayah sedang membaca


Pergi sekolah


Membantu orang tua


Berlari kencang


Jalan sore


2. Frasa kata sifat

Frasa kata sifat merupakan frasa yang unsur utama pembentuknya adalah kata sifat. Seperti :

Sangat besar


Paling hebat


Mimpi indah


Cuacanya sangat panas


Pemandangan yang indah


Gedungnya tinggi sekali


Pelari paling cepat


Sepatunya paling mahal di kelas


Jalannya rusak


Perjalanan yang panjang


3. Frasa kata benda

Frasa kata benda adalah frasa yang unsur utama pembentukannya merupakan kata benda. Contohnya:

Gedung olahraga


Lapangan basket


Rumah sakit


Buku gambar


Nasi goreng


Pintu kamar.


Rumah ini milik kakekku


Kakanya seorang dokter


Ayahnya seorang nelayan


Aldi seorang pelajar


4. Frasa kata keterangan

Frasa keterangan adalah frasa yang unsur utama pembentukannya adalah keterangan. Contoh :

Minggu lalu


Besok lusa


Senin depan


Tahun depan saya lulus


Bulan lalu saya sakit


Rumah depan


Baru saja


Sebelah kanan


Menuju utara


Samping pintu


5. Frasa kata depan

Frasa kata depan atau preposisi merupakan frasa yang unsur utama pembentuknya adalah kata depan. Contoh :

Di rumah


Di dalam kulkas


Di depan sekolah


Di pinggir pintu


Ke bandung


Dari Jakarta


Untuk Ibu


Kepada yang terhormat


Dari arah samping


Ke Selatan

6. Frasa kata bilangan

Frasa bilangan adalah frasa yang unsur utama pembentukannya merupakan kata bilangan. Contoh :

Tiga


Lima belas


Tiga puluh enam


Lima batang


Sembilan buah


Setengah jalan


Lima belas ribu rupiah


Sepuluh langkah


Tiga ribu euro


Peringkat enam


Sementara berdasarkan pada bentuknya frasa terdiri dari beberapa jenis seperti :

1. Frasa eksosentris

Frasa eksosentris adalah frasa yang tidak memiliki kesamaan kedudukan pada unsurnya. Dengan kata lain tidak ada unsur inti. Seperti:

Mereka menunggu di stasiun


Ada banyak orang di dalam gedung


Penonton telah hadir di lapangan


Kakak membeli sepatu di pasar


Hjan turun tadi sore


Di halaman rumah Ani banyak pohon


Semua diam di rumah karena cuaca dingin


Semua siswa berdiri di lapangan


Adiku pergi ke bogor


Ayah pulang dari kantor


2. Frasa endosentris

Frasa endosentris adalah frasa yang memiliki kesamaan kedudukan pada unsurnya. Frasa ini dibagi menjadi tiga jenis, yaitu :

2.1. Frasa endosentris atributif

Frasa endosentris atributif adalah frasa endosentris yang memiliki unsur inti dan atribut dimana atribut merupakan bagian dari frasa tapi tidak termasuk unsur itu sendiri. Atribut disini hanya menerangkan unsur inti agar membentuk frasa. Contoh :

Buku baru


Sepedanya rusak


Kelas pagi


Minggu lalu


Sedang istirahat


Cuaca dingin


Hujan sangat deras


Kue manis


Gedung tinggi


Di rumah


2.2. Frasa endosentris kontributif

Frasa endosentris kontributif adalah frasa endosentris yang semua unsurnya adalah unsur inti. Frasa ini bisa diberi sisipan “dan” atau “atau”. Contoh :

Ayah dan ibu


Suami istri


Laki-laki dan perempuan


Muda mudi


Bekerja atau belajar


Kemeja atau kaus


Politik dan ekonomi


Aman dan nyaman


Sayur dan buah


Makan dan minum


2.3. Frasa endosentris apositif

Frasa endosentris apositif adalah frasa endosentris yang memiliki unsur pusat dan atribut. Atribut tidak menjadi bagian dari unsur inti tapi menerangkan unsur inti untuk membentuk frasa. Contohnya :

Bandung , kota kembang


Dia adalah sahabat adikku


Jakarta adalah tempat tinggalku


Presiden Indonesia ke tujuh, Bapak Joko Widodo


Mereka adalah teman ibukku


Kepala sekolahnya teman ayahku


Dokternya teman lamaku


Lionel Messi, pemain Barcelona


Irma, ketua OSIS di sekolahku


Rahman, kakakku


Berdasarkan maknanya frasa dibagi beberapa jenis, Sepert :

1. Frasa biasa, adalah frasa yang memliki makna sebenarnya/sesungguhnya. Contoh :

Susu sapi


Mobil merah


Sepatu baru


2. Frasa idiomatik, adalah frasa yang memiliki makna konotasi (bukan sebenarnya). Contoh :

Tangan kanan


Buah tangan


Kambing hitam


3. Frasa ambigu, adalah frasa yang mempunyai banyak makna tergantung pemakaian katanya dalam kalimat.

Kambing hitam dapat berati kambing yang berwarna hitam atau orang yang selalu disalahkan.


Kuda hitam dapat berarti kuda yang berwarna hitam atau sesuatu yang tidak diduga.


Panjang tangan dapat berarti panjang dari tangan atau suka mencuri.

Klausa

Klausa adalah gabungan kata yang setidaknya memiliki subjek dan predikat. Terkadang dilengkapi dengan objek dan keterangan. Pada contohnya klausa lebih lengkap dari frasa tapi belum bisa disebut kalimat karena tidak memiliki intonasi akhir. Sama seperti frasa, klausa juga memiliki ciri tersendiri, yaitu :

memiliki predikat


tidak memiliki intonasi akhir


Jenis Klausa

Berdasarkan strukturnya, klausa dibagi menjadi :

1. Klausa bebas

Klausa yang bisa menjadi kalimat karena dalam klausa ini sudah terdapat subjek dan predikat. Klausa ini juga biasa disebut dengan induk kalimat. Contoh :

Ayah pergi


Adik sekolah


Pemain yang hebat


2. Klausa terikat

Klausa ini tidak bisa menjadi kalimat karena tidak memiliki susunan unsur yang lengkap. Klausa ini biasa disebut anak kalimat. Ciri dari klausa ini adalah adanya konjungsi. Contoh :

Supaya tidak banjir


Ketika hujan turun


Saat matahari terbit


Berdasarkan unsurnya klausa dibagi menjadi :

1. Klausa verbal, merupakan klausa yang predikatnya adalah sebuah kata kerja. Contoh :

Anjing menggonggong


Ayah membaca


Kakak bermain gitar


2. Klausa nomina, predikatnya merupakan kata benda. Contoh :

Ibuku seorang guru


Ayah membawa meja


Aldi membeli bola


3. Klausa adjketiva, klausa yang mengandung kata sifat sebagai predikatnya. Contoh :

Mereka sangat cerdas


Gedungnya sangat tinggi


Rumahnya mewah


4. Klausa preposisional, klausa dimana predikatnya adalah kata depan. Contoh :

Ibu pergi ke pasar


Ayah pulang dari kantor


Saya akan pergi ke Bandung


Tidak ada komentar:

Posting Komentar