Kamis, 11 September 2025

Menata Hati dengan Cahaya Rasulullah ﷺ

🌙 Menata Hati dengan Cahaya Rasulullah ﷺ 🌙

الحمد لله رب العالمين
Wahai hadirin yang dimuliakan Allah,

Hati manusia ibarat cermin. Jika dibiarkan berdebu, ia akan buram dan gelap. Namun jika disinari cahaya Rasulullah ﷺ, hati itu akan kembali bercahaya, penuh kasih sayang, sabar, dan lembut.

Mari kita dengarkan hikayat-hikayat indah dari sang Kekasih Allah…


---

🌿 Hikayat Pertama: Rasulullah dan Wanita Tua Pelempar Sampah

Setiap hari, seorang wanita tua melempari beliau dengan sampah. Namun, Rasulullah ﷺ tidak pernah marah.
Saat wanita itu sakit, beliau malah menjenguknya, membawakan makanan, menanyakan keadaannya.
Hati wanita itu luluh dan akhirnya bersyahadat.
🌸 Inilah cahaya Rasulullah ﷺ: membalas kebencian dengan kasih sayang.

Khoirunnas anfauhum linnas, sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat untuk manusia lainnya.


---

🌙 Hikayat Kedua: Rasulullah dan Anak Kecil

Rasulullah ﷺ memeluk, menyapa, dan mencium anak-anak dengan penuh cinta.
Beliau bersabda: “Barangsiapa tidak mengasihi, maka ia tidak akan dikasihi.”
🌸 Inilah cahaya Rasulullah ﷺ: menata hati agar hidup penuh kasih sayang.


---

🌸 Hikayat Ketiga: Rasulullah dan Unta yang Menangis

Seekor unta menangis karena diperlakukan kasar. Rasulullah ﷺ mengusap lehernya, menenangkannya, lalu menegur pemiliknya agar berbuat baik kepada hewan.
🌸 Inilah cahaya Rasulullah ﷺ: hati yang lembut, bahkan terhadap makhluk selain manusia.


---

🌟 Hikayat Keempat: Rasulullah dan Penduduk Thaif

Ketika beliau diusir, dilempari batu hingga berdarah, malaikat menawarkan untuk membinasakan Thaif.
Namun beliau justru berdoa: “Ya Allah, berilah hidayah kepada kaumku, sesungguhnya mereka tidak mengetahui.”
🌸 Inilah cahaya Rasulullah ﷺ: hati yang pemaaf, meski punya alasan untuk membalas.

Hikayat Kelima : 🌙 Hikayat Rasulullah ﷺ dan Laki-laki Badui 🌙

Dikisahkan, suatu hari Rasulullah ﷺ duduk bersama para sahabatnya. Tiba-tiba seorang laki-laki Badui masuk, wajahnya keras dan tutur katanya kasar. Ia menuntut haknya dengan suara tinggi, seakan tidak menghormati majelis. Para sahabat geram, namun Rasulullah ﷺ tetap tersenyum, wajahnya penuh kesabaran.

Beliau lalu berkata dengan lembut:
"Berikanlah haknya. Sesungguhnya pemilik hak berhak untuk berbicara."

Setelah mendapatkan bagiannya, orang Badui itu berkata dengan puas, namun Rasulullah ﷺ tidak berhenti di situ. Beliau menambahinya dengan hadiah, lalu menatapnya dengan kasih sayang. Hati orang Badui itu luluh, matanya basah, ia berkata:
"Engkau membalas keburukan dengan kebaikan, wahai Muhammad. Demi Allah, engkau adalah utusan-Nya."

Para sahabat terheran. Rasulullah ﷺ menoleh kepada mereka dan bersabda:
"Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia."

---

🌸 Hikmah:
Dari hikayat ini, kita belajar bahwa menata hati dengan cahaya Rasulullah ﷺ adalah menata hati dengan kesabaran, kelembutan, dan kasih sayang. Beliau mampu merubah kerasnya hati menjadi lembut, karena hatinya dipenuhi cahaya ilahi.

Bahkan Allah dan Malaikat NYA bershalawat atas Nabi, di tuangkan dalam surah Al Ahzab : 56, dan menyeru orang beriman untuk bershalawat dengan sebaik-baik nya salam dan penghormatan.

Ya nabi salam alaika... ya rasul salam alaika, ya habib salam alaika , sholawatullah salam alaika

sholawat pun mampu menjadi syifa atau obat penyejuk hati dan jiwa : 
Allahummasolli wasallim ala sayidina muhammad tibil qulubi wadawa iha, wa afiyatil abadaniwa syifa iha, wanuril absyori wadiya iha, wa ala alihi wasobhi wasalim.

selain shalat obat penyejuk hati kita adalah Al Qur'an, Ifta qulubana.. tilawatil Qur'an, bacalah Al-Qur'an... Al-Quran sumber kehidupan.

---

🌺 Hadirin yang dimuliakan Allah,
Inilah teladan agung. Cahaya Rasulullah ﷺ adalah cahaya yang menuntun kita:

dari marah menuju sabar,

dari keras menuju lembut,

dari benci menuju cinta,

dari gelap menuju cahaya.


Maka mari kita menata hati dengan cahaya Rasulullah ﷺ,
agar hidup kita dipenuhi rahmat, dan langkah kita menuju ridha Allah Ta‘ala.

و صلى الله على سيدنا محمد وعلى آله وصحبه أجمعين
و الحمد لله رب العالمين


---




Tidak ada komentar:

Posting Komentar