Rabu, 03 September 2025

Ilmu : Cahaya yang Tak Padam Meski Tak Dihargai”

📖 Motivasi Penuntut Ilmu

Menuntut ilmu bukanlah perjalanan yang mudah. Ia membutuhkan tenaga, waktu, harta, bahkan kesabaran yang luar biasa. Tidak jarang, seorang penuntut ilmu harus rela meninggalkan kenyamanan, berjuang di tengah keterbatasan, dan bersabar menghadapi ujian demi ujian.

Namun, ketika sampai pada titik keberhasilan, seringkali dunia tidak adil. Ilmu yang diperjuangkan dengan susah payah tidak selalu dihargai. Ada yang meremehkan, ada yang mengabaikan, bahkan ada yang mencemooh.

Di sinilah ujian terbesar seorang penuntut ilmu: menjaga hati agar tetap ikhlas. Karena sejatinya, ilmu tidak dituntut demi pujian manusia, bukan pula demi kemuliaan di hadapan makhluk. Ilmu dituntut untuk mencari ridha Allah, agar ia menjadi cahaya yang menerangi kehidupan.

Ingatlah, penghargaan manusia bisa hilang, tetapi keberkahan ilmu dari Allah akan abadi. Siapa yang menuntut ilmu dengan tulus, niscaya Allah akan angkat derajatnya, meski dunia menutup mata.

🌿 Allah berfirman:
“Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat...” (QS. Al-Mujadilah: 11)

📜 Rasulullah ﷺ bersabda:
“Barangsiapa menempuh jalan untuk menuntut ilmu, maka Allah akan mudahkan baginya jalan menuju surga.”
(HR. Muslim, no. 2699)

📖 Kisah Inspiratif Penuntut Ilmu

Suatu ketika, Imam Ahmad bin Hanbal rahimahullah (seorang ulama besar, pendiri madzhab Hanbali) berjalan jauh hanya untuk mendengar satu hadits dari seorang perawi. Beliau rela menempuh perjalanan panjang, meninggalkan kenyamanan, hanya demi memastikan kebenaran satu kalimat dari Rasulullah ï·º.

Dalam perjalanan itu, beliau pernah mengalami lapar, haus, bahkan ditolak ketika hendak bermalam di sebuah masjid. Sampai-sampai beliau harus tidur di jalanan. Namun, beliau tidak marah, tidak mengeluh. Sebaliknya, beliau tetap menjaga keikhlasan dan kesabaran.

Ketika ditanya, “Wahai Imam, mengapa engkau bersusah payah seperti ini, padahal engkau sudah menjadi ulama besar dan dikenal banyak orang?”

Beliau menjawab dengan penuh ketawadhuan:
“Saya akan terus menulis ilmu hingga masuk ke dalam kubur.”

Kisah ini mengajarkan kita bahwa menuntut ilmu itu perjuangan panjang, tidak berhenti hanya karena sudah merasa cukup. Pengorbanan yang besar tidak selalu dihargai manusia, tapi Allah-lah yang akan meninggikan derajat orang berilmu.

---

🌿 Pelajaran:

1. Menuntut ilmu butuh kesabaran dan pengorbanan.
2. Ilmu tidak mengenal kata “cukup”.
3. Jangan menunggu penghargaan manusia, karena pahala sejati datang dari Allah.

📖 Kisah Sahabat: Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu

Abu Hurairah adalah salah satu sahabat Nabi ï·º yang paling banyak meriwayatkan hadits. Namun, tidak semua orang tahu betapa besar pengorbanan beliau dalam menuntut ilmu.

Beliau pernah berkata:
"Aku dulu adalah seorang miskin dari kalangan Ahlus Shuffah. Aku sering lapar hingga jatuh pingsan di masjid karena tidak kuat menahan perut. Kadang aku menempelkan batu di perutku untuk menahan rasa lapar."

Meskipun hidup dalam kesulitan, Abu Hurairah tidak meninggalkan majelis Rasulullah ï·º. Beliau lebih memilih mendengarkan setiap sabda Nabi daripada mencari pekerjaan tetap, karena cintanya kepada ilmu. Hingga akhirnya, beliau menjadi salah satu sahabat yang paling banyak meriwayatkan hadits—sekitar 5374 hadits.

Apa yang beliau perjuangkan dengan lapar, sabar, dan kesungguhan, kini kita rasakan sebagai warisan ilmu yang mulia.

---

🌿 Pelajaran dari kisah ini:

1. Ilmu membutuhkan pengorbanan, bahkan terkadang menahan lapar dan lelah.

2. Kesabaran dan keikhlasan dalam menuntut ilmu akan Allah abadikan sebagai pahala jariyah.

3. Jangan khawatir jika manusia tidak menghargai—lihatlah, hingga hari ini Abu Hurairah dihormati jutaan orang karena ilmu yang beliau wariskan.




Senin, 18 Agustus 2025

BIOGRAFI MARIAHYUFA _UNTUKSEBUAHHATI

Biografi Mariah Yufa – Untuk Sebuah Hati

Nama Lengkap             : Mariah Ulfah Al-Qibtiyah

Nama Pena                   : Mariah Yufa

Tempat, Tanggal Lahir : Jakarta, 29 Maret 1983

Pendidikan:
Sarjana (S1) Bahasa dan Sastra, Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka (UHAMKA) Jakarta.

Karier & Pengalaman:
Pernah menjadi pengajar di SMA dan SMK 2 PKP Jakarta Islamic School.

Mentor bimbingan belajar Primagama.

Aktif di dunia organisasi sejak remaja, di antaranya sebagai Koordinator Ekstrakurikuler Teater OSIS MAN 2 Jakarta.

Pembina Pramuka, Paskibra , Majalah Greast, Kajian Akhwat, Staf Kesiswaan di SMA PKP Jakarta Islamic School.

Karya & Aktivitas:
Mariah Yufa dikenal sebagai penulis dan konten kreator Islami dengan tema “Untuk Sebuah Hati”. Melalui tulisan, kajian, dan konten digital, ia berfokus pada:

Renungan hati dan ketenangan jiwa.

Motivasi Islami tentang kesabaran, ikhlas, dan cinta kepada Allah.

Dakwah literasi melalui media sosial, blog, dan kajian-kajian majelis taklim.

Karyanya banyak mengangkat pesan sederhana namun penuh makna—sebuah ruang untuk siapa saja yang ingin menenangkan hati, menemukan kekuatan dalam doa, serta menguatkan diri di tengah perjalanan hidup.

Peran dalam Masyarakat:
Selain aktif menulis, ia juga menjadi pembina Majelis Taklim dan pembicara dalam kajian Islami. Melalui karya bertema “Untuk Sebuah Hati”, Mariah Yufa berupaya menghadirkan cahaya nasihat dan inspirasi agar hati-hati yang gelisah menemukan ketenangan.

BIOGRAFI MARIAH YUFA (MARIAH ULFAH AL QIBTIYAH)

📖 Biografi Mariah Yufa

"Untuk Sebuah Hati"

---

Bab 1 – Awal Kehidupan

Mariah Ulfah Al-Qibtiyah, yang akrab disapa Mariah Yufa, lahir di Jakarta pada 29 Maret 1983. Ia merupakan anak kedua dari tiga bersaudara, tumbuh dalam keluarga yang sederhana namun sarat dengan nilai religius. Sejak kecil, Mariah dikenal sebagai sosok yang tenang, gemar membaca, dan memiliki kepekaan pada dunia perasaan serta kata-kata.

---

Bab 2 – Pendidikan dan Organisasi

Ketertarikannya pada bahasa dan sastra membawa Mariah menempuh pendidikan di Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka (UHAMKA), jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia.

Saat remaja, ia aktif dalam berbagai kegiatan organisasi, di antaranya:

OSIS MAN 2 Jakarta (Koordinator Ekstrakurikuler Teater)

Pembina Pramuka, Paskibra, Majalah Greast, Kajian Akhwat SMA PKP Jakarta Islamic School.

Kecintaannya pada seni, sastra, dan kepemimpinan membentuk karakter disiplin sekaligus peka terhadap lingkungan sekitar.

---

Bab 3 – Mengabdi di Dunia Pendidikan

Setelah menyelesaikan pendidikan, Mariah menekuni dunia mengajar.

Guru di SMA dan SMK 2 PKP Jakarta Islamic School

Mentor di Bimbel Primagama

Pembina kegiatan ekstrakurikuler dan kepanitiaan.

Baginya, profesi guru adalah jalan dakwah. Ia tidak hanya mengajarkan ilmu, tetapi juga menanamkan nilai, adab, dan keteladanan.

---

Bab 4 – Lahirnya Untuk Sebuah Hati

Perjalanan hidup tidak selalu mudah. Dalam banyak episode, Mariah merasakan bagaimana hati manusia bisa rapuh. Dari refleksi pribadi, doa, dan pengalaman hidup itulah lahir sebuah karya dakwah personal bernama “Untuk Sebuah Hati”.

Melalui ruang ini, ia menulis dengan bahasa yang sederhana namun penuh makna. Pesan yang dibawa adalah keteguhan iman, kesabaran dalam ujian, serta pengingat bahwa hati harus selalu kembali kepada Allah.

---

Bab 5 – Dakwah dan Literasi

Selain menulis, Mariah juga aktif memberikan kajian di berbagai majelis, termasuk sebagai pembina Majelis Taklim Al-Qibtiyah. Ia menggabungkan pendekatan sastra dengan pesan keislaman, menjadikan tulisannya lembut sekaligus menyentuh sisi terdalam pembaca.

Karya-karyanya dalam Untuk Sebuah Hati menjadi cermin perjalanan spiritual, juga penguat bagi mereka yang tengah mencari ketenangan.

---

Bab 6 – Filosofi Hidup

Filosofi yang dipegang Mariah Yufa adalah:

“Setiap hati punya luka dan rapuhnya masing-masing. Tetapi justru dari situlah kekuatan terbesar muncul, bila hati disandarkan hanya kepada Allah, Sang Pemilik Hati.”

---

Penutup

Bagi Mariah Yufa, Untuk Sebuah Hati bukan sekadar nama, melainkan amanah. Ia ingin terus menjaga agar setiap kata yang ia tulis menjadi pengingat, bahwa hati—seberapapun lemah—selalu bisa menemukan kekuatannya ketika dekat dengan Allah.

Penulis : Nakula Sadewa

Minggu, 17 Agustus 2025

AUTOBIOGRAFI MARIAHYUFA (MARIAH ULFAH AL QIBTIYAH)

Aku adalah Mariah Yufa, seorang anak manusia yang lahir di Jakarta, 29 Maret 1983. Anak kedua dari tiga bersaudara, yang tumbuh bersama doa-doa orang tua dan hangatnya kasih keluarga.

Bahasa adalah duniaku, hingga aku menempuh jalan itu di Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka. Dari bahasa aku belajar menyusun kata, dan dari kata aku belajar menyentuh hati.

Aku menapaki jejak sebagai guru, pembina, mentor, sekaligus sahabat bagi banyak pelajar di SMA dan SMK PKP Jakarta Islamic School. Aku pernah memandu Pramuka, Paskibra, kajian akhwat, majalah sekolah, hingga karya sastra. Pernah menjadi MC, moderator, ketua,  sekretaris, bendahara, bahkan panitia acara. Semua peran itu mengajarkanku: bahwa pengabdian tak selalu besar, tapi setiap detail adalah ladang amal.

Kini aku berdiri di tengah masyarakat sebagai Wakil Ketua FKMT Kelurahan Cibubur, Ketua Majelis Ta’lim Al Kamal, dan Pembina Majelis Ta’lim Al Qibtiyah. Dari ruang-ruang ilmu, aku menemukan cahaya: bahwa hati yang ikhlas selalu akan Allah jaga.

Tahun 2012, aku mulai menulis. Dari luka, dari doa, dari perjalanan hidup. Aku menamainya “Untuk Sebuah Hati”—sebuah persembahan kecil, agar ada hati yang merasa ditemani, ada jiwa yang kembali pada Rabbnya.

Harapanku sederhana: semoga aku bisa terus menulis, terus berbagi, terus berjuang, hingga setiap kata menjadi amal, dan setiap amal menjadi jalan menuju ridha Allah SWT.

Senin, 11 Agustus 2025

Kisah Sayidah Maryam Dalam Diam

Kisah Maryam dalam Sunyi
Untuk Sebuah Hati yang Sedang Menunggu Jawaban Langit

Di sepertiga malam, ketika dunia tenggelam dalam diam,
Ada satu jiwa suci yang pernah mengandung keajaiban dalam kesendirian:
Dialah Maryam.
Perempuan yang tak disebut oleh manusia, tapi diagungkan oleh Tuhan.

Ia tak meminta disanjung.
Ia tak mengejar cinta makhluk.
Ia tak menuntut dunia mengerti.
Yang ia tahu: tugasnya adalah taat.
Tunduk.
Diam.
Dan percaya.

"Maka dia mengasingkan diri dari keluarganya ke tempat di sebelah timur..."
(QS Maryam: 16)

🌿 Tafsir Ibnu Katsir:
Ibnu Katsir menjelaskan bahwa Maryam menjauh ke tempat sunyi karena ingin menyendiri dalam ibadah kepada Allah. Bukan karena dosa, tapi karena kerinduan pada kehampaan dunia. Ia memilih kesendirian sebagai bentuk khusyuk yang tulus.

"I’tazalat min ahliha li ibadatillah."
(Tafsir al-Qur’an al-‘Azhim, Ibnu Katsir, QS Maryam:16)

Bayangkan:
Sendiri, muda, suci,
lalu dititipkan amanah yang membuat langit membisu dan bumi berguncang:
seorang anak tanpa seorang ayah.

Maryam tidak melawan takdir.
Ia hanya menangis — kepada Tuhan.
Ia tidak menjelaskan ke manusia.
Ia hanya bersandar pada janji Ilahi.

"Dan makanan itu datang dari mana, wahai Maryam?"
"Ini dari Allah."
(QS Ali 'Imran: 37)

📖 Kata Imam Al-Qurthubi:
"Sesungguhnya karamah itu datang kepada orang yang istiqamah. Dan Maryam adalah wanita suci yang istiqamah di jalan Rabb-nya."
(Tafsir al-Jami’ li Ahkam al-Qur’an, Al-Qurthubi, QS Ali ‘Imran: 37)

Sunyinya adalah ruang paling suci.
Tangisnya adalah zikir paling murni.
Dan kesepiannya adalah taman rindu menuju ridha-Nya.

🕊️ Untukmu, wahai hati…
Jika saat ini engkau sendiri,
dipinggirkan, disalahpahami, atau bahkan dituduh karena niat baikmu—
ingatlah Maryam.
Yang menjawab tuduhan dengan bayinya yang bicara.
Karena Allah-lah yang menjelaskan saat dunia tak mengerti.

"Maka dia menunjuk kepada bayinya…"
(QS Maryam: 29)

🌙 Nasihat dari Syaikh Ibnu ‘Ajibah (Tafsir Isyari):
"Maryam adalah simbol orang yang menanggung beban takdir, tapi tetap berserah pada keagungan Yang Maha Mengetahui. Dan dari rahim ujian itulah, lahir cahaya."

🌸 Penutup
Sunyi bukan berarti sepi.
Sendiri bukan berarti tertinggal.
Jika kau sedang berada di ruang yang penuh tanya,
mungkin Allah sedang menulismu dalam kisah suci-Nya.
Seperti Maryam.
Yang dibimbing-Nya dalam sunyi…
untuk menghadirkan mukjizat.

Selasa, 05 Agustus 2025

video motivasi

https://youtube.com/shorts/rXDk-UgBQsY?si=IYxVHdmbrJKQz8ES

https://youtube.com/shorts/FMppTBqD25g?si=-EfTT83S9vAmUoiK

https://youtube.com/shorts/bVeOryjWj40?si=UGETGr0bm_y5BcCA

https://youtube.com/shorts/-Jz8sm5HNzE?si=DBRPesyqhfhzh35T

https://vt.tiktok.com/ZSSnu698L/
https://vt.tiktok.com/ZSSnu2kTg/
https://vt.tiktok.com/ZSSnuYu8j/